
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Polemik kematian Juliana Marins, warga negara Brasil yang tewas saat sedang mendaki Gunung Rinjani mencuat diberbagai media.
Diketahui keluarga Juliana Marins dan pemerintah Brasil akan menggugat pemerintah Indonesia ke Inter American Commission on Human Rights untuk bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan warga negara Brasil tersebut.
Menanggapi hal itu, Pemerintah RI melalui Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan memberikan pernyataan resmi lewat menterinya Yusril Ihza Mahendra.
Menteri Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan menyampaikan bantahan bahwa Indonesia dapat digugat atas kematian Juliana tersebut. Hal itu disampaikan pemerintah resmi atas polemik tewasnya perempuan 26 tahun itu.
Yusril menegaskan bahwa secara hukum rencana gugatan tersebut mustahil untuk dilakukan.
“Tidak bisa membawa satu negara ke dalam suatu forum kalau negara itu bukan pihak di dalam konvensi,” ucapnya dalam pernyataan pers kepada media massa.
Yusril menyampaikan , Indonesia bukanlah negara yang menjadi anggota ataupun pihak yang tergabung dalam forum seperti International Court of Justice (ICJ) ataupun International Criminal Court (ICC).
Baca : Euforia Jelang Piala Presiden 2025, Tiket Ludes hingga Antusias Pemain Asing
Yusril mengatakan, Indonesia juga tidak dapat digugat secara serta-merta ke lembaga tersebut.
“Hanya dapat dilakukan kalau ada persetujuan dari negara yang bersangkutan (mengikuti forum),” tutur Yusril.
Menko Yusril menawarkan agar otoritas Brasil dengan pemerintah Indonesia melakukan investigasi bersama atau joint investigation.
“Apapun nanti kesimpulan dari joint investigation, jika disetujui oleh pemerintah Brasil, maka akan diungkapkan,” kata Yusril.
Baca : 1.469 Guru Siap Mengabdi di Sekolah Rakyat, Pendidikan Inklusif Dimulai !
Gugatan
Sebelumnya ramai diberitakan bahwa pemerintah Brasil akan menuntut pertanggungjawaban Indonesia atas kematian Juliana Marins. Rencana gugatan tersebut diungkapkan oleh The Federal Public Defender’s Office of Brazil (FPDO), sebuah lembaga pemerhati hak asasi di Brasil.
FPDO berencana menempuh jalur hukum jika hasil autopsi lanjutan mendiang Juliana Marins menunjukkan ada kelalaian yang menyebabkan perempuan 26 tahun itu meninggal di Gunung Rinjani.
Sementara itu, pemerintah Indonesia mengklaim bahwa hasil autopsi menunjukkan kematian Juliana murni kecelakaan.
Juliana meninggal usai terjatuh saat mendaki pada 21 Juni lalu. Dia baru berhasil dievakuasi oleh tim search and rescue (SAR) selang empat hari kemudian dikarenakan banyaknya kendala seperti faktor cuaca dan medan berat di lokasi kejadian. (tempo,bun)
Baca : AFF Coret Klub Indonesia dari ACC, PSSI Fokus Bangun Kekuatan Sendiri
Sekjen PBB Ber Dukungan ke Pemerintah RI, Diberikan langsung ke Presiden Prabowo
JAKARTA,NEWSREAL.ID- residen Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengenai hasil kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) António Guterres ke Indonesia. Laporan...
Prabowo Datang ke Rumah Megawati! Duka Guruh Soekarnoputra Satukan Dua Tokoh Bangsa
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendatangi kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Jakarta pada Senin malam, 28 September 2026. Kedatangan Kepala Negara...
Dikabarkan Mantan Direktur KPLP Ir. Ahmad Duduki Kursi Ketua KNKT
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Informasi terbaru datang dari Kementerian Perhubungan. Berdasarkan informasi yang diperoleh Hotfokus.com, Ir. Ahmad, M.MTr. akan diumumkan sebagai Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)...
64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...
Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH
BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...
1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...
Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...
Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...
Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...
Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere
MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...
100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum
YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...