Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Tiongkok-AS Lanjutkan Konsultasi Dagang di Tengah Ancaman Tarif

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 14 Oktober 2025 18:05 WIB
Tiongkok-AS Lanjutkan Konsultasi Dagang di Tengah Ancaman Tarif
NEWSREAL.ID - PEMBICARAAN TIONGKOK-AS: Delegasi Tiongkok dan AS mengadakan pembicaraan tentang isu ekonomi dan perdagangan di Madrid, Spanyol pertengahan September lalu. (Foto: Xinhua)

NEWSREAL.ID, BEIJING- Tiongkok dan Amerika Serikat dikabarkan terus melanjutkan konsultasi perdagangan di tengah meningkatnya ketegangan ekonomi antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok, Selasa (14/10).

“Kedua pihak tetap menjalin komunikasi dalam kerangka mekanisme konsultasi perdagangan Tiongkok-AS dan telah menggelar pembicaraan tingkat kerja kemarin,” ujar kementerian itu dalam pernyataannya resmi di Beijing.

baca : Sri Mulyani: Indonesia Cermati Ancaman Tarif Tambahan dari Trump

Kementerian tersebut menyebut, empat putaran konsultasi sebelumnya menunjukkan bahwa Beijing dan Washington masih mampu menemukan titik temu dalam berbagai isu, selama didasarkan pada prinsip saling menghormati dan kesetaraan.

Namun Tiongkok memperingatkan Amerika Serikat agar tidak bersikap kontradiktif, menyerukan dialog di satu sisi, tetapi di sisi lain menekan Beijing dengan ancaman dan sanksi baru.

“Ini adalah pendekatan yang keliru dalam berinteraksi dengan Tiongkok,” tegas pernyataan tersebut.

Baca : Kelebihan Brimob Polri Hingga Disejajarkan Dengan Pasukan Elit SWAT Kebanggan Amerika Serikat

Tuduhan Trump

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu mengancam akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap produk asal Tiongkok paling lambat 1 November. Trump menuduh Beijing bersikap “agresif” dalam perdagangan dan manipulatif dalam kebijakan industrinya.

Sebagai tanggapan, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan bahwa mulai 8 November, pihaknya akan memberlakukan pengendalian ekspor terhadap sejumlah komoditas strategis, termasuk unsur tanah jarang menengah dan berat, baterai litium, bahan anoda grafit buatan, serta peralatan penambangan dan pemrosesan logam tanah jarang dan bahan berkekuatan tinggi.

Langkah itu dinilai sebagai respons strategis Beijing terhadap kebijakan proteksionis Washington, sekaligus upaya mempertahankan posisi Tiongkok dalam rantai pasok global, di tengah rivalitas ekonomi dan teknologi yang semakin sengit. (tb)

Baca : Leo XIV, Paus Pertama Asal Amerika Serikat

Berita Terbaru

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Ombudsman Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor 150 Ribu Mobil Niaga dari India

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah mengimpor 150 ribu mobil niaga dari India untuk mendukung logistik Koperasi Desa menuai sorotan. Ombudsman RI menyarankan agar kebijakan tersebut dievaluasi...

Mudik Lebaran 2026, PT Pelni Beri Diskon Tiket 30 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik buat calon pemudik jalur laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama periode mudik Lebaran...

Malaysia Dukung RI Pimpin D-8, Titip Pesan: Jangan Lupa UMKM!

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Malaysia resmi kasih “lampu hijau plus dukungan penuh” buat Indonesia yang lagi pegang tongkat komando organisasi Developing Eight (D-8). Tapi ada satu catatan...

Airlangga Ingatkan Dampak Perang AS-Iran: Harga BBM Bisa Ikut Terkerek

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tak hanya berdampak pada geopolitik global, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Menteri...

Soal Moratorium Ritel Modern, Menkop: Itu Kewenangan Pemda, Bukan Pemerintah Pusat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan kebijakan moratorium atau penghentian sementara izin pembangunan ritel modern sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah (pemda), bukan ranah Kementerian...

Kemenaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Tetap Ada, Maksimal H-7 Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadan sudah berjalan sepekan, dan pertanyaan klasik menjelang Lebaran kembali muncul: kapan THR cair? Bagi pengemudi ojek online (ojol), kabar baiknya Bonus Hari...

Leave a comment