Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

HET Dinilai Tak Lagi Relevan, Pemerintah Didorong Lakukan Penyesuaian Harga Beras

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 15 Juli 2025 16:50 WIB
HET Dinilai Tak Lagi Relevan, Pemerintah Didorong Lakukan Penyesuaian Harga Beras
NEWSREAL.ID - GUDANG BULOG: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri) didampingi Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono saat meninjau melakukan kunjungan ke Kawasan Pergudangan Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah dinilai perlu segera menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) beras menyusul naiknya harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram.

Kenaikan HPP tanpa penyesuaian HET dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam rantai pasok dan menekan pelaku usaha di sektor hilir. Hal itu disampaikan oleh pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Khudori, dalam diskusi yang digelar Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) di Jakarta, Senin (14/7).

Menurutnya, lonjakan HPP gabah yang tidak diikuti oleh kenaikan HET beras membuat penggilingan dan pedagang berada dalam posisi merugi. “Tak masuk akal jika HPP gabah naik, tetapi HET beras tidak disesuaikan. Ini menimbulkan beban berat di hilir dan bisa mengganggu pasokan beras ke pasar,” tegas Khudori.

Kesulitan Menjual

Ia memaparkan bahwa dengan biaya produksi gabah mencapai Rp4.836 per kilogram, petani memperoleh margin keuntungan sekitar 34 persen dengan HPP baru. Namun, penggilingan padi yang harus membeli gabah dengan harga pasar mencapai Rp7.500-Rp8.000 per kg justru kesulitan menjual beras karena dibatasi HET yang masih rendah.

Kondisi ini, kata Khudori, berpotensi menyebabkan penurunan pasokan beras ke pasar dan pada akhirnya mendorong lonjakan harga beras eceran. Data Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan mencatat beras menjadi penyumbang inflasi selama lima bulan terakhir.

Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), sepanjang Juni 2025 rata-rata harga beras medium di tingkat konsumen mencapai Rp13.995 per kg, jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500. Sementara itu, harga beras di tingkat produsen pun berada di atas HPP nasional, yakni Rp12.800 per kg.

Khudori juga menyoroti buruknya penyaluran stok beras Bulog, meskipun gudang menyimpan pasokan yang melimpah. Ia menyarankan agar pemerintah menghentikan skema maklon yang dinilai tidak efisien dan segera menciptakan saluran alternatif distribusi beras selain Bulog.

“Pemerintah tidak cukup hanya menjamin ketersediaan stok. Yang lebih penting adalah memastikan harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat,” tandasnya.

Dengan situasi saat ini, penyesuaian HET beras dinilai sebagai langkah mendesak untuk menjaga keseimbangan antara produsen dan konsumen, serta menstabilkan pasar pangan nasional. (ct)

Berita Terbaru

Ini Daftar Wilayah RI Berpotensi Paling Panas di Kemarau 2026 Versi BMKG

NEWSREAL.ID, JAKARTA– BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami suhu lebih panas selama musim kemarau 2026, meski tidak seekstrem tahun 2024. Dalam laporan Climate...

Prabowo Buka Alasan RI Gabung BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan Indonesia bersama negara-negara mayoritas Muslim bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Keputusan itu disebut sebagai...

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Jejaknya dari Bisnis hingga Olahraga

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar duka datang dari dunia bisnis dan olahraga Indonesia. Pimpinan Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu...

Resmi! Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan langsung...

Diskon 30 Persen Diserbu, 280 Ribu Penumpang KA Berangkat dari Jakarta

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program diskon tarif 30 persen kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 mendapat respons tinggi. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sekitar 280...

Puncak Mudik Via Laut Tembus 28 Ribu Penumpang, Pelni Lampaui Target

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan pemudik via jalur laut mencapai puncaknya pada Rabu (18/3), dengan jumlah penumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menembus lebih dari 28...

Diserbu Pemudik! 730 Ribu Tiket Kereta Lebaran 2026 Ludes Terjual

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Minat masyarakat untuk mudik naik kereta api melonjak tajam. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 734.293 tiket KA jarak...

BGN Gandeng Kejagung Awasi Program MBG

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memperkuat pengawasan penggunaan anggaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di...

Istana Ingatkan Pejabat Tak Berlebihan Gelar Open House

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi mengimbau seluruh instansi negara untuk menahan diri dalam menggelar acara open house maupun halal bihalal pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Menteri...

Prabowo Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan alasan Indonesia tetap mempertahankan keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP) adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara....

Prabowo Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Rakyat

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam mendorong...

Mendagri Targetkan Tak Ada Lagi Pengungsi Tenda Saat Lebaran di Aceh

NEWSREAL.ID, BADA ACEH- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menargetkan tidak ada lagi warga terdampak bencana yang tinggal di tenda pengungsian saat Lebaran IdulFitri...

Leave a comment