Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Pemerintah Tutup Total Atraksi Gajah Tunggang

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 10 Februari 2026 19:17 WIB
Pemerintah Tutup Total Atraksi Gajah Tunggang
NEWSREAL.ID - Atraksi menunggang gajah di salah satu lokasi wisata di Pulau Bali. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Era gajah sebagai wahana hiburan resmi berakhir. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memutuskan melarang total atraksi gajah tunggang di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya serius memuliakan satwa dan memperkuat konservasi yang beretika.

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE.6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang di Lembaga Konservasi. Edaran ini diterbitkan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) atas nama Menteri Kehutanan pada 18 Desember 2025.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Ditjen KSDAE Kemenhut Ahmad Munawir menegaskan, aturan ini bersifat mengikat dan berlaku secara nasional sejak ditandatangani.

“Ini bukan lagi imbauan. Surat edaran ini langsung berlaku dan wajib dipatuhi di seluruh Indonesia,” ujar Ahmad Munawir. Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, Kemenhut mengerahkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di tiap daerah guna melakukan pengawasan rutin terhadap lembaga konservasi dan kebun binatang yang memelihara gajah.

Sanksi tegas disiapkan bagi pengelola yang masih nekat menggelar atraksi gajah tunggang. Tahapannya dimulai dari Surat Peringatan I, II, hingga III, dengan ancaman pencabutan izin operasional lembaga konservasi secara permanen.

Kesejahteraan Satwa

Kemenhut menilai praktik gajah tunggang, baik komersial maupun non-komersial, tidak lagi sejalan dengan prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare). Keputusan ini juga diambil setelah banyaknya masukan dari masyarakat dan aktivis lingkungan yang menilai praktik tersebut bersifat eksploitatif.

Apalagi, Gajah Sumatera (Elephas maximus) saat ini berstatus sangat terancam punah (Critically Endangered) berdasarkan Daftar Merah IUCN. Dengan kondisi tersebut, setiap bentuk pemanfaatan gajah harus dilakukan dengan kehati-hatian ekstra.

“Konservasi bukan tentang hiburan, tapi tentang penghormatan terhadap kehidupan,” tegas Kemenhut dalam edaran tersebut.

Meski atraksi gajah tunggang dihentikan, fungsi edukasi di kebun binatang dan lembaga konservasi tetap berjalan. Pemerintah mendorong pengelola beralih ke pendekatan edukatif yang lebih manusiawi, seperti pengamatan perilaku alami gajah dari jarak aman dan penyampaian edukasi tentang peran penting gajah dalam ekosistem.

Pengunjung juga diimbau untuk tidak melakukan kontak fisik langsung dengan satwa demi menghindari stres dan risiko cedera. Kebijakan ini diharapkan mampu membangun kesadaran publik bahwa gajah bukan sekadar objek hiburan, melainkan makhluk hidup yang harus dihormati dan dilindungi. (tb)

Berita Terbaru

Polemik POUK Tesalonika Teluknaga, Gugun Gumilar Dorong Dialog Damai

NEWSREAL.ID, TANGERANG- Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar meminta polemik penyegelan Kantor Yayasan Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang diselesaikan...

Din Syamsuddin Serukan Persatuan Umat Islam demi Perdamaian Dunia

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Tokoh cendekiawan Muslim Indonesia yang juga mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengajak umat Islam untuk memperkuat persatuan sebagai langkah penting dalam mewujudkan...

Insentif Rp6 Juta per Hari Dihentikan Jika SPPG Tak Penuhi Standar

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menghentikan insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi...

Antisipasi El Nino, Bapanas Perkuat Cadangan Pangan dari Dalam Negeri

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) berbasis produksi dalam negeri sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang...

Pemerintah Ubah Skema MBG, Kini Hanya Dibagikan Saat Hari Sekolah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah memutuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya diberikan pada hari aktif sekolah, tidak lagi disalurkan saat hari libur. Kebijakan ini diambil setelah...

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Keanggotaan BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace...

Survei: 83 Persen Warga Indonesia Tolak Serangan AS-Israel ke Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hasil survei gabungan dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menolak serangan yang...

Indonesia Berpotensi Jadi Contoh Global South dalam Pembatasan Medsos Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pakar Teknologi Informasi Ismail Fahmi menilai Indonesia berpeluang menjadi tolok ukur bagi negara-negara Global South dalam menerapkan kebijakan pembatasan media sosial bagi anak....

Diwa Dukung Pembatasan Akses Medsos Anak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kekhawatiran terhadap dampak dunia digital pada anak kian mengemuka. Arus informasi yang begitu deras, tanpa batas yang jelas, dinilai berpotensi mengganggu kesehatan mental...

Rusia: Serangan ke Pasukan Perdamaian Tak Boleh Dianggap Wajar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia sekaligus menegaskan...

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Minta TNI dan PBB Bersikap Tegas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendesak adanya ketegasan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait gugurnya sejumlah...

Di Tengah Geopolitik Memanas, Diah Warih Anjari Apresiasi Presiden Tak Naikkan Harga BBM

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum Ormas G-Nesia sekaligus Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan pemerintah yang tidak...