Nasional

Diminta Tak Kejar Profit, Diah Warih: MBG adalah Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

Tim Redaksi, Admin
Selasa, 10 Maret 2026 08:41 WIB
Diminta Tak Kejar Profit, Diah Warih: MBG adalah Investasi Menuju Indonesia Emas 2045
NEWSREAL.ID - Ketua Umum G-Nesia yang juga Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari. (dua dari kanan)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program makan bergizi bagi anak-anak Indonesia dinilai bukan sekadar agenda sosial jangka pendek, melainkan investasi strategis untuk menyiapkan generasi unggul menuju visi besar bangsa.

Ketua Umum G-Nesia sekaligus Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari mengingatkan agar pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menjadikan program tersebut sebagai ladang keuntungan.

Menurutnya, orientasi utama dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus pada keberhasilan program dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia. Sebab program tersebut merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Program MBG ini bukan proyek bisnis. Ini investasi negara untuk masa depan. Jadi yang harus dikejar adalah keberhasilan programnya, bukan profitnya,” ujar Diah Warih dalam keterangannya di Jakarta, Senin, (9/3/2026).

Diwa sapaan Diah Warih menilai keberadaan SPPG memiliki peran krusial sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, integritas dan komitmen para pengelolanya sangat menentukan apakah program tersebut benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi generasi muda.

Menurut Diwa, pemenuhan gizi anak sejak dini merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Tanpa gizi yang baik, potensi anak-anak Indonesia tidak akan berkembang secara optimal.

“Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi cukup akan tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan memiliki daya saing yang lebih baik. Itulah modal utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.

Visi Indonesia Emas sendiri merujuk pada momentum 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045, ketika Indonesia ditargetkan menjadi negara maju dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Dalam konteks tersebut, pegiat sosial ini menilai program MBG merupakan salah satu langkah konkret yang harus dijaga pelaksanaannya. Ia menegaskan, apabila program tersebut berjalan dengan baik dan tepat sasaran, maka dalam dua dekade mendatang Indonesia akan memiliki generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan global.

“Kalau hari ini kita serius memastikan anak-anak mendapat gizi yang baik, maka 20 tahun ke depan kita akan memanen generasi yang kuat dan berkualitas. Itulah inti investasi dari program MBG,” jelasnya.

Karena itu, Diwa mengingatkan para pengelola SPPG agar menjalankan program dengan penuh tanggung jawab. Proses pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi kepada para penerima manfaat harus dilakukan secara transparan dan profesional.

Pentingnya Pengawasan

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dari berbagai pihak agar program tersebut tidak disalahgunakan. “Program ini harus dijaga bersama. Jangan sampai niat baik negara untuk meningkatkan kualitas gizi anak justru tercoreng oleh praktik yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan anak, peraih berbagai penghargaan ini menilai program MBG juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian lokal.

Apabila bahan pangan yang digunakan berasal dari petani dan pelaku usaha lokal, maka program ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, petani, UMKM, serta komunitas masyarakat dapat menciptakan ekosistem yang saling menguatkan.

“Kalau bahan pangan diserap dari petani lokal dan pelaku usaha kecil dilibatkan, maka dampaknya akan sangat luas. Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, sementara ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ujar aktivis sosial ini.

Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa dampak ekonomi tersebut harus menjadi efek positif dari program, bukan tujuan utama yang menggeser misi sosialnya.

Sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial, Diwa Foundation juga mendorong berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program MBG.

Dukungan masyarakat dinilai penting agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Diwa meyakini bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran bersama untuk menjaga kualitas generasi masa depan.

“Kalau kita ingin benar-benar mencapai Indonesia Emas 2045, maka investasi terbesar harus dimulai dari anak-anak kita hari ini,” katanya. Ia pun berharap seluruh pengelola SPPG di berbagai daerah dapat menjalankan tugasnya dengan penuh komitmen dan semangat pengabdian.

Dengan demikian, program MBG tidak hanya menjadi program bantuan makanan semata, tetapi benar-benar menjadi fondasi bagi lahirnya generasi unggul Indonesia.

“Keuntungan dari program ini bukan dihitung dari angka rupiah hari ini, tetapi dari kualitas generasi Indonesia di masa depan. Dan generasi itulah yang nantinya membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (tb)

Berita Terbaru

Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner

JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...

Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya

JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...

Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN

Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...

Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati

JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...

Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi

JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...

Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung

JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...

Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...

Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional

JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...

Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan

JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...