NEWSREAL.ID, MAKASSAR- Ancaman krisis dalam industri pers kian nyata. Lebih dari 2.300 media cetak di Indonesia telah gulung tikar dalam dua dekade terakhir, dan ribuan jurnalis kehilangan pekerjaan.
Merespons kondisi tersebut, Komisi I DPR RI mendesak pemerintah segera memperhatikan kesejahteraan para pekerja media yang kini terhimpit tekanan ekonomi dan disrupsi digital tanpa regulasi yang memadai.
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal MI, menyoroti dominasi platform media sosial yang beroperasi bebas tanpa aturan ketat. Hal ini, menurutnya, berdampak langsung pada matinya media arus utama, termasuk media cetak, radio, televisi, hingga portal berita daring yang tak mampu bersaing secara ekonomi.
“Pendapatan iklan sudah dikuasai platform medsos, sementara perusahaan pers kesulitan menggaji wartawan. Banyak jurnalis dirumahkan, bahkan dipecat,” ujar Syamsu Rizal atau Deng Ical, Rabu (9/7).
Menurut data dari Serikat Perusahaan Pers (SPS), pada awal tahun 2000-an terdapat lebih dari 4.000 media cetak aktif di Indonesia. Namun hingga 2024, jumlah itu menyusut drastis menjadi kurang dari 1.700. Artinya, lebih dari separuh media cetak nasional telah berhenti terbit secara permanen.
DPR RI pun mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tidak bekerja sendiri, tetapi melibatkan kementerian/lembaga terkait serta kampus untuk merancang platform digital alternatif khas Indonesia.
“Kita butuh roadmap platform digital 100 persen buatan dalam negeri, yang sesuai dengan kultur dan etika bangsa,” tegas Deng Ical, yang juga mantan Wakil Wali Kota Makassar.
Ia juga mengusulkan revisi segera terhadap sejumlah regulasi penting, seperti UU Penyiaran, UU Pers, dan aturan lainnya yang dianggap belum mampu menjawab tantangan ekosistem media digital saat ini.
Kesejahteraan Serupa
Senada, anggota Komisi I lainnya, TB Hasanuddin, menekankan bahwa peran jurnalis tak boleh dipinggirkan. Ia membandingkan perhatian DPR terhadap prajurit TNI yang cukup intens, dan menilai wartawan pun berhak mendapat perlindungan serta kesejahteraan serupa.
“Pers itu pilar keempat demokrasi. Jika mereka terpuruk, maka fungsi kontrol terhadap kekuasaan juga melemah,” ucap Hasanuddin dalam RDP bersama Menteri Komdigi, Dewan Pers, dan lembaga penyiaran lainnya di Kompleks Parlemen Senayan.
Ia menyoroti pula dominasi pemilik modal dalam industri pers yang menciptakan celah ketimpangan antara kepentingan korporasi dan publik, yang ujungnya berdampak pada kondisi kerja jurnalis yang kian memprihatinkan.
Komisi I DPR mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menyelamatkan industri pers nasional. Regulasi yang mengatur platform digital, skema pembagian pendapatan iklan, hingga dukungan finansial terhadap media lokal disebut sebagai langkah yang tak bisa ditunda lagi.
“Ini soal masa depan demokrasi, bukan sekadar industri. Bila jurnalis tak dilindungi, maka suara rakyat pun bisa lenyap,” tegas Deng Ical. (tb)
64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...
Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH
BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...
1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...
Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...
Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...
Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...
Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere
MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...
100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum
YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...
Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya
JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...
Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN
Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...
Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas
JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...
