
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Banjir bandang yang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil dan korban jiwa, tetapi juga memperlihatkan rapuhnya daya dukung lingkungan akibat eksploitasi hutan dan pertambangan yang tidak terkendali.
Ketua Umum Generasi Nasional Indonesia (G-Nesia) sekaligus Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari menilai, bencana hidrometeorologi yang berulang di Sumatera tidak bisa lagi dipandang semata sebagai faktor alam. Menurutnya, kerusakan ekosistem hulu akibat pembukaan lahan, deforestasi, serta aktivitas pertambangan berkontribusi besar terhadap meningkatnya risiko banjir bandang.
“Banjir bandang yang terjadi di Sumatera harus menjadi bahan refleksi nasional. Pemerintah perlu mengkaji secara serius kebijakan penerbitan maupun perpanjangan izin pengelolaan hutan dan izin usaha pertambangan. Jangan sampai izin diberikan tanpa mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan,” ujar Diah dalam keterangannya, Minggu, (11/1/2026).
Diah menekankan bahwa hutan memiliki fungsi ekologis vital sebagai penyangga sistem hidrologi. Ketika tutupan hutan berkurang drastis, kemampuan tanah untuk menyerap air hujan ikut menurun. Akibatnya, limpasan air meningkat dan memicu banjir bandang, longsor, serta sedimentasi sungai di wilayah hilir.
Ia mengingatkan bahwa sejumlah daerah di Sumatera dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan bentang alam yang signifikan. Aktivitas pembukaan lahan skala besar, baik untuk perkebunan maupun pertambangan, dinilai kerap mengabaikan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.
“Kalau kita lihat pola bencananya, hampir selalu berulang di wilayah yang tutupan hutannya terus menyusut. Ini bukan kebetulan. Ada hubungan sebab-akibat yang jelas antara kerusakan lingkungan dan meningkatnya intensitas bencana,” tegasnya.
Menurut Diah, evaluasi izin tidak cukup hanya bersifat administratif. Pemerintah perlu melakukan audit lingkungan secara menyeluruh terhadap perusahaan pemegang izin, termasuk menilai kepatuhan terhadap analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), kewajiban reklamasi, serta pemulihan ekosistem pascaoperasi.
“Evaluasi harus berbasis data ilmiah dan kondisi lapangan. Jika ditemukan pelanggaran atau dampak lingkungan yang serius, pemerintah tidak boleh ragu untuk menghentikan, mencabut, atau tidak memperpanjang izin,” ujarnya.
Orientasi Ekonomi
Lebih jauh, Diah menilai kebijakan pembangunan yang terlalu berorientasi pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek berpotensi menimbulkan biaya ekologis dan sosial yang jauh lebih besar di masa depan. Banjir bandang, menurutnya, adalah bentuk “utang ekologis” yang harus dibayar oleh masyarakat akibat pengelolaan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan.
“Kerugian akibat bencana tidak hanya soal infrastruktur rusak, tetapi juga kehilangan mata pencaharian, terganggunya pendidikan, hingga trauma sosial. Semua itu seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan pemberian izin,” kata Diah.
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang advokasi generasi dan isu lingkungan, G-Nesia dan Diwa Foundation mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Diah menilai kebijakan kehutanan, pertambangan, tata ruang, dan mitigasi bencana masih sering berjalan sendiri-sendiri tanpa kerangka perlindungan lingkungan yang terpadu.
“Perencanaan tata ruang harus benar-benar berbasis risiko bencana. Wilayah hulu, daerah resapan, dan kawasan lindung tidak boleh dikompromikan hanya demi investasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan. Menurut Diah, warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan tambang sering kali menjadi pihak pertama yang merasakan dampak kerusakan lingkungan, namun justru minim dilibatkan dalam proses perizinan.
“Partisipasi publik harus diperkuat. Masyarakat lokal memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung terhadap perubahan lingkungan di wilayahnya. Suara mereka tidak boleh diabaikan,” katanya.
Selain evaluasi izin, Diah mendorong pemerintah untuk mempercepat rehabilitasi hutan dan daerah aliran sungai (DAS) yang kritis di Sumatera. Upaya pemulihan ekosistem, menurutnya, harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar proyek jangka pendek.
“Rehabilitasi hutan dan DAS harus menjadi prioritas nasional. Tanpa pemulihan ekosistem, risiko banjir bandang akan terus menghantui masyarakat,” ujar Diah.
Ia menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut bukan bertujuan menghambat pembangunan, melainkan memastikan pembangunan berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan. Diah berpendapat bahwa keberlanjutan lingkungan justru menjadi fondasi utama bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
“Pembangunan dan pelestarian lingkungan bukan dua hal yang saling meniadakan. Yang kita butuhkan adalah kebijakan yang adil, tegas, dan berpihak pada keselamatan rakyat serta kelestarian alam,” katanya.
Menutup pernyataannya, Diah berharap tragedi banjir bandang di Sumatera dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan koreksi kebijakan secara menyeluruh. Ia menilai tanpa perubahan pendekatan, bencana serupa akan terus berulang dengan skala dampak yang semakin besar.
“Bencana ini seharusnya menjadi peringatan keras. Kita tidak bisa terus mengorbankan lingkungan dan berharap alam akan selalu memaafkan. Saatnya negara hadir dengan kebijakan yang lebih bertanggung jawab,” pungkas Diah. (tb)
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...
Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya
JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...
Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN
Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...
Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas
JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...
Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati
JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...
Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi
JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...
Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung
JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...
Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...
Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi
JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional
JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....
Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara
JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...
Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan
JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...