MALUKU, newsreal.id – Sebuah peristiwa mengejutkan viral di media sosial beberapa saat lalu. Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia ditusuk orang dikenal di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4). Korban meninggal setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Diketahui korban yang meninggal dunia adalah Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara.
Sekjen DPP Partai Golkar, Sarmuji saat dikonfirmasi, Minggu (19/4), menyatakan duka mendalam.
Ia meminta Sarmuji meminta para kader tidak terpancing emosi dan percaya kepada kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kami sangat berduka, sedih dan marah atas peristiwa ini. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga dan keluarga besar DPD Maluku khususnya Maluku Tenggara. Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa tersebut. Kepada kader tetap waspada tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut,” tegas Sarmuji seperti dilansir dari detik.
Sementara itu media setempat dari Radar Ambon menyatakan, salah satu dari dua terduga pelaku pembunuhan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, diketahui memiliki latar belakang sebagai atlet tarung bebas.
Terduga berinisial HR (28) disebut pernah tergabung dalam rombongan ajang One Pride MMA dan dikenal dengan julukan “KeyBadboy” di arena pertarungan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, HR cukup dikenal di kalangan komunitas tarung bebas. Ia diduga terlibat dalam aksi penikaman yang menewaskan Nus Kei bersama seorang terduga lainnya berinisial FU (36).
Kedua terduga pelaku telah diamankan oleh jajaran Polres Maluku Tenggara tak lama setelah kejadian. Saat ini, HR dan FU tengah menjalani pemeriksaan intensif di ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) guna mengungkap motif dan peran masing-masing dalam kasus tersebut.
Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, dua orang terduga pelaku sudah diamankan. Saat ini penyidik masih mendalami motif di balik peristiwa ini,” ujarnya, Minggu, Minggu (19/4/26)
Peristiwa penikaman yang merenggut nyawa Nus Kei terjadi di area pintu kedatangan Bandara Karel Sadsuitubun, tepatnya di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil, pada Minggu sekitar pukul 11.30 WIT. Korban diserang menggunakan senjata tajam saat hendak keluar dari terminal kedatangan.
Kronologi Penusukan
Kepolisian menjelaskan kronologi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei ditusuk orang tidak dikenal di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4). Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi menjelaskan kronologi penikaman terhadap Nus Kei. Menurut Rositah, kronologi kejadian berawal saat korban baru tiba dengan pesawat dari Jakarta, sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.
“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” kata Rositah seperti dikutip dari keterangan diterima, Minggu (19/4).
Rositah mengatakan, korban sempat dibawa keluarga ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun pada pukul 12.00 WIT. Namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka dialaminya.
Dua Pelaku Ditangkap
Menurut Rositah, Polres Maluku Tenggara dipimpin langsung Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, dua jam setelah kejadian pelaku ditangkap.
“Dua jam pasca kejadian berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku. Keduanya berinisial HR (28) dan FU (36). Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reskrim Polres Malra,” jelas Rositah.
Motif Penusukan Diselidiki Polisi
Kepolisian masih mendalami keterangan dari para pelaku terkait motif penusukan. “Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” kata Rositah.
Diketahui, Polda Maluku telah memerintahkan jajaran Polres Maluku Tenggara untuk menangani kasus penusukan ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Polda Maluku meminta tidak ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi, sebab saat ini dapat dipastikan situasi sudah aman terkendali.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” tandas Rositah. (Bun,dtk)
Viral Napi Ngopi di Kedai, Kepala Rutan Kendari Langsung Dinonaktifkan
KENDARI, newsreal.id – Kepala Rutan Kelas II A Kendari Rikie Umbaran harus menjalani sanksi keras dengan dinonaktifkan buntut dari narapidana kasus korupsi Supriadi kedapatan ngopi....
Kasus Korupsi, Ada Aliran Dana Rp 1,5 miliar ke Hery Susanto Melalui PT TSHI
JAKARTA,newsreal.id – Ketua Ombudsman RI Hery Susanto yang baru saja dilantik Presiden RI Prabowo Subianto terjerat kasus korupsi. Ia diduga menerima uang suap senilai Rp1,5...
Polda Metro Jaya Terima Laporan korban kekerasan Seksual kampus Terkenal di Jaksel
JAKARTA,newsreal.id – Kepolisian sudah menerima laporan dugaan korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang terjadi di lingkungan universitas terkenal di kawasan Jakarta Selatan. Dalam laporan...
Pakai Modus Baru, WN Kazakhstan Selundupkan 2,5 Kg Kokain
DENPASAR,newsreal.id – Hasil kerja sama antara Ditresnarkoba Polda Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis kokain seberat lebih dari 2,5 kilogram...
Tersangka Korupsi Menghadap Sang Illahi, Perkara Dihentikan KPK
JAKARTA,newsreal.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempersiapkan penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap tersangka korupsi meninggal dunia. Tersangka kasus dugaan korupsi yang menutup...
Diduga Hasil Perasan, KPK Sita Uang Rp 2,7 dan Barang Merah dari Bupati Tulungagung
JAKARTA,newsreal.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan status tersangka kepada Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo atas tuduhan kasus pemersan. Ia pun mengenakan rompi oranye di...
Resmi Kenakan Rompi Kuning, Bupati Tulungagung Ucapkan Maaf
JAKARTA,newsreal.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam dugaan kasus kasus dugaan korupsi pemerasan. Sesuai mekanismenya Bupati Tulungagung ini...
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Saat OTT di Tulungagung
TULUNGAGUNG,newsreal.id – Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, bersama 16 orang saksi diamankan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada operasi senyam yang digelar, Jumat (10/4). Dalam...
Bupati Tulungagung Kena OTT, Belasan Saksi Dibawa ke Jakarta
TULUNGANGUNG,newsreal.id – Komisi Pembeantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Operasi senyap dilakukan pada Jumat (10/4). Dalam tangkap tangan...
Pelaku Penyelewengan BBM-Elpiji Bersubsidi Disikat Habis, Ini Pesan Bareskrim
NEWSREAL, Jakarta – Tak ada toleransi yang diberikan kepada pihak yang memanfaatkan subsidi BBM dan elpiji. Tindakan tegas diberikan kepada pihak yang berani melanggar hal...
Menteri HAM Natalius Pigai Optimistis Peradilan Kasus Andrie Yunus Transparan
NEWSREAL, Jakarta – Proses peradilan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus harus diusut...
Kepala BNN Usulkan Mekanisme Penyadapan untuk Penindakan Kasus ini
NEWSREAL, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusulkan adanya penerapan proses penyadapan dalam upaya penindakan kasus narkotika. Langkah penindakan penyadapan ini dilakukan sejak tahapan penyelidikan....


