
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar merespons pengakuan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang menyatakan tidak memahami aturan pemerintahan setelah terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan setiap pejabat publik wajib memahami tata kelola pemerintahan sesuai bidang tugasnya. “Seseorang yang memiliki posisi sebagai pejabat pemerintahan harus menyesuaikan diri dengan bidang tugasnya termasuk dalam hal tata pemerintahan,” kata Muhammad Sarmuji, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, baik partai politik maupun pemerintah pusat telah memberikan pembekalan kepada kepala daerah. Namun, para pejabat tetap dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan mereka terkait aturan dan tata kelola pemerintahan.
Ia menambahkan, setiap pemerintah daerah juga memiliki bagian hukum yang berfungsi mendampingi kepala daerah dalam menjalankan tugasnya. “Partai dan pemerintah pusat sudah berusaha memberi pembekalan, tetapi detail selanjutnya mesti selalu meng-upgrade diri terus menerus,” ujarnya.
Fiksi Hukum
Senada dengan itu, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan, mengatakan dalam prinsip fiksi hukum semua orang dianggap mengetahui hukum, terlebih seorang pejabat publik. Menurutnya, kepala daerah juga memiliki banyak jalur untuk berkonsultasi mengenai persoalan hukum, mulai dari perangkat birokrasi daerah hingga Kementerian Dalam Negeri.
“Negara telah menyiapkan perangkat pemerintahan daerah seperti birokrasi daerah untuk menjadi supporting system bagi kepala daerah dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan sesuai hukum,” kata Ahmad Irawan.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan pengakuan Fadia Arafiq yang menyebut tidak memahami tata kelola pemerintahan karena latar belakangnya sebagai pedangdut. Namun Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menilai alasan tersebut tidak sejalan dengan asas presumptio iures de iure atau teori fiksi hukum yang menganggap setiap orang mengetahui hukum.
Ia menegaskan, sebagai kepala daerah yang telah menjabat dua periode sebagai bupati serta pernah menjadi wakil bupati pada 2011-2016, Fadia semestinya memahami prinsip-prinsip good governance dalam pemerintahan daerah.
Kasus ini mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan OTT terhadap sejumlah pihak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada Selasa (3/3/2026). Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan oleh lembaga antirasuah tersebut. (tb)
Marahnya JK, Hingga Sebut-sebut Termul
JAKARTA, newsreal.id – Nada tinggi Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terdengar di hadapan wartawan saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta...
MBG Berdampak baik bagi Ekonomi Masyarakat, Ini Penilaian Gubernur Lemhanas
JAKARTA,newsreal.id – Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah menuai reaksi pro dan kontra. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace...
PDIP Desak PBB Lebih Tegas ke Israel Usai Delapan Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) menilai insiden yang menimpa delapan prajurit TNI di Lebanon harus menjadi momentum bagi PBB untuk bersikap lebih tegas terhadap Israel....
DPR Dorong Perlindungan Pekerja Kreatif, Kasus Amsal Jadi Sorotan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah mendorong kementerian-kementerian strategis untuk berkolaborasi dalam memberikan perlindungan bagi pekerja kreatif, menyusul kasus yang menimpa videografer...
Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif, Kontras: Kondisi Belum Stabil
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Indria Fernida, mengungkapkan kondisi Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air...
DPR Usul Pelanggaran THR Dijerat Pidana, Bukan Sekadar Sanksi Administratif
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong pelanggaran pembayaran tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan agar dipertimbangkan masuk ranah pidana, tidak lagi...
Prabowo-Megawati Bertemu Dua Jam di Istana, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis (19/3). Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu...
PKS Jateng Buka Sembilan Posko Mudik
NEWSREAL.ID, SEMARANG- PKS Jawa Tengah menyiapkan sembilan posko mudik Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah titik strategis. Posko ini disiapkan buat bantu pemudik yang melintas...
Megawati Pilih DPP PDIP untuk Open House Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, akan menggelar open house Lebaran Idulfitri tahun ini di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta. Baca Juga Fraksi...
Kasus Bupati Cilacap, Cak Imin Ingatkan Kepala Daerah PKB: Jangan Dekati Korupsi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus korupsi yang menjerat Bupati Cilacap menjadi peringatan keras di internal Partai Kebangkitan Bangsa. Ketua Umum PKB Cak Imin meminta seluruh kepala daerah...
RUU Hak Cipta Disiapkan DPR, Karya Jurnalistik Bakal Punya Royalti
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Karya jurnalistik tak lagi bisa sembarangan disadur atau disebarluaskan tanpa izin. DPR tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Hak Cipta yang bakal memberi perlindungan sekaligus...
Haji 2026 Ditunda karena Perang? DPR: Belum Ada Pengumuman dari Arab Saudi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar soal kemungkinan ibadah haji 2026 ditunda gara-gara situasi panas di Timur Tengah sempat bikin banyak calon jemaah deg-degan. Tapi sampai sekarang, pemerintah...

