Regional

Pemprov Jateng Alokasikan Rp 67,13 Miliar

Tim Redaksi, Admin
Kamis, 9 Januari 2025 03:55 WIB
Pemprov Jateng Alokasikan Rp 67,13 Miliar
NEWSREAL.ID - PELAKSANAAN MBG: Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana didampingi Pangdam IV/Diponegoro, Mayjend TNI Deddy Suryadi meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di SMA 4 Kota Semarang, Rabu (8/1). (Dok: Pemprov Jateng)
  • Dukung Program Makan Bergizi Gratis

SEMARANG– Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Jateng berjalan lancar. Komitmen juga diberikan Pemprov Jateng dengan menyiapkan dana sebesar Rp 67,13 miliar untuk mendukung program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal itu dikemukakan Nana Sudjana, seusai menilik pelaksanaan program MBG di SMA Negeri 4 Kota Semarang, Rabu (8/1) bersama Pangdam IV/ Diponegoro Mayjend TNI Deddy Suryadi, dan kepala OPD terkait.

“Kami sudah menyiapkan kurang lebih Rp 67,13 miliar untuk mendukung MBG di Jateng. Peran yang kami lakukan, semacam pengawasan, pemantauan kegiatan ini, dan beri masukan terkait data sasaran sekolah, ibu hamil, dan balita. Dari provinsi dan kabupaten akan memberi dukungan terhadap program ini,” ucap Nana.

Ditambahkan, dana yang berasal dari APBD 2025 itu bersifat dukungan. Sementara, dana pelaksanaan MBG berasal penuh dari APBN. Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, sebanyak 18 SMA/SMK telah mengikuti program MBG. Dari total sekolahan tersebut, jumlah siswa yang mendapat manfaat berjumlah 12.695 orang.

“Anggaran (MBG) pakai APBN. Dalam hal ini kami akan mendukung misalnya ada kekurangan, akan mendukung pelaksanaan dari program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya. Nana menyebut, program MBG di Jateng telah dilaksanakan di 13 kabupaten/ kota. Pelaksanaan tersebut didukung melalui 17 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Bahan Berkualitas

Setelahnya, Nana menilik SPPG yang menyediakan konsumsi untuk MBG bagi SMAN 4 Kota Semarang, di Idea Katering. Di sana dia berpesan, agar pengelola menyediakan bahan pangan yang berkualitas, guna meningkatkan kualitas calon penerus bangsa.

Pada pantauan di SMA Negeri 4 Kota Semarang, siswa-siswi terlihat senang dengan MBG yang telah tiga kali mereka terima. Mereka mengaku dapat menghemat uang saku dan fokus bersekolah.

Siswi Kelas X-6 Zafira Luwi mengaku, sebelum menerima program MBG, dia selalu merogoh kocek sebesar Rp8 ribu-Rp10 ribu untuk makan siang. Pada siang itu, ia mendapatkan lauk berupa ayam krispi, tahu goreng, buah semangka, dan sayur buncis.

“Saya dikasih uang jajan biasanya Rp20 ribu. Sekarang masih utuh dan saya mau tabung,” ungkapnya. Hal serupa diungkapkan Bunga Berliana. Dia mengaku cocok dengan menu masakan yang diterima pada program MBG. “Biasanya bawa bekal. Kalau soal rasa ya mirip-mirip dengan yang dari rumah,” pungkas Bunga. (tb)

Share:

Berita Terbaru

Dukung Kopdar Bareng Mas Dar Jalan Terus, Ketum G-Nesia : Penolakan di UGM Dinamisasi, Next Ajak Mas Bahlil Ganteng

SOLO,NEWSREAL.id – Soal kericuhan yang terjadi di forum diskus “Kopdar Bareng Mas Dar” di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin...

Diwa Foundation Lirik Aksi Bedah Rumah Jogja, Siapkan Kolaborasi

YOGYAKARTA, NEWSREAL.id – Kegiatan gotong royong bedah rumah di Yogyakarta memberikan kesan tersendiri bagi Diwa Foundation. Pendiri sekaligus founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari berjanji...

Siswa Sekolah Rakyat di Tabanan Curhat Presiden, Ini Kisahnya

BALI,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto mendengarkan langsung aspirasi calon siswa dan orang tua saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu,...

Rusa Makan Sampah di Kota Solo Viral, Kenapa ?

SOLO,NEWSREAL.id– Kisah viral datang dari Kota Solo, Jawa Tengah. Tepatnya di pusat Kota Bengawan, dunia maya dihebohkan soal tingkah tidak alami sejumlah hewan tepatnya di...

Di Bali, Prabowo Ingin Sekolah Rakyat Ditambah

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Minggu (7/6/2026). Di Pulau Dewata ini orang nomor satu di NKRI ini meminta fasilitas...

Hasil Ketahanan Pangan Laris Manis di CFD, Lapas Purwodadi Dorong Kemandirian Warga Binaan

PURWODADI,NEWSREAL.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui...

Kasus Penepiun Berkedok Investasi di Purwokerto agar Dilaporkan

JAKARTA,NEWSREAL.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau bagi korban dugaan penipuan berkedok investasi yang terjadi di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah agar berani melapor ke pihak...

Jaminan Keistimewaan dan Kesetaraan Hak Penyandang Disabilitas, Ini kata Peneliti UGM dan UNY

YOGYKARTA, NEWSREAL.id – Peneliti dua akademisi dari kampus bertetangga yakni Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta, masing-masing sepakat bila hak dan kewajiban penyandang disabilitas...

Ketua BPIP : Indonesia Krisis Implementasi Nilai Penyandang Disabilitas

YOGYKARTA, NEWSREAL.id – Meski Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah memberikan landasan hukum yang kuat, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Aksesibilitas fisik...

Wali Kota Jogja Berikan Sambutan Hangat Seminar Kebangsaan Digelar KND-Diwa Foundation

YOGYAKARTA,NEWSREAL.id – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan apresiasi atas terselenggaranya Seminar Kebangsaan dengan tema Kesetaraan Hak Memantapkan Ideologi Pancasila dan memperkuat Ketahanan Bangsa di...

Teror Pocong di Jateng Murni Ulah Content Creator, Polisi Jateng Siapkan Pembinaan

JAKARTA,newsreal.id – Polda Jateng menginstruksikan kepada jajaran untuk menindaklanjuti fenomena video teror pocong di sejumlah wilayah bikin heboh di media sosial. Fakta di lapangan menyebutkan...

Paulus Waterpauw : Jadikan Orang Asli Papua Pusat Utama Pembangunan

PAPUA, NEWSREAL.id – Upaya pemerintah pusat dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat asli Papua melalui berbagai program infrastruktur, ekonomi, dan penguatan sumber daya manusia terkadang disalahartikan....

Leave a comment