Hukum Kriminal

Polda Jateng Bongkar Sindikat Uang Palsu di Boyolali, 6 Orang Ditangkap

Tim Redaksi, Admin
Selasa, 5 Agustus 2025 15:58 WIB
Polda Jateng Bongkar Sindikat Uang Palsu di Boyolali, 6 Orang Ditangkap
NEWSREAL.ID - BARANG BUKTI UPAL: Direskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio (tengah), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng Rahmat Dwisaputra (kanan), dan Kabid Humas, Kombes Pol Artanto (kiri) menunjukkan barang bukti saat rilis pengungkapan peredaran uang palsu di Polda Jawa Tengah, Semarang, Jateng, Selasa (5/8). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah mengungkap jaringan pemalsu uang yang memproduksi uang palsu di sebuah rumah di wilayah Banyudono, Kabupaten Boyolali.

Enam tersangka ditangkap di berbagai lokasi, sementara barang bukti berupa ribuan lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu berhasil diamankan.

Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio dalam konferensi pers di Semarang, Selasa (5/8) mengatakan, enam orang tersangka telah ditangkap dalam pengungkapan kasus ini. Mereka berasal dari berbagai daerah, menunjukkan bahwa sindikat ini bekerja lintas wilayah.

“Keenam tersangka masing-masing berinisial W (70) dari Boyolali, M (50) dari Tangerang, BES (54) dari Kudus, HM (52) dari Bogor, JIP (58) dari Magelang, dan DMR (30) dari Sleman,” ujar Dwi.

Peran Berbeda

Para pelaku memiliki peran berbeda-beda, mulai dari pemodal, desainer uang, hingga pencetak dan pengedar. Dalam operasi tersebut, polisi menyita 410 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu yang sudah jadi, serta 1.800 lembar lainnya yang masih dalam proses pencetakan.

Selain uang palsu, polisi juga menyita alat cetak yang digunakan komplotan tersebut untuk memproduksi uang palsu. “Dari pengakuan para tersangka, sedikitnya 150 lembar uang palsu sudah sempat diedarkan di wilayah Jawa Timur,” ungkap Dwi.

Diketahui bahwa kegiatan ilegal ini sudah berlangsung sejak Juni 2025, namun penyidik masih mendalami lebih jauh soal keterlibatan dan rekam jejak kriminal para tersangka. Salah satu tersangka diduga merupakan residivis kasus serupa, yang membuat hasil cetak uang palsunya terlihat cukup rapi dan meyakinkan.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman berat. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam melakukan transaksi tunai dan segera melaporkan jika menemukan uang yang dicurigai palsu. Penyidikan masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan lebih luas dalam sindikat ini. (tb)

Berita Terbaru

Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...

Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...

243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....

Leave a comment