Politik

Isu Reshuffle Mengemuka, Golkar Serahkan Nasib Kader di Kabinet ke Presiden

Tim Redaksi, Admin
Rabu, 28 Januari 2026 18:35 WIB
Isu Reshuffle Mengemuka, Golkar Serahkan Nasib Kader di Kabinet ke Presiden
NEWSREAL.ID - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia (tengah). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Partai Golkar menyatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait posisi kadernya di kabinet kepada Presiden Prabowo Subianto, di tengah menguatnya isu kocok ulang kabinet atau reshuffle.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, apabila dilakukan evaluasi maupun penilaian kinerja terhadap menteri-menteri dari Golkar, partainya menghormati sepenuhnya kewenangan presiden.

“Kalau misalnya terjadi evaluasi, kemudian penilaian kinerja terhadap kader-kader yang kami kirim, ya kami sepenuhnya menyerahkan kepada Pak Prabowo,” ujar Doli dalam program Inside Politics CNNIndonesia TV, Selasa (27/1/2026) malam.

Menurut Doli, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden dan hal yang lazim dalam dinamika pemerintahan. Ia menilai, presiden secara rutin memantau kinerja para menterinya, terutama dalam menjalankan program-program yang telah dikampanyekan kepada publik.

“Presiden perlu memastikan performa pemerintahan berjalan baik. Performa itu termasuk kinerja kabinetnya. Karena itu, presiden setiap hari memonitor dan mengevaluasi apakah program yang sudah ditetapkan melalui visi dan agenda pemerintahan benar-benar tersampaikan atau tidak,” katanya.

Dukung Pemerintahan

Doli juga menegaskan, Partai Golkar akan tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran meskipun nantinya ada kader partainya yang terkena reshuffle. Dukungan tersebut, kata dia, merupakan komitmen kelembagaan partai.

“Komitmen ini adalah komitmen institusi. Ketua Umum kami sudah menegaskan kepada seluruh kader agar bekerja dengan sungguh-sungguh, membantu Presiden untuk kepentingan bangsa dan negara. Namun, penilaian akhirnya tetap berada di tangan Pak Prabowo,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyampaikan bahwa evaluasi terhadap kinerja menteri merupakan hal yang pasti dilakukan presiden, khususnya terkait program-program prioritas pemerintah.

Evaluasi tersebut dapat berupa rekomendasi, saran, arahan, hingga instruksi. Dalam konteks dan waktu tertentu, evaluasi itu juga berpotensi berujung pada keputusan politik lanjutan. “Dalam konteks tertentu dan timeline tertentu, evaluasi itu bisa saja berujung pada bentuk-bentuk keputusan politik yang lain,” kata Qodari.

Sebelumnya, Istana juga telah menanggapi isu reshuffle kabinet. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga kini belum ada agenda Presiden Prabowo Subianto untuk merombak susunan menteri di Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. “Reshuffle kabinet? Belum, belum, belum ada,” ujar Prasetyo di kompleks parlemen, Senin (19/1/2026). (tb)

Berita Terbaru

Berdiskusi dengan Duta Mario Ignacio, Stafsus Menag Gugun Gumilar Perkuat Hubungan Indonesia-Chili

JAKARTA,NEWSREAL.id – Hubungan Indonesia–Chili semakin dipererat secara harmonis. Sebuah pertemuan hangat dan akrab berlangsung antara Mario Ignacio Artaza Loyola, Duta Besar Chili untuk Indonesia, ASEAN,...

Serangan Terstruktur dan Masiv Diarahkan ke Prabowo, Ini Kata Pengamat Intelejen

Serangan kepada Prabowo Subianto dilihat di berbagai platform digital seperti Facebook, X, YouTube, Instagram, hingga Threads. Pemerintah diminta waspada terhadap serangan modern ini. Amir Hamzah menyebut operasi semacam itu dikenal sebagai psychological operation atau psyops digital.

Keterwakilan Perempuan Minimal 30 Persen! Ormas G-Nesia : Keputusan MK Wajib Didukung

JAKARTA,NEWSREAL.id– Mahkamah Konstitusi menyatakan partai politik dapat digugurkan atau tidak diikutsertakan dalam pemilu di daerah pemilihan tertentu apabila tidak memenuhi kuota caleg perempuan sebesar 30...

Kurban Presiden Pakai APBN, Stafsus Menang :Sah Secara Agama dan Hukum Negara

JAKARTA,NEWSREAL.id – Program bantuan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan viral di medsos belakangan ini, bukan sesuatu...

Danantara Disorot, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

JAKARTA,NEWSREAL.id – Ketua Umum Relawan Pemenangan Prabowo– Gibran saat Pilpres 2024 Logis 08, Anshar Ilo menyoroti belum terlihatnya perkembangan yang signifikan terkait realisasi proyek Perkampungan...

Cerita Hercules Pada HUT GRIB JAYA, DItawari Uang Setengah Triliun Agar Tak Dukung Prabwo

JAKARTA – Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB ) Jaya merayakan ulang tahun ke-15 nya, Minggu (10/5/2026). Puncak peringatan milad ormas terbesar di Indonesia ini...

Marahnya JK, Hingga Sebut-sebut Termul

JAKARTA, newsreal.id – Nada tinggi Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terdengar di hadapan wartawan saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta...

MBG Berdampak baik bagi Ekonomi Masyarakat, Ini Penilaian Gubernur Lemhanas

JAKARTA,newsreal.id – Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah menuai reaksi pro dan kontra. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace...

PDIP Desak PBB Lebih Tegas ke Israel Usai Delapan Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) menilai insiden yang menimpa delapan prajurit TNI di Lebanon harus menjadi momentum bagi PBB untuk bersikap lebih tegas terhadap Israel....

DPR Dorong Perlindungan Pekerja Kreatif, Kasus Amsal Jadi Sorotan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah mendorong kementerian-kementerian strategis untuk berkolaborasi dalam memberikan perlindungan bagi pekerja kreatif, menyusul kasus yang menimpa videografer...

Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif, Kontras: Kondisi Belum Stabil

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Indria Fernida, mengungkapkan kondisi Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air...

DPR Usul Pelanggaran THR Dijerat Pidana, Bukan Sekadar Sanksi Administratif

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong pelanggaran pembayaran tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan agar dipertimbangkan masuk ranah pidana, tidak lagi...