Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Hukum Kriminal

Polri Gandeng Kompolnas, Janji Transparan Usut Kasus Rantis Lindas Ojol

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 29 Agustus 2025 11:33 WIB
Polri Gandeng Kompolnas, Janji Transparan Usut Kasus Rantis Lindas Ojol
NEWSREAL.ID - KETERANGAN PERS: Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim memberikan keterangan pers terkait pemeriksaan tujuh anggota Brimob yang berada di dalam mobil rantis saat insiden tewasnya pengemudi ojol, Jumat (29/8). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus kendaraan taktis (rantis) Brimob yang menabrak hingga melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi unjuk rasa di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (28/8) malam.

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menyatakan penanganan perkara dilakukan secara cepat, transparan, dan melibatkan pihak eksternal guna menjaga objektivitas penyelidikan.

“Pemeriksaan dilakukan secara cepat dan transparan. Tidak hanya oleh Propam Mabes Polri, tetapi juga bersama Korps Brimob, karena pelaku merupakan anggota Brimob,” tegas Abdul Karim saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Jumat (29/8).

Libatkan Kompolnas

Untuk memastikan penanganan berjalan objektif, Polri juga menggandeng Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam proses pengawasan. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kompolnas agar bisa ikut serta dalam pengawasan beberapa tahapan pemeriksaan tersebut,” tambahnya.

Dengan adanya keterlibatan pihak eksternal, Polri berharap proses penyidikan dapat berlangsung lebih transparan sekaligus mengurangi keraguan publik. Abdul Karim mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota Satuan Brimob Polda Metro Jaya yang berada di dalam rantis saat insiden terjadi.

Mereka berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Seluruhnya kini dimintai keterangan untuk mendalami kronologi dan pertanggungjawaban atas kejadian yang menewaskan driver ojol bernama Affan Kurniawan (21 tahun) tersebut.

Kasus ini menuai sorotan publik lantaran menimbulkan korban jiwa dalam demonstrasi yang seharusnya dijamin perlindungannya oleh konstitusi. Dengan janji transparansi, Polri diharapkan mampu menjawab tuntutan masyarakat atas keadilan dan akuntabilitas. (tb)

Berita Terbaru

BNN Dorong Posbankum Jadi Tameng Hukum Korban Narkoba

NEWSREAL.ID, PALU- Upaya melindungi korban penyalahgunaan narkoba kini diperkuat dari level paling bawah. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menaruh harapan besar pada kehadiran Pos Bantuan...

21 Pakar Hukum Minta Adies Kadir Dicopot dari MK

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Polemik pengangkatan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) memasuki babak baru. Sebanyak 21 pakar hukum tata negara yang tergabung dalam Constitutional and...

KPK Selidiki Dugaan Suap Sengketa Lahan Depok Sejak Sidang Awal

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Penelusuran kasus dugaan suap sengketa lahan di Kota Depok diperluas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menyasar seluruh proses penanganan perkara, termasuk kemungkinan praktik...

Anak Jadi Sasaran Kejahatan Digital, Veronica Tan: Negara Tak Boleh Sekadar Reaktif

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Maraknya kejahatan digital yang menyasar anak-anak menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menegaskan,...

OTT Pajak di Kalsel: KPK Angkut Rp 1 Miliar dari KPP Madya Banjarmasin

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kalimantan Selatan berbuntut penyitaan uang dalam jumlah jumbo. Dari OTT di Kantor Pelayanan Pajak (KPP)...

KPK OTT Kepala KPP Madya Banjarmasin, Tiga Orang Diamankan

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono, ditangkap...

KPK Selidiki Misteri 601 Kursi Perangkat Desa Kosong di Pati

NEWSREAL, ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut latar belakang kekosongan 601 jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang diduga berkaitan dengan...

Tak Masuk Bui, Pelanggar Ringan Bakal Disuruh Bersih-Bersih di 2.460 Lokasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah mulai mematangkan penerapan pidana kerja sosial sebagai alternatif hukuman bagi pelanggar pidana ringan. Sebagai bentuk kesiapan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) telah...

Kasus Sudewo Bergulir, KPK Periksa Kepala BPKAD Pati

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menyeret Bupati Pati nonaktif Sudewo terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah saksi, salah satunya Kepala...

Interpol Resmi Terbitkan Red Notice untuk Riza Chalid

NEWSREAL.ID, JAKARTA- National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia mengumumkan Interpol telah menerbitkan red notice atas nama Mohammad Riza Chalid atau MRC pada Jumat (23/1/2026). Sekretaris...

Kesehatan Menurun, Kuasa Hukum Minta Penahanan Nadiem Dibantarkan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024, Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan bahwa dokter merekomendasikan dirinya menjalani tindakan medis selama lima hari...

Kepala BNN Raih Gelar Doktor, Tapi Peringatan Serius Soal Narkoba Justru Menggema

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pengamat sosial Dr Serian Wijatno memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Nasional Narkotika (BNN) di tengah tantangan pemberantasan narkoba yang kian kompleks. Apresiasi...

Leave a comment