Ekonomi Bisnis

Purbaya: Ancaman Rumahkan 16 Ribu Pegawai Bea Cukai Bukan dari Saya, Itu Perintah Atasan

Tim Redaksi, Admin
Jumat, 12 Desember 2025 19:44 WIB
Purbaya: Ancaman Rumahkan 16 Ribu Pegawai Bea Cukai Bukan dari Saya, Itu Perintah Atasan
NEWSREAL.ID - SIDAK MENKEU: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Tanjung Perak, Surabaya, beberapa waktu lalu. (Foto: Kemenkeu)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, ancaman pembekuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta merumahkan 16.000 pegawainya bukan ide pribadinya.

Menurut dia, langkah keras itu merupakan perintah langsung dari pimpinan di atasnya, jika dalam satu tahun ke depan tidak ada perbaikan signifikan di internal Bea Cukai.

Purbaya menegaskan pernyataan itu disampaikan sebagai “cambuk” agar seluruh pegawai DJBC sungguh-sungguh berbenah dan meningkatkan pengawasan.

Baca juga: Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai

Pemerintah, katanya, tidak ingin pengalaman masa Orde Baru terulang, ketika tugas bea cukai sempat dialihkan ke perusahaan asing seperti Societe Generale de Surveillance (SGS) dari Swiss.

“Kami kasih waktu setahun untuk betulin. Kalau tidak, 16.000 pegawai Bea Cukai kita rumahkan. Itu bukan dari saya, itu dari bos di atas,” ujar Purbaya dalam Dialog Interaktif Pemerintah Pusat dan Daerah di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/12).

“Saya pakai itu untuk pecut Bea Cukai supaya bekerja lebih baik, supaya kita tidak perlu menyerahkan (tugas) ke asing. Masa negara kita nggak mampu.” Ia mengungkap masih banyak celah kebocoran dalam pelayanan dan pengawasan ekspor.

Temukan Kejanggalan

Saat melakukan sidak ke pelabuhan, Purbaya menemukan kejanggalan harga barang yang dilaporkan terlalu rendah dibanding harga sebenarnya di pasaran. “Cek barang tertulis cuma 7 dollar AS, tapi di toko online jauh lebih mahal. Dari situ kelihatan ini harganya beda. Kenapa bisa murah? Mereka lihat-lihatan saja. Artinya masih main,” katanya.

Purbaya menargetkan, dalam 12 bulan masa pembenahan, pengawasan Bea Cukai benar-benar ketat sehingga praktik penyelundupan, terutama barang ilegal dari Tiongkok bisa ditekan habis.

Baca juga: Bea Cukai Pertimbangkan Salurkan Baju Impor Ilegal untuk Korban Bencana

“Tidak ada sejarahnya Indonesia kalah sama Tiongkok. Kublai Khan saja kita kalahin. Kita ini dari dulu lebih licik, masa lupa liciknya,” ujarnya berkelakar. “Setahun ke depan saya akan betulin Bea Cukai supaya tidak ada lagi barang selundupan dari Tiongkok yang ilegal.” (tb)

Berita Terbaru

Ekspor Gas ke Negara tak Diperpanjang, HKI : Langkah Tepat

JAKARTA,NEWSREAL.ID-Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyampaikan rencana pemerintah untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga sebagai langkah tepat guna memastikan kebutuhan energi industri...

36 Investor Global Dikumpulkan OJK, Ada Apa ?

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar rapat virtual dengan 336 investor regional dan global, pada Senin (19/10/2026) lalu, guna...

Operasional KDKMP 1 Oktober, BUMN Pendukung Teken PKS dengan Agrinas

JAKARTA,NEWSREAL.ID – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan sejumlah mitra BUMN untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang...

Era Prabowo Subianto Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun Dilunasi

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia...

Diwa Foundation Hadir di Gorontalo, Penuhi Undangan Bank Indonesia untuk Ramaikan Event HARFEST 2026

GORONTALO, NEWSREAL.ID – Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Pemprov Gorontalo dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Festival Kuliner dalam rangkaian Hulonthalo Art...

Logis 08: Penguatan Rupiah dan IHSG Dipengaruhi Tren Positif Pelaku Pasar yang Diinisiasi Sufmi Dasco

JAKARTA,NEWSREAL.id – Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan pelaku...

Rupiah Kian Dekati Rp 18.000, Begini Komitmen BI

JAKARTA,NEWSREAL.id – Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,. Hal tersebut menjadi komitmen BI seperti yang disampaikan gubernurnya belum...

KSP Tegaskan Ucapan Presiden soal Dolar terkait Pemakaian Sumber Daya di Desa

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pernyataan Presiden Prabowo terkait warga desa tidak menggunakan dolar AS karena ingin menyoroti bahwa masyarakat di desa menggunakan sumber daya lokal. Hal...

Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah Dipertanyakan

JAKARTA,NEWSREAL.id – Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti kinerja Bank Indonesia (BI) yang merespons pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi di...

Penandatanganan MoU Danantara-Hisense Disaksikan Prabowo di Kartanegara

JAKARTA,NEWSREAL.id– Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 15 Mei 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja...

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...

Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...

Leave a comment