
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Instruksi siaga 1 dari Panglima TNI di tengah memanasnya konflik Timur Tengah menuai sorotan. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai langkah tersebut tidak memiliki urgensi dan berpotensi melanggar prinsip konstitusi.
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak Presiden dan DPR segera mengevaluasi serta mencabut surat telegram Panglima TNI yang memerintahkan jajaran TNI berada dalam status siaga 1 menyusul perkembangan konflik di Timur Tengah.
Koalisi yang terdiri dari berbagai organisasi seperti Imparsial, YLBHI, Kontras, Amnesty International Indonesia, Human Right Working Group, Walhi, Centra Initiative, ICW, LBH Jakarta, hingga Setara Institute menilai kebijakan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.
Dalam pernyataan resminya, Senin (9/3/2026), koalisi menyebut surat telegram itu perlu dicabut karena dianggap tidak sejalan dengan konstitusi dan tidak memiliki urgensi yang kuat.
Menurut mereka, Presiden Prabowo Subianto tidak bisa bersikap pasif terhadap kebijakan tersebut. Jika dibiarkan, langkah itu dinilai dapat dimaknai sebagai bagian dari strategi politik untuk menghadapi kelompok masyarakat yang kritis terhadap pemerintah.
Politik Ketakutan
Koalisi bahkan menilai situasi tersebut bisa menciptakan politics of fear atau politik ketakutan di tengah masyarakat jika instruksi siaga itu tidak segera dicabut. Selain itu, mereka menegaskan bahwa perintah pengerahan kekuatan militer secara konstitusional berada di tangan Presiden, bukan Panglima TNI.
Hal ini merujuk pada Pasal 10 UUD 1945 yang menyatakan Presiden memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Ketentuan tersebut juga diperkuat dalam Pasal 17 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang menegaskan bahwa kewenangan pengerahan kekuatan militer berada pada Presiden dengan persetujuan DPR.
“Penilaian atas perkembangan situasi nasional dan dinamika geopolitik semestinya dilakukan oleh Presiden bersama DPR sebagai wakil rakyat,” ujar koalisi dalam pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Panglima TNI Agus Subiyanto memerintahkan seluruh jajaran TNI untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menetapkan status siaga 1 sebagai langkah antisipasi terhadap dampak konflik di Timur Tengah.
Instruksi tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani Asisten Operasi Panglima TNI, Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. Telegram itu memuat tujuh instruksi strategis bagi jajaran TNI untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi situasi global yang dapat berdampak pada keamanan dalam negeri.
Namun bagi koalisi masyarakat sipil, langkah tersebut tetap perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan tafsir yang melampaui kewenangan serta tetap berada dalam koridor konstitusi. (tb)
Dikecam, Pemasangan Spanduk “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia Gaza
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit Gaza Palestina. Dalam siaran persnya, Kemlu menyatakan prihatin...
Keberangkatan Perdana, Menhaj Lepas 391 Jamaah Embarkasi Jakarta-Pondok Gede
JAKARTA,NEWSREAL.id — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama calon jamaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M...
Kemenhaj dan Polri Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah
JAKARTA, NEWSREAL.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk meningkatkan pengawasan serta menekan praktik haji nonprosedural yang kerap merugikan...
Diluncurkan Kemendes, CSR ISSF Peningkatan Ekonomi Desa
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kemampuan ekonomi pedesaan diharapkan terus meningkat. Hal ini menjadi salah satu program yang ditelurkan Kementerian Desa (Kemendes). Seperti yang diluncurkan baru-baru ini yakni...
Kapal Gamsunoro Disewa Pihak Ketiga, Pertamina Kompetitif 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung
JAKARTA, NEWSREAL.id – PT Pertamina (Persero) memberikan pernyataan terkait informasi yang menyebar di media massa terkait kapal tanker GMT Gamsunoro yang diawaki bukan warga negara...
Bikin Begidik ! 7 Ton Ikan Sapu-sapu Ditangkap Lalu Dikubur di Jakarta, Kenapa ?
JAKARTA,newsreal.id – Merinding bila mendengar atau melihat langsung, ikan sekitar 6,98 ton jenis ikan sapu-sapu ditangkap di berbagai lokasi di Jakarta. Lalu dikumpulkan hampir secara...
Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia, Presiden Prabowo : Kita semua di tenda ini adalah patriot
MAGELANG,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang digelar di...
Olahraga Renang Jadi Favorit Presiden Prabowo Sebelum Kunjungan Kerja ke Magelang
JAKARAT,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto memulai aktivitasnya pada Sabtu pagi, 18 April 2026, dengan menjalankan rutinitas olahraga di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat. Kegiatan...
Dharma Santi 2026, Presiden Prabowo Tekankan Nilai Persaudaraan dan Toleransi
JAKARTA,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat merayakan Dharma Santi Tahun 2026 kepada seluruh umat Hindu di Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan dalam video yang...
Petugas Haji 2026 Diberangkatkan, Wamenhaj : Petugas Jalani Misi Suci
JAKARTA,newsreal.id – Sebanyak 363 PPIH Daker Madinah dan Bandara akan bertolak menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Wamenhaj juga mengingatkan bahwa PPIH merupakan ujung tombak...
Efek Perang AS-Iran, Tiket Penerbangan Haji Dituntut Naik
JAKARTA,newsreal.id – Dampak perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran membuat pasokan dan harga energi bergejolak, termasuk harga avtur. Efek yang paling dirasakan oleh maskapai penerbangan,...
Selesaikan Rangkaian Diplomasi Strategis di Eropa, Presiden Prabowo Pulang di Tanah Air
JAKARTA,newsreal.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Tanah Air usai merampungkan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah negara di Eropa. Pesawat kepresidenan yang membawa...

