
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Ajang Jateng Creative Festival yang digelar di Awann Costa, Kawasan Pantai Marina, Semarang, Sabtu (23/8) menjadi panggung besar bagi ratusan pelaku ekonomi kreatif Jawa Tengah. Bukan hanya sekadar pameran, acara ini juga menjadi ruang diskusi antara pelaku kreatif, pemerintah daerah, hingga pemangku kebijakan nasional.
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya peran Komite Ekonomi Kreatif (Komekraf) di daerah dalam mendorong inovasi dan gagasan baru. Menurutnya, Jateng punya keistimewaan karena hampir seluruh kabupaten/kotanya sudah memiliki wadah komekraf.
“Jateng ini yang paling lengkap. Ada 35 Komite Ekonomi Kreatif, dan sekitar 28 di antaranya sudah aktif dengan perda atau pergub. Ini modal besar untuk menggerakkan ekonomi kreatif,” ujar Samuel.
Politikus yang juga pemerhati budaya itu mengatakan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus direspons dengan ekosistem kreatif yang sehat. Ia berharap komekraf tidak sekadar menjadi formalitas, tapi benar-benar membina para artisan agar mampu menciptakan karya yang bernilai tinggi.
Dalam kunjungan ke sejumlah stan pameran, Samuel mengaku melihat banyak potensi. Namun, ia memberi catatan bahwa karya-karya tersebut masih perlu dipoles agar lebih relevan dengan selera generasi muda dan pasar global. Salah satu yang ia soroti adalah kelompok tari klasik Sobokarti.
“Kemasan yang terlalu klasik itu bagus untuk pelestarian, tapi untuk presentasi ke generasi muda atau orang yang tidak punya latar belakang budaya Jawa, mungkin kurang menarik. Harus ada sentuhan baru,” kata politikus PDIP ini.
Lebih jauh, Samuel menekankan pentingnya setiap karya, baik seni pertunjukan maupun produk kriya, memiliki alur cerita (storytelling). “Produk seperti tas, gantungan kunci, kuliner, hingga tari, semua harus punya storytelling. Dengan begitu, karya tidak hanya indah dipandang, tapi juga berkesan dan punya nilai tambah,” ucapnya.
Samuel bahkan membayangkan jika 35 komekraf di Jateng mampu menampilkan representasi seni dan produk berbeda sesuai subsektor. “Bayangkan, ada 17 subsektor ekonomi kreatif. Kalau setiap daerah memunculkan gagasan berbeda, itu akan jadi kekuatan yang luar biasa,” tegasnya.
Dukungan Kementerian
Sejalan dengan itu, Deputi Bidang Pengembangan Strategi Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI, Cecep Rukendi yang turut hadir juga memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut Jateng sebagai provinsi dengan komunitas kreatif paling solid di Indonesia.
“Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sudah ada 28 yang memiliki komite ekonomi kreatif. Secara komunitas, ini kuat sekali. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara pelaku kreatif dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah pusat mendorong agar seluruh pemda di Jawa Tengah bisa sejalan dengan Asta Cita dan RPJMN yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu prioritas pembangunan. Karena itu, Kemenparekraf menilai perlu adanya dinas khusus ekonomi kreatif di tingkat daerah agar pelaku kreatif punya mitra resmi dalam membangun ekosistem.
“Kami ingin ada counterpart yang jelas bagi pelaku kreatif di daerah. Jadi, mereka tidak berjuang sendirian, tapi ada lembaga resmi yang mendukung,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan tiga fokus utama pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Pertama, pengembangan talenta melalui upskilling dan reskilling. Tujuannya agar pelaku kreatif bisa naik kelas, dari usaha mikro menjadi kecil, kemudian menengah, hingga mampu bersaing di level nasional dan internasional. “Lokal-lokal champion itu harus kita cetak. Bukan hanya bisa bertahan di pasar domestik, tapi juga bisa go internasional,” katanya.
Kedua, penguatan pasar. Menurutnya, pelaku kreatif tidak boleh berhenti pada produksi dan jualan semata. Yang membedakan karya kreatif adalah inovasi dan kekayaan ide yang bisa dikomersialisasi dengan baik. “Banyak yang bisa bikin baju bagus, banyak yang bisa bikin kuliner enak. Tapi yang membedakan adalah kreativitasnya. Itu yang harus dijaga dan dikembangkan,” ucapnya.
Ketiga, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Karya kreatif, katanya, tidak boleh hanya berhenti di produksi, tapi juga harus terlindungi secara hukum agar bisa dikomersialisasikan dengan aman.
“Kami punya program bagaimana menyadarkan para pelaku kreatif untuk melindungi karya cintanya, dan sekaligus mengkomersialisasikannya. Jadi, kreativitas mereka punya nilai ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan kombinasi komunitas kreatif yang kuat, dukungan regulasi, dan pendampingan dari pusat, baik Samuel maupun Kemenparekraf optimistis Jawa Tengah bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif nasional.
“Kalau semua KEK ini solid, berbasis data, punya pembinaan artisan yang jelas, dan menyuguhkan karya orisinal, bukan hanya meniru tren, saya yakin Jateng akan jadi pusat ekonomi kreatif yang diperhitungkan,” tutup Samuel. (tb)
Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi
NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...
Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...
Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...
Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...
Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...
Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...
Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...
Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...
ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...
Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...
Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...
Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

