Nasional

Kekerasan Seksual Jadi Kasus Tertinggi di Indonesia, Rumah Tangga TKP Terbanyak

Tim Redaksi, Admin
Sabtu, 14 Juni 2025 22:21 WIB
Kekerasan Seksual Jadi Kasus Tertinggi di Indonesia, Rumah Tangga TKP Terbanyak
NEWSREAL.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. (Foto: Ist)

NEWSREAL, JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan bahwa kekerasan seksual menjadi bentuk kekerasan paling banyak terjadi di Indonesia, dengan mayoritas kasus terjadi di lingkungan rumah tangga.

“Kalau dilihat dari jenisnya, kekerasan seksual menempati posisi tertinggi, dan tempat kejadiannya paling banyak terjadi dalam rumah tangga,” ujar Arifah dalam sambutannya pada pelatihan paralegal nasional Muslimat NU di Jakarta, Sabtu.

Data dari Simfoni PPPA menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2024 terdapat 11.850 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan, dengan total korban mencapai 12.604 orang—lebih dari 10.000 di antaranya adalah perempuan. Dari angka tersebut, 5.246 kasus merupakan kekerasan seksual.

Arifah juga merujuk pada hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 yang menyebutkan bahwa 1 dari 4 perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual. Selain itu, 9 dari 100 anak pernah mengalami kekerasan seksual, dan 1 dari 2 anak pernah mengalami kekerasan emosional berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR).

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada kisah penderitaan, trauma, dan dampak buruk secara fisik, psikologis, ekonomi, hingga sosial,” kata Arifah.

Ikatan Keluarga

Ia juga menyoroti tingginya kasus inses atau kekerasan seksual oleh anggota keluarga dalam rumah tangga, yang menurutnya sulit ditangani karena adanya ikatan keluarga yang sangat dekat.

Arifah menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah isu kompleks yang membutuhkan respons komprehensif, mulai dari pencegahan, perlindungan, hingga pemulihan korban. “Urgensi kebijakan yang berpihak, peningkatan kesadaran masyarakat, dan ketersediaan layanan perlindungan harus diperkuat,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Arifah mengapresiasi pelatihan paralegal bagi ribuan anggota Muslimat NU. Ia menyebut keberadaan paralegal sangat penting sebagai penghubung antara korban dan sistem hukum.

“Paralegal bukan hanya pendamping hukum, tapi juga mediator dan fasilitator keadilan. Mereka membantu korban menyusun dokumen dan mengakses proses hukum,” pungkasnya. (tb)

Berita Terbaru

Modernisasi Stasiun Gambir dan Penanganan Perlintasan Sebidang Fokus PT KAI

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pengembangan sektor perkeretaapian nasional, mulai dari modernisasi stasiun hingga peningkatan keselamatan perjalanan kereta api disorot. Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian itu saat...

Harga BBM Subsidi tidak Naik, Ini Penjelasan Pertamina

JAKARTA, NEWSREAL.id – Harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Baca Juga Kebakaran Tangki Kilang Pertamina Cilacap, Berikut Faktanya Pimpinan PT Pertamina...

Laporan DEN, Survei MBG Tunjukkan Dampak Positif bagi UMKM

JAKARTA,NEWSREAL.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan hasil survei independen terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan dampak positif tidak hanya terhadap pemenuhan...

Pembangunan Giant Sea Wall-Pelabuhan, Pemerintah RI Gaet Rusia

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah RI mengkampanyekan pembangunan Giant Sea Wall yang menjadi salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Indonesia juga...

Staf Khusus Menag RI di Vesak Festival 2026: Doakan Presiden Prabowo Jaga Perdamaian dan Kerukunan Bangsa

JAKARTA,NEWSREAL.id— Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar mengajak seluruh umat menjaga kerukunan, persatuan, dan semangat kebangsaan. Dalam acara “Sanghadana Vesak Festival 2026” yang diselenggarakan Young...

Cetak Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan sebagai Kepala KUA

JAKARTA,NEWSREAL.id– Baru-baru ini sejarah dicatat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kementerian yang dipimpin Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA baru saja mengangkat belasan pejabatnya ke...

Pelaksanaan Program MBG, Presiden Prabowo : Tekankan Integritas dan Akuntabilitas

BOGOR, NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan...

Pimpinan BGN Diganti, Ketum G-Nesia : Program MBG Butuh Sentuhan Pemimpin Perempuan

SOLO,NEWSREAL.id – Lonceng pertanda bersih-bersih di institusi Badan Gizi Nasional (BGN) sudah dibunyikan Presiden Prabowo Subianto melalui pengumuman yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi...

Presiden Prabowo Benahi BGN, Ketua dan Wakil Ketua Dicopot

JAKARTA,NEWSREAL.id- Presiden Prabowo Subianto membenahi Badan Gizi Nasional. Ketua dan Wakil Ketua BGN copot dan digantikan yang baru. “Bapak presiden mengambil keputusan untuk lakukan pergantian...

Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Dikritik, Seskab Teddy : Terpenting Hasil Konkretnya

JAKARTA,NEWSREAL.id – Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya pasang badan guna menangkis serang dari berbagai pihak terkait kunjungan Kepala Negara Bersama rombongan ke luar negeri....

12 Kloter Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj : Zamzam sudah Disiapkan”

JAKARTA,NEWSREAL.id — Awal Juni 2026 mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama jamaah haji ke Tanah Air. Pemulangan dilakukan secara berjenjang melalui Bandara Internasional King Abdul...

Dituduh “Diselundupkan” Aparat, Mama Sinta Tegaskan Datang ke Jakarta Mandiri

JAKARTA,NEWSREAL.id – Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta, membantah telah menerima fasilitas dari pihak tertentu untuk...

Leave a comment