
NEWSREAL, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan bebas dari kemiskinan sebelum 2045. Prabowo mengaku telah mempelajari data secara keseluruhan dan berkomitmen untuk mencapai tujuan tersebut.
Prabowo awalnya bicara peluang bonus demografi yang didapat Indonesia pada 2045. Ia yakin peluang itu akan membawa Indonesia bebas dari kemiskinan.
“2045 hanya 20 tahun lagi, anak anak muda sekarang tadi dikatakan teknokrat muda yang umurnya 30, 20 tahun lagi mereka yang akan pimpin Republik ini dan di situ lah kita bisa keluar dari kemiskinan untuk seluruh rakyat kita,” kata Prabowo saat membuka acara Indonesia Defence 2025 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2025).
Bahkan Prabowo berkomitmen untuk membawa Indonesia bebas dari kemiskinan sebelum 2045. Ia yakin setelah mempelajari data-data secara keseluruhan.
“Setelah saya mempelajari angka-angka, saya optimis kita bisa hilangkan kemiskinan dari Republik Indonesia jauh sebelum 2045 itu keyakinan sana dan itu tekad saya,” kata Prabowo.
Perbedaan Metode
Di sisi lain, terdapat perbedaan metode penghitungan kemiskinan di suatu negara antara Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik. Berdasarkan pembaruan metode penghitungan yang diterapkan Bank Dunia pada Juni 2025 ini, angka kemiskinan di Indonesia melonjak menjadi 194,6 juta jiwa, atau sekitar 68,25 persen dari total populasi 285 juta jiwa.
Perubahan ini terjadi karena Bank Dunia kini menggunakan data Purchasing Power Parity (PPP) 2021, menggantikan PPP 2017. PPP merupakan metode perbandingan daya beli antarnegara setelah memperhitungkan harga barang dan jasa.
Dengan standar baru, ambang batas pendapatan untuk dikategorikan miskin pun naik. Untuk negara menengah atas seperti Indonesia, garis kemiskinan meningkat dari 6,85 dolar AS menjadi 8,30 dolar AS per orang per hari.
Sementara berdasarkan data dari BPS, jumlah warga miskin per September 2024 hanya sekitar 24 juta jiwa atau 8,57 persen dari total populasi. BPS menggunakan metode Cost of Basic Needs (CBN), yang menghitung kebutuhan dasar makanan dan non-makanan berdasarkan survei rumah tangga dan kondisi lokal.
Sebagai contoh, garis kemiskinan rumah tangga per bulan pada September 2024 di Jakarta ditetapkan Rp4,23 juta, sementara di NTT hanya Rp3,1 juta, dan di Lampung Rp2,82 juta. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut perbedaan itu wajar, karena setiap negara memang disarankan membuat garis kemiskinan nasional sendiri, disesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masing-masing. (tb)
Kunjungi Indonesia, Presiden Jerman Dipameri Kerukunan Umat Beragama
JAKARTA,NEWSREAL.id — Indonesia menampilkan salah satu praktik baik kerukunan antar umat beragama kepada Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Negara Elke Büdenbender saat...
Modernisasi Stasiun Gambir dan Penanganan Perlintasan Sebidang Fokus PT KAI
JAKARTA, NEWSREAL.id – Pengembangan sektor perkeretaapian nasional, mulai dari modernisasi stasiun hingga peningkatan keselamatan perjalanan kereta api disorot. Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian itu saat...
Harga BBM Subsidi tidak Naik, Ini Penjelasan Pertamina
JAKARTA, NEWSREAL.id – Harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Baca Juga Kebakaran Tangki Kilang Pertamina Cilacap, Berikut Faktanya Pimpinan PT Pertamina...
Laporan DEN, Survei MBG Tunjukkan Dampak Positif bagi UMKM
JAKARTA,NEWSREAL.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan hasil survei independen terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan dampak positif tidak hanya terhadap pemenuhan...
Pembangunan Giant Sea Wall-Pelabuhan, Pemerintah RI Gaet Rusia
JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah RI mengkampanyekan pembangunan Giant Sea Wall yang menjadi salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Indonesia juga...
Staf Khusus Menag RI di Vesak Festival 2026: Doakan Presiden Prabowo Jaga Perdamaian dan Kerukunan Bangsa
JAKARTA,NEWSREAL.id— Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar mengajak seluruh umat menjaga kerukunan, persatuan, dan semangat kebangsaan. Dalam acara “Sanghadana Vesak Festival 2026” yang diselenggarakan Young...
Cetak Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan sebagai Kepala KUA
JAKARTA,NEWSREAL.id– Baru-baru ini sejarah dicatat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kementerian yang dipimpin Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA baru saja mengangkat belasan pejabatnya ke...
Pelaksanaan Program MBG, Presiden Prabowo : Tekankan Integritas dan Akuntabilitas
BOGOR, NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan...
Pimpinan BGN Diganti, Ketum G-Nesia : Program MBG Butuh Sentuhan Pemimpin Perempuan
SOLO,NEWSREAL.id – Lonceng pertanda bersih-bersih di institusi Badan Gizi Nasional (BGN) sudah dibunyikan Presiden Prabowo Subianto melalui pengumuman yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi...
Presiden Prabowo Benahi BGN, Ketua dan Wakil Ketua Dicopot
JAKARTA,NEWSREAL.id- Presiden Prabowo Subianto membenahi Badan Gizi Nasional. Ketua dan Wakil Ketua BGN copot dan digantikan yang baru. “Bapak presiden mengambil keputusan untuk lakukan pergantian...
Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Dikritik, Seskab Teddy : Terpenting Hasil Konkretnya
JAKARTA,NEWSREAL.id – Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya pasang badan guna menangkis serang dari berbagai pihak terkait kunjungan Kepala Negara Bersama rombongan ke luar negeri....
12 Kloter Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj : Zamzam sudah Disiapkan”
JAKARTA,NEWSREAL.id — Awal Juni 2026 mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama jamaah haji ke Tanah Air. Pemulangan dilakukan secara berjenjang melalui Bandara Internasional King Abdul...