
NEWSREAL.ID, PADANG- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menanggapi kritik Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) yang menuding Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah melempar tanggung jawab atas bencana banjir dan longsor.
Pemprov Sumbar menegaskan, pernyataan Gubernur telah disampaikan sesuai dengan kewenangan masing-masing institusi. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Asmin, mengatakan dirinya tidak melihat ada pernyataan Gubernur yang dimaksudkan untuk menghindari tanggung jawab. Menurutnya, Mahyeldi justru menyampaikan pandangan terkait perlunya perbaikan tata kelola hutan.
“Saya tidak mengerti apa yang dipersoalkan Walhi. Yang saya dengar, Gubernur menyampaikan saran agar tata kelola hutan diperbaiki, dengan mencontohkan pemanfaatan kayu tumbuh alami di lahan masyarakat yang selama ini kurang melibatkan peran daerah, khususnya kabupaten dan kota,” kata Ferdinal saat dihubungi, Minggu (14/12).
Baca juga: Banjir Sumatera: Fasilitas Kesehatan Mulai Pulih, Kemenkes Kerahkan Ribuan Nakes
Ia menambahkan, usulan tersebut dinilai wajar karena kewenangan perizinan kehutanan berada di pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah hanya dapat memberikan masukan atau rekomendasi sesuai aturan yang berlaku.
Menanggapi kritik Walhi terkait rekomendasi izin perusahaan di kawasan hutan, Ferdinal menjelaskan bahwa sebagian besar perusahaan yang disebut masih dalam tahap proses perizinan dan belum beroperasi. Bahkan, salah satu rencana izin di Kabupaten Solok Selatan disebutkan mengarah pada kegiatan restorasi ekosistem.
“Perizinan berusaha kehutanan saat ini diarahkan ke usaha multiguna, tidak semata-mata eksploitasi kayu,” ujarnya. Ferdinal juga membantah tudingan adanya pencaplokan wilayah perhutanan sosial di Solok Selatan untuk kepentingan usaha hasil hutan kayu alam.
Ia menegaskan, perizinan kehutanan tidak diperbolehkan tumpang tindih. “Dalam transformasi kebijakan kehutanan nasional, justru diarahkan agar izin usaha mempertimbangkan penyediaan lahan kelola bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Wilayah Korporasi
Dirinya menyebutkan, dalam lima tahun terakhir tidak ada penambahan wilayah izin untuk korporasi di Sumatera Barat. Sebaliknya, wilayah kelola masyarakat melalui skema perhutanan sosial justru meningkat dan luasannya mencapai dua kali lipat dibanding wilayah kelola korporasi.
Terkait keberadaan izin tambang di kawasan hutan, Ferdinal mengakui hal tersebut memang ada. Namun, ia menegaskan Pemprov Sumbar bersama pemerintah pusat terus berupaya menertibkan aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan. “Laju deforestasi di Sumbar relatif kecil. Sebagian deforestasi terjadi karena kebutuhan fasilitas sosial, fasilitas umum, dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Walhi Gugat Sejumlah Pasal Lingkungan dalam UU Ciptaker ke MK
Sebelumnya, Walhi Sumatera Barat melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Gubernur Mahyeldi yang disampaikan dalam dialog televisi terkait perizinan kehutanan. Direktur Eksekutif Walhi Sumbar, Wengki Purwanto, menilai pemerintah daerah dan pusat merupakan aktor utama yang bertanggung jawab atas bencana ekologis di Sumatera Barat.
Walhi juga menyoroti sejumlah kebijakan dan rekomendasi Pemprov Sumbar terkait izin kehutanan, perkebunan, dan pertambangan yang dinilai berkontribusi pada kerusakan hutan serta memperparah risiko bencana. Kritik tersebut ditutup dengan penilaian bahwa kebijakan yang ada lebih memperluas skala eksploitasi ketimbang memulihkan krisis ekologis. (ct)
Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Setor Rp17 Triliun ke Dewan Perdamaian Trump
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen memberikan dana sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17 triliun untuk bergabung...
Mensos: Efisiensi Anggaran Tak Akan Sentuh Bansos
NEWSREAL.ID, SURABAYA- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan kebijakan efisiensi anggaran yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto tidak akan berdampak pada bantuan sosial (bansos)...
Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret, Polri Imbau WFA untuk Hindari Penumpukan Kendaraan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai potensi kemacetan saat arus balik Lebaran 2026. Langkah...
Menhub Pastikan Mudik-Balik Lancar
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan seluruh fasilitas transportasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan optimal. Pernyataan itu disampaikan saat...
Usai Lebaran, ASN WFH 1 Hari per Pekan, Pemerintah Klaim Hemat BBM hingga 20 Persen
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah Lebaran 2026. Skema ini dirancang sebagai langkah efisiensi energi...
Arus Balik Lebaran, KAI Siapkan 293 Ribu Kursi ke Jakarta
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan ketersediaan kursi kereta api untuk arus balik Lebaran 2026 masih aman. Tercatat, sebanyak 293.937 tempat duduk masih...
Arus Balik Lebaran, Polri Minta Pemudik Manfaatkan Diskon Tol 26-27 Maret
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat memanfaatkan diskon tarif tol saat arus balik Lebaran pada 26–27 Maret 2026 guna mengurai kepadatan kendaraan....
Ini Daftar Wilayah RI Berpotensi Paling Panas di Kemarau 2026 Versi BMKG
NEWSREAL.ID, JAKARTA– BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami suhu lebih panas selama musim kemarau 2026, meski tidak seekstrem tahun 2024. Dalam laporan Climate...
Prabowo Buka Alasan RI Gabung BoP
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan Indonesia bersama negara-negara mayoritas Muslim bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Keputusan itu disebut sebagai...
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Jejaknya dari Bisnis hingga Olahraga
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar duka datang dari dunia bisnis dan olahraga Indonesia. Pimpinan Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu...
Resmi! Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan langsung...
Diskon 30 Persen Diserbu, 280 Ribu Penumpang KA Berangkat dari Jakarta
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program diskon tarif 30 persen kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 mendapat respons tinggi. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sekitar 280...

