
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, ancaman pembekuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta merumahkan 16.000 pegawainya bukan ide pribadinya.
Menurut dia, langkah keras itu merupakan perintah langsung dari pimpinan di atasnya, jika dalam satu tahun ke depan tidak ada perbaikan signifikan di internal Bea Cukai.
Purbaya menegaskan pernyataan itu disampaikan sebagai “cambuk” agar seluruh pegawai DJBC sungguh-sungguh berbenah dan meningkatkan pengawasan.
Baca juga: Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai
Pemerintah, katanya, tidak ingin pengalaman masa Orde Baru terulang, ketika tugas bea cukai sempat dialihkan ke perusahaan asing seperti Societe Generale de Surveillance (SGS) dari Swiss.
“Kami kasih waktu setahun untuk betulin. Kalau tidak, 16.000 pegawai Bea Cukai kita rumahkan. Itu bukan dari saya, itu dari bos di atas,” ujar Purbaya dalam Dialog Interaktif Pemerintah Pusat dan Daerah di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/12).
“Saya pakai itu untuk pecut Bea Cukai supaya bekerja lebih baik, supaya kita tidak perlu menyerahkan (tugas) ke asing. Masa negara kita nggak mampu.” Ia mengungkap masih banyak celah kebocoran dalam pelayanan dan pengawasan ekspor.
Temukan Kejanggalan
Saat melakukan sidak ke pelabuhan, Purbaya menemukan kejanggalan harga barang yang dilaporkan terlalu rendah dibanding harga sebenarnya di pasaran. “Cek barang tertulis cuma 7 dollar AS, tapi di toko online jauh lebih mahal. Dari situ kelihatan ini harganya beda. Kenapa bisa murah? Mereka lihat-lihatan saja. Artinya masih main,” katanya.
Purbaya menargetkan, dalam 12 bulan masa pembenahan, pengawasan Bea Cukai benar-benar ketat sehingga praktik penyelundupan, terutama barang ilegal dari Tiongkok bisa ditekan habis.
Baca juga: Bea Cukai Pertimbangkan Salurkan Baju Impor Ilegal untuk Korban Bencana
“Tidak ada sejarahnya Indonesia kalah sama Tiongkok. Kublai Khan saja kita kalahin. Kita ini dari dulu lebih licik, masa lupa liciknya,” ujarnya berkelakar. “Setahun ke depan saya akan betulin Bea Cukai supaya tidak ada lagi barang selundupan dari Tiongkok yang ilegal.” (tb)
Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi
NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...
Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...
Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...
Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...
Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...
Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...
Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...
Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...
ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...
Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...
Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...
Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

