Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Jurnalis Ukraina Victoria Roshchyna Diduga Meninggal dalam Tahanan Rusia

Tim Redaksi, newsreal.id
Rabu, 16 Oktober 2024 09:35 WIB
Jurnalis Ukraina Victoria Roshchyna Diduga Meninggal dalam Tahanan Rusia
NEWSREAL.ID - Seorang rekan jurnalis Ukraina Victoria Roshchyna memegang foto dirinya saat acara peringatan di Kiev. (Anatoloo Stepanov/AFP/Getty Images)

KIEV,newsreal.id – Jurnalis Ukraina Victoria Roshchyna, yang hilang di wilayah pendudukan negaranya dikabarkan meninggal di tahanan Rusia bulan lalu. Hal itu dikatakan pihak berwenang Ukraina awal pekan ini.

Roshchyna, berusia 27 tahun, menghilang pada Agustus tahun lalu saat perjalanan meliput ke wilayah pendudukan Rusia di Ukraina. Dia hilang selama berbulan-bulan, dan orang-orang terdekatnya tidak tahu apa yang terjadi padanya.

Baca : 12 WNI Korban Online Scam di wilayah konflik Myawaddy Myanmar Berhasil Dibebaskan

Menurut Kantor Kejaksaan Agung Ukraina, Moskow baru memberi tahu kabar itu kepada pihak keluarga Roshchyna setelah penahanan yang dilakukan Rusia pada bulan April, beberapa bulan setelah dia ditangkap.

“Saya memiliki dokumentasi resmi dari pihak Rusia yang mengonfirmasi kematian jurnalis Ukraina Victoria Roshchyna, yang kebebasannya dirampas secara ilegal oleh Rusia,” kata komisaris hak asasi manusia Ukraina, Dmytro Lubinets, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari CNN.

CNN telah meminta komentar dari pihak berwenang Rusia, tetapi tidak mendapat jawaban.

Baca : Ikuti Nurani, Mbake Solo Tambatkan Hati ke Nomor Urut Siji

Perjalanan Berbahaya

Rekan-rekan Roshchyna mengatakan dia melakukan perjalanan ke wilayah yang dikuasai Rusia – sebuah cobaan berbahaya bagi warga Ukraina mana pun – untuk melaporkan kehidupan orang-orang yang hidup di bawah pendudukan. Mereka yakin jurnalis muda itu dibunuh oleh pihak berwenang Rusia.

“Kami mempunyai alasan yang kuat untuk percaya bahwa kematiannya adalah akibat dari pembunuhan yang disengaja atau akibat dari perlakuan kejam dan kekerasan yang dialaminya selama berada di penangkaran Rusia,” kata jurnalis dan profesional media Ukraina dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di beberapa media Ukraina.

Baca : Bikin Begidik, Potongan Tubuh Ditemukan di Perut Buaya Raksasa di Timika

Pernyataan itu menambahkan bahwa Roshchyna dalam keadaan sehat sebelum dipenjara selama setahun.

Kantor Kejaksaan Agung Ukraina mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kematiannya sebagai kejahatan perang yang dikombinasikan dengan pembunuhan berencana.

Jurnalis Evgeniya Motorevskaya, yang bekerja dengan Roshchyna sebagai mantan editor Hromadske, sebuah media Ukraina, mengatakan bahwa reporter muda tersebut bertekad untuk melakukan pekerjaannya sebaik mungkin.

Sementara itu, Pemerintah Ukraina mengatakan ribuan warga Ukraina ditahan secara sewenang-wenang di Rusia. Lubinets, komisaris hak asasi manusia Kiev, mengatakan pada bulan Juli bahwa 14.000 warga sipil Ukraina berada di penawanan Rusia, beberapa di antaranya telah ditahan sejak tahun 2014 ketika perang pecah di Ukraina timur dan Rusia mencaplok Krimea.

Baca : Buat Jemaah Risti dan Non Risti, Berikut Tips Menjaga Kesehatan Sebelum Pulang ke Indonesia

Yatsenko mengatakan, menurut pihak berwenang Rusia, Roshchyna meninggal saat dipindahkan dari fasilitas penahanan di kota Taganrog, Rusia selatan, ke Moskow. Dia mengatakan pemindahan itu sebagai persiapan pembebasannya sebagai bagian dari pertukaran tahanan.

“Sayangnya, kami tidak punya cukup waktu,” katanya dalam pernyataan.

Roshchyna dianugerahi Penghargaan Keberanian dalam Jurnalisme 2022 oleh International Women’s Media Foundation. Karyanya muncul di sejumlah media termasuk Ukrayinska Pravda, Hromadske dan Radio Free Europe. (Bun)

Baca : Kota Bitung Masuk “UNESCO Creative Cities Network”, Ini Dukungan Menparekraf/Kabaparekraf

Berita Terbaru

Pesan Nowruz, Pemimpin Iran Klaim Musuh Mulai Dikalahkan

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pihak-pihak yang memusuhi negaranya mulai mengalami kekalahan di tengah konflik yang memanas di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam...

Rusia Akui Beri Informasi Intelijen ke Iran

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Rusia mengakui telah memberikan informasi intelijen kepada Iran di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Pengakuan ini mencuat dalam pertemuan pejabat tinggi kedua...

Israel Tutup Al-Aqsa Saat Idulfitri, Umat Muslim Dilarang Shalat Ied

NEWSREAL.ID, YERUSALEM– Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik regional. Sejumlah sumber...

Iran Minta Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Iran mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas militer bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan serangan. Juru bicara...

Rudal Iran Hujani Israel, Kilang Minyak Haifa Terdampak

NEWSREAL.ID, HAIFA– Serangan rudal bertubi-tubi dari Iran ke Israel terus berlanjut. Salah satu dampaknya, kilang minyak Bazan di Haifa dilaporkan mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil...

AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Iran Santai: “Belajar dari Kekalahan di Vietnam”

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan memanas setelah Amerika Serikat mengerahkan ribuan personel militernya ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi soal potensi operasi lanjutan, termasuk upaya...

Bos Kontraterorisme AS Mundur, Sebut Serangan ke Iran Dipicu Informasi Menyesatkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Pejabat tinggi kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, resmi mengundurkan diri di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengklaim serangan...

Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Drone Hantam Hanggar Pesawat

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali melancarkan serangan besar dalam gelombang ke-57 Operasi “Janji Sejati 4” dengan menyasar target strategis milik Amerika Serikat...

Iran Ancam Serang Perusahaan AS di Timur Tengah, Konflik Makin Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi di Sepah...

Eropa Kompak Tolak Ajakan AS Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

NEWSREAL.ID, BRUSSELS- Negara-negara Eropa menolak seruan Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Kepala Kebijakan Luar Negeri...

Luka Usai Serangan AS-Israel, Putin Disebut Kirim Pesawat Militer Bawa Mojtaba Khamenei ke Moskow

NEWSREAL.ID, MOSKOW- Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, disebut diam-diam diterbangkan ke Rusia menggunakan pesawat militer setelah mengalami luka serius akibat serangan yang diduga dilakukan...

Stok Pencegat Rudal Israel Menipis Dihantam Serangan Iran, Tel Aviv Minta Bantuan AS

  NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Perang Iran-Israel memasuki fase yang makin panas. Di tengah gempuran rudal yang terus berdatangan, Israel dilaporkan mulai kehabisan persediaan pencegat rudal...

Leave a comment