
NEWSREAL.ID, TAWANGMANGU- Sejumlah petani kopi dari berbagai dusun di Tawangmangu belum lama ini mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (DRTPM): Adopsi Teknologi dan Inovasi Pemasaran Digital untuk Pengembangan Produksi Kopi dan Perekonomian Kelompok Tani Kopi PROHUTANI Tawangmangu”.
Berlokasi di kawasan Sekipan, Tawangmangu, Karanganyar, kegiatan ini diinisiasi oleh Tim Pengabdian Masyarakat (SDGs) dari Departemen Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro.
FGD yang berlangsung hampir tiga jam itu menjadi wadah bagi para petani untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan strategi keberlanjutan berbasis nilai tambah di sektor kopi.
Sadiyono (47), petani dari Sekipan menuturkan, selama enam tahun terakhir dirinya mengelola kopi di lahan perhutani dengan teknik pengeringan biji selama tiga minggu demi menjaga cita rasa. “Kopi itu bukan sekadar panen dan jual. Saya rawat tanahnya, jemur biji dengan benar, dan kasih cerita ke konsumen,” ujarnya.
Cerita lain datang dari Hartono (50) yang bereksperimen memfermentasi kopi dengan stroberi untuk menciptakan rasa unik, serta Wahyu Budi (45) yang baru memulai bertani kopi namun aktif belajar dari komunitas.
Mayoritas petani mengartikan keberlanjutan sebagai menjaga produksi jangka panjang tanpa merusak lingkungan. Parjo (50) menekankan pentingnya merawat tanah demi masa depan generasi berikutnya, sementara Ari Hermawan (38) mendorong agar kopi Tawangmangu menjadi oleh-oleh khas melalui proses pascapanen yang rapi dan konsisten.
Kendala Umum
Meski sebagian besar masih menjual dalam bentuk green bean ke pengepul atau koperasi, sejumlah petani mulai memasarkan langsung ke kedai atau komunitas. Kendala umum yang dihadapi antara lain belum memiliki merek, keterbatasan kemasan, kurangnya pengetahuan pemasaran digital, hingga belum adanya pembagian kelas mutu kopi secara lokal.
“Kalau ada yang bantu soal desain dan cara jual online, itu sangat membantu,” ujar Tito Arifin (30), petani muda. Podo, petani lainnya, menambahkan bahwa sortir kualitas dapat mendongkrak harga jual. Dukungan yang diharapkan para petani meliputi pelatihan teknik pascapanen, pendampingan pemasaran, bantuan peralatan sangrai dan jemur, hingga fasilitasi pemasaran digital.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (SDGs) Departemen Administrasi Bisnis Fisip Undip, Dr Reni Shinta Dewi, M.Si memastikan, seluruh masukan akan menjadi bahan penyusunan modul pelatihan lanjutan. “Fokus ke depan mencakup integrasi teknologi, inovasi produk, dan edukasi pemasaran digital,” ujar Reni yang juga dosen Administrasi Bisnis Undip ini.
FGD ini menjadi langkah awal membentuk ekosistem pertanian kopi berkelanjutan di Tawangmangu. Melalui kolaborasi petani, akademisi, dan komunitas, kopi Kalisoro diharapkan tak hanya unggul dari segi rasa, tetapi juga kaya akan cerita proses di baliknya. (tb)
Marak Berantas Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Pakar IPB University Sarankan Tiga Strategi Efektif
LEDAKAN populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta kian meresahkan. Di tengah rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas penangkapan massal, pakar IPB University mengingatkan bahwa...
RI Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan Tinggi dan Riset dengan Slowakia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, riset, dan teknologi dengan Slowakia guna memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Kerja sama...
Kemdiktisaintek-LPDP Perkuat Riset Energi dan Pengelolaan Sampah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan guna mendorong riset prioritas nasional, khususnya di sektor energi...
Prabowo Minta Kampus Gerak Cepat Cari Cara Hemat BBM, Target Rampung April
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi segera menyusun kajian cepat untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tingginya harga energi global....
Kemdiktisaintek Gandeng Kampus dan Industri, Kebut Pengembangan PLTSa
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melibatkan perguruan tinggi dan sektor industri dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berbasis kajian ilmiah...
Resmi! Puasa Mulai 19 Februari, Tarawih Digelar Rabu Malam
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diumumkan Kementerian Agama usai menggelar Sidang Isbat...
Undip Dampingi Peternak Kadirejo Dorong Produktivitas Ternak
PABELAN- Upaya meningkatkan kesejahteraan petani-peternak terus digencarkan. Baru-baru ini sejumlah dosen dari Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Balai Desa Desa Kadirejo,...
Prabowo Siap Bangun 10 Kampus Baru 2026
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 10 universitas baru pada tahun ini. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi besar memperkuat kualitas birokrasi sekaligus...
Mendiktisaintek: Kampus Harus Jadi Motor Pemajuan Kebudayaan Indonesia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan nasional. Pandangan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian...
Kemdiktisaintek Genjot Hilirisasi Sepanjang 2025
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah terus mendorong agar hasil riset tidak berhenti di laporan atau jurnal. Sepanjang tahun anggaran 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek)...
Mutu Riset Jadi Kunci Kampus Indonesia Tembus Peringkat Dunia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa kualitas serta dampak penelitian perguruan tinggi di Indonesia menjadi faktor kunci dalam...
Undip Gandeng King’s College London dan Puskesmas Rowosari Kuatkan Psikoedukasi Pasien Diabetes
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pendekatan pengelolaan diabetes kini tak lagi hanya berfokus pada aspek medis semata. Dukungan psikologis dan kemampuan merawat diri menjadi kunci penting dalam meningkatkan...

