Ekonomi Bisnis

Tarif 32 Persen AS Ditunda: Indonesia Punya Waktu Tiga Minggu untuk Negosiasi

Tim Redaksi, Admin
Senin, 14 Juli 2025 01:40 WIB
Tarif 32 Persen AS Ditunda: Indonesia Punya Waktu Tiga Minggu untuk Negosiasi
NEWSREAL.ID - BERIKAN KETERANGAN: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan disela-sela mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussel, Belgia, Sabtu (12/7). (Foto: BPMI Setpres)

NEWSREAL.ID, BRUSSEL- Pemerintah Indonesia berhasil mengamankan penundaan penerapan tarif resiprokal sebesar 32 persen dari Amerika Serikat terhadap produk asal Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan tarif yang sebelumnya diumumkan Presiden AS Donald Trump tidak akan diberlakukan mulai 1 Agustus 2025, seperti yang direncanakan.

“Kita sebut ini pause. Penundaan ini diberikan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah berjalan,” ujar Airlangga dalam keterangan persnya dari Brussel, Belgia, Sabtu (12/7).

Penundaan tersebut merupakan hasil dari pertemuan intensif antara Airlangga dan jajaran pemerintah AS, termasuk Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Kepala Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer, pada 9 Juli 2025 di Washington D.C.

Selama tiga minggu ke depan, kedua negara sepakat melakukan penyelarasan terhadap proposal dan usulan yang telah dipertukarkan. “Finalisasi fine tuning akan menjadi fokus utama. Kami berharap hasil negosiasi ini bisa menghindarkan Indonesia dari tekanan tarif,” tambah Airlangga.

Diplomasi Ekonomi

Kunjungan Airlangga ke AS merupakan bagian dari rangkaian diplomasi ekonomi yang dilakukannya setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam KTT BRICS di Brasil.

Selain isu tarif, pembicaraan juga mencakup hambatan non-tarif, ekonomi digital, keamanan ekonomi, hingga kerja sama strategis di sektor investasi dan komersial. Salah satu topik penting adalah minat besar AS terhadap sektor mineral kritis Indonesia seperti nikel, tembaga, dan kobalt.

“Amerika menunjukkan ketertarikan besar terhadap penguatan kemitraan dalam pengolahan mineral kritis. Ini peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dan investasi di sektor strategis,” jelas Airlangga.

Dengan adanya penundaan ini, Indonesia memiliki waktu untuk mengonsolidasikan posisi tawar dan memperjuangkan agar kebijakan tarif yang merugikan tidak jadi diberlakukan secara permanen. Pemerintah berharap negosiasi akan menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan dan memperkuat hubungan ekonomi bilateral. (tb)

Berita Terbaru

Ekspor Gas ke Negara tak Diperpanjang, HKI : Langkah Tepat

JAKARTA,NEWSREAL.ID-Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyampaikan rencana pemerintah untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga sebagai langkah tepat guna memastikan kebutuhan energi industri...

36 Investor Global Dikumpulkan OJK, Ada Apa ?

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar rapat virtual dengan 336 investor regional dan global, pada Senin (19/10/2026) lalu, guna...

Operasional KDKMP 1 Oktober, BUMN Pendukung Teken PKS dengan Agrinas

JAKARTA,NEWSREAL.ID – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan sejumlah mitra BUMN untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang...

Era Prabowo Subianto Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun Dilunasi

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia...

Diwa Foundation Hadir di Gorontalo, Penuhi Undangan Bank Indonesia untuk Ramaikan Event HARFEST 2026

GORONTALO, NEWSREAL.ID – Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Pemprov Gorontalo dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Festival Kuliner dalam rangkaian Hulonthalo Art...

Logis 08: Penguatan Rupiah dan IHSG Dipengaruhi Tren Positif Pelaku Pasar yang Diinisiasi Sufmi Dasco

JAKARTA,NEWSREAL.id – Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan pelaku...

Rupiah Kian Dekati Rp 18.000, Begini Komitmen BI

JAKARTA,NEWSREAL.id – Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,. Hal tersebut menjadi komitmen BI seperti yang disampaikan gubernurnya belum...

KSP Tegaskan Ucapan Presiden soal Dolar terkait Pemakaian Sumber Daya di Desa

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pernyataan Presiden Prabowo terkait warga desa tidak menggunakan dolar AS karena ingin menyoroti bahwa masyarakat di desa menggunakan sumber daya lokal. Hal...

Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah Dipertanyakan

JAKARTA,NEWSREAL.id – Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti kinerja Bank Indonesia (BI) yang merespons pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi di...

Penandatanganan MoU Danantara-Hisense Disaksikan Prabowo di Kartanegara

JAKARTA,NEWSREAL.id– Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 15 Mei 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja...

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...

Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...

Leave a comment