FOTO : IG PT INKA

MADIUN,newsreal.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melepas secara simbolis ekspor tahap pertama bagian dari sebanyak 262 gerbong barang jenis “container flat top wagon” buatan PT INKA (Persero) untuk Kiwi Rail ke Selandia Baru.

“Hari ini kita akan meluncurkan dua dari 262 (gerbong) menuju New Zealand. Ini menjadi suatu kebanggaan, seperti kita ketahui, New Zealand merupakan negara maju yang memberikan kesempatan pada kita. Karenanya, Kementerian Perhubungan memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini berlangsung dengan baik,” ujar Menhub Budi saat pelepasan di INKA Madiun, Jawa Timur, Jumat.

Baca : Polres Sukoharjo Gelar CJS Guna Mendukung Kamtibmas yang Kondusif

Menhub menyatakan kebanggaannya atas capaian PT INKA (Persero) telah mampu menciptakan produk yang dapat bersaing di pasar internasional.

“Kita harus bangga, anak bangsa mampu mengekspor produk yang memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi,” kata Menhub.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan keinginan Presiden RI Joko Widodo agar produk dalam negeri karya anak bangsa terus diproduksi untuk menambah ekspor negara.

Menhub mengungkapkan, PT INKA tidak hanya membuat gerbong kereta api, tetapi juga membuat bus listrik yang akan disiapkan untuk perhelatan KTT G20 di Bali dan pembuatan kontainer untuk kapal tol laut di wilayah Indonesia timur.

“Semua itu adalah barang produktif yang memberikan dukungan investasi, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ekspor negara,” kata dia.

Baca : Desain Embung Ini Mirip Gunungan Wayang, Artistik ! Layak Jadi Destinasi Wisata

Menhub Budi berpesan kepada PT INKA agar terus  menjaga kualitas dan harga, yang dapat meningkatkan daya saing produknya di luar negeri.

Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan gerbong barang buatan PT INKA tersebut merupakan pesanan dari Kiwi Rail.

“Kiwi Rail merupakan BUMN di Selandia Baru yang bergerak sebagai operator transportasi perkeretaapian. Kiwi Rail juga sebagai operator feri antarpulau terbesar di Selandia Baru,” kata Budi Noviantoro. (ant/rls)

Tinggalkan Pesan