Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Malaysia Dukung RI Pimpin D-8, Titip Pesan: Jangan Lupa UMKM!

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 4 Maret 2026 17:44 WIB
Malaysia Dukung RI Pimpin D-8, Titip Pesan: Jangan Lupa UMKM!
NEWSREAL.ID - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Malaysia resmi kasih “lampu hijau plus dukungan penuh” buat Indonesia yang lagi pegang tongkat komando organisasi Developing Eight (D-8). Tapi ada satu catatan penting yang ikut diselipkan: UMKM jangan cuma jadi pelengkap agenda, tapi harus jadi pemain utama.

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, bilang kalau sektor usaha mikro, kecil, dan menengah itu tulang punggung ekonomi Malaysia. Jadi wajar kalau mereka berharap kepemimpinan Indonesia bisa ikut menguatkan UMKM, bukan cuma di Malaysia, tapi juga di seluruh negara anggota D-8.

“Kekuatan industri Malaysia itu disokong UMKM. Kami ingin D-8 makin serius mengembangkan potensi UMKM di semua negara anggota,” ujar Hasrin dalam wawancara di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Buat Malaysia, penguatan perdagangan dan investasi, termasuk lewat optimalisasi skema perdagangan preferensial dan forum bisnis antarnegara jadi fokus utama selama Indonesia memimpin periode 2026-2027.

Kabar baiknya, pengembangan UMKM memang masuk dalam lima prioritas besar Indonesia di D-8, khususnya di sektor konektivitas dan ekonomi digital. Selain itu, RI juga mendorong integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, hingga reformasi internal organisasi.

Rekam Jejak

Malaysia menilai arah tersebut sudah “on track”. Apalagi Indonesia punya rekam jejak yang cukup solid saat memimpin ASEAN pada 2023. Pengalaman itu diyakini jadi modal kuat buat menyukseskan kepemimpinan di D-8.

Sebagai informasi, D-8 dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang: Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Mesir, Iran, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Tahun 2025, Azerbaijan resmi jadi anggota kesembilan. Indonesia sendiri mengusung tema besar: “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”

Intinya, D-8 diajak buat adaptif di tengah gejolak global, tetap inklusif, dan makin solid secara ekonomi. Rencananya, Indonesia bakal jadi tuan rumah KTT D-8 di Jakarta pada April mendatang. Sekarang tinggal pembuktiannya. Dukungan sudah di tangan, harapan sudah diucapkan. Tantangannya satu: gimana caranya UMKM nggak cuma jadi jargon di podium, tapi benar-benar naik kelas di panggung global. (tb)

Berita Terbaru

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Ombudsman Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor 150 Ribu Mobil Niaga dari India

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah mengimpor 150 ribu mobil niaga dari India untuk mendukung logistik Koperasi Desa menuai sorotan. Ombudsman RI menyarankan agar kebijakan tersebut dievaluasi...

Mudik Lebaran 2026, PT Pelni Beri Diskon Tiket 30 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik buat calon pemudik jalur laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama periode mudik Lebaran...

Airlangga Ingatkan Dampak Perang AS-Iran: Harga BBM Bisa Ikut Terkerek

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tak hanya berdampak pada geopolitik global, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Menteri...

Soal Moratorium Ritel Modern, Menkop: Itu Kewenangan Pemda, Bukan Pemerintah Pusat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan kebijakan moratorium atau penghentian sementara izin pembangunan ritel modern sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah (pemda), bukan ranah Kementerian...

Kemenaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Tetap Ada, Maksimal H-7 Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadan sudah berjalan sepekan, dan pertanyaan klasik menjelang Lebaran kembali muncul: kapan THR cair? Bagi pengemudi ojek online (ojol), kabar baiknya Bonus Hari...

APKLI Desak Penataan Ulang Ritel Modern

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Keberadaan warung kelontong kian terdesak. Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mencatat jumlah warung kelontong di Indonesia terus menyusut dalam hampir dua dekade...