
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program makan bergizi bagi anak-anak Indonesia dinilai bukan sekadar agenda sosial jangka pendek, melainkan investasi strategis untuk menyiapkan generasi unggul menuju visi besar bangsa.
Ketua Umum G-Nesia sekaligus Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari mengingatkan agar pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menjadikan program tersebut sebagai ladang keuntungan.
Menurutnya, orientasi utama dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus pada keberhasilan program dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia. Sebab program tersebut merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Program MBG ini bukan proyek bisnis. Ini investasi negara untuk masa depan. Jadi yang harus dikejar adalah keberhasilan programnya, bukan profitnya,” ujar Diah Warih dalam keterangannya di Jakarta, Senin, (9/3/2026).
Diwa sapaan Diah Warih menilai keberadaan SPPG memiliki peran krusial sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, integritas dan komitmen para pengelolanya sangat menentukan apakah program tersebut benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi generasi muda.
Menurut Diwa, pemenuhan gizi anak sejak dini merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Tanpa gizi yang baik, potensi anak-anak Indonesia tidak akan berkembang secara optimal.
“Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi cukup akan tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan memiliki daya saing yang lebih baik. Itulah modal utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Visi Indonesia Emas sendiri merujuk pada momentum 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045, ketika Indonesia ditargetkan menjadi negara maju dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul.
Dalam konteks tersebut, pegiat sosial ini menilai program MBG merupakan salah satu langkah konkret yang harus dijaga pelaksanaannya. Ia menegaskan, apabila program tersebut berjalan dengan baik dan tepat sasaran, maka dalam dua dekade mendatang Indonesia akan memiliki generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan global.
“Kalau hari ini kita serius memastikan anak-anak mendapat gizi yang baik, maka 20 tahun ke depan kita akan memanen generasi yang kuat dan berkualitas. Itulah inti investasi dari program MBG,” jelasnya.
Karena itu, Diwa mengingatkan para pengelola SPPG agar menjalankan program dengan penuh tanggung jawab. Proses pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi kepada para penerima manfaat harus dilakukan secara transparan dan profesional.
Pentingnya Pengawasan
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dari berbagai pihak agar program tersebut tidak disalahgunakan. “Program ini harus dijaga bersama. Jangan sampai niat baik negara untuk meningkatkan kualitas gizi anak justru tercoreng oleh praktik yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan anak, peraih berbagai penghargaan ini menilai program MBG juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian lokal.
Apabila bahan pangan yang digunakan berasal dari petani dan pelaku usaha lokal, maka program ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, petani, UMKM, serta komunitas masyarakat dapat menciptakan ekosistem yang saling menguatkan.
“Kalau bahan pangan diserap dari petani lokal dan pelaku usaha kecil dilibatkan, maka dampaknya akan sangat luas. Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, sementara ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ujar aktivis sosial ini.
Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa dampak ekonomi tersebut harus menjadi efek positif dari program, bukan tujuan utama yang menggeser misi sosialnya.
Sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial, Diwa Foundation juga mendorong berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program MBG.
Dukungan masyarakat dinilai penting agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Diwa meyakini bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran bersama untuk menjaga kualitas generasi masa depan.
“Kalau kita ingin benar-benar mencapai Indonesia Emas 2045, maka investasi terbesar harus dimulai dari anak-anak kita hari ini,” katanya. Ia pun berharap seluruh pengelola SPPG di berbagai daerah dapat menjalankan tugasnya dengan penuh komitmen dan semangat pengabdian.
Dengan demikian, program MBG tidak hanya menjadi program bantuan makanan semata, tetapi benar-benar menjadi fondasi bagi lahirnya generasi unggul Indonesia.
“Keuntungan dari program ini bukan dihitung dari angka rupiah hari ini, tetapi dari kualitas generasi Indonesia di masa depan. Dan generasi itulah yang nantinya membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (tb)
Koalisi Sipil Desak Perintah Siaga 1 TNI Dicabut
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Instruksi siaga 1 dari Panglima TNI di tengah memanasnya konflik Timur Tengah menuai sorotan. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai langkah tersebut tidak memiliki...
Pemerintah Siapkan Benih Jagung Gratis untuk 1 Juta Hektare, Dorong Target Swasembada Pangan
NEWSREAL.ID, OGAN ILIR- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan benih jagung gratis untuk lahan seluas hingga 1 juta hektare sebagai upaya mempercepat peningkatan produksi jagung...
BGN Luruskan Isu Menu MBG: Program Ini Cuma Penuhi Sepertiga Kebutuhan Gizi Harian
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramai kritik soal porsi dan kandungan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), akhirnya dijawab pemerintah. Badan Gizi Nasional menegaskan program tersebut memang...
Lebaran, Mendagri Minta Kepala Daerah Siaga
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menjelang arus mudik dan libur panjang Idul Fitri, pemerintah pusat ingin memastikan daerah tetap terkendali. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh...
BGN: SPPG Jadi Wajah Program Makan Bergizi Gratis di Masyarakat
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi garda terdepan dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis...
Hari Perempuan Internasional, Menteri PPPA Soroti Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret menjadi momentum bagi pemerintah untuk kembali menegaskan pentingnya perlindungan bagi pekerja rumah tangga (PRT)...
Jusuf Kalla Soal BoP: Kalau Hanya Bela AS-Israel, Indonesia Tak Perlu Jadi Anggota
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) harus benar-benar digunakan...
Reformasi Polri Mulai Difinalkan, Jimly Segera Serahkan Laporan ke Prabowo
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komite Percepatan Reformasi Polri (KPRP) memastikan rekomendasi perubahan besar di tubuh Kepolisian telah rampung. Laporan tersebut rencananya akan diserahkan kepada Presiden sebelum Lebaran...
Prabowo Siap Keluar dari BoP Jika Tak Bisa Perjuangkan Palestina
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto disebut siap mundur dari keanggotaan Board of Peace (BoP) jika forum tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan kemerdekaan...
Nusron Beberkan Sikap Prabowo soal BoP: Pilih Jalur Diplomasi, Belum Bicara Keluar
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan Presiden Prabowo Subianto tetap membuka ruang terhadap kritik dan masukan terkait keanggotaan Indonesia dalam forum perdamaian internasional Board of Peace (BoP)....
Jusuf Kalla: Indonesia Jangan Netral, Harus Berpihak pada Negara yang Diserang
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menilai Indonesia tidak seharusnya bersikap netral dalam konflik internasional ketika ada negara yang diserang. Ia...
ICMI Usul Indonesia ‘Pause’ Keanggotaan BoP Usai Serangan AS-Israel ke Iran
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyarankan pemerintah Indonesia menangguhkan sementara kewajiban keanggotaan dalam Board of Peace (BoP) menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah...

