Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Iran Desak Negara Kawasan Usir Pasukan Amerika dari Selat Hormuz

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 15 Maret 2026 20:06 WIB
Iran Desak Negara Kawasan Usir Pasukan Amerika dari Selat Hormuz
NEWSREAL.ID - PATROLI IRGC: Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. (Foto: Xinhua)

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah makin memanas. Iran secara terbuka mendesak negara-negara kawasan untuk mengusir pasukan Amerika Serikat, sambil menuding sistem keamanan Washington gagal menjaga stabilitas di sekitar Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mendesak negara-negara di kawasan Teluk untuk mengusir pasukan Amerika Serikat dari wilayah mereka. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak global.

Melalui platform media sosial X pada Sabtu (14/3/2026), Araghchi menilai kerangka keamanan yang dibangun Washington di kawasan tersebut telah gagal menjaga stabilitas. Ia bahkan menyebut sistem keamanan yang dipayungi AS “penuh celah” dan justru memicu lebih banyak konflik.

Menurut Araghchi, pemerintah AS kini meminta bantuan negara-negara lain, bahkan Tiongkok untuk membantu mengamankan Selat Hormuz setelah pendekatan keamanannya dinilai tidak efektif.

Ia juga menegaskan bahwa negara-negara tetangga Iran seharusnya fokus menghadapi ancaman yang menurutnya berasal dari Israel, bukan memberi ruang bagi kekuatan militer asing.

Situasi di kawasan semakin tegang setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz sejak awal Maret. Penutupan jalur laut yang dilalui sebagian besar pengiriman minyak dunia itu langsung memicu kenaikan harga energi dan pupuk global, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi internasional.

Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan negara-negara yang selama ini menerima pasokan minyak melalui Selat Hormuz seharusnya ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur tersebut. Ia menegaskan bahwa Washington tetap siap membantu pengamanan kawasan.

Trump bahkan menyebut pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut AS bisa dimulai dalam waktu dekat guna memastikan kelancaran distribusi minyak melalui jalur tersebut.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Amerika MS Now TV, Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal yang tidak terkait dengan AS, Israel, atau sekutu mereka. “Kapal-kapal lain bebas untuk lewat,” ujarnya.

Ketegangan kawasan meningkat tajam sejak serangan militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.300 orang di Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu aktivitas penerbangan dan pasar global. Konflik yang terus memanas ini membuat Selat Hormuz kembali menjadi salah satu titik paling rawan dalam peta geopolitik dunia. (tb)

Berita Terbaru

Militer AS Klaim Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

NEW YORK, newsreal.id – Central Command atau Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) dikabarkan melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Dikabarkan oleh Xinhua, CENTCOM melalui...

Diprediksikan Malam ini, Perundingan AS-Iran Berlangsung di Pakistan

TEHERAN,newsreal.id – Perundingan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad diprediksi dimulai pada Sabtu (11/4) malam dan berlangsung selama satu hari, menurut Kantor...

Ini Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

NEWSREAL, Teheran – Teka-teki kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mulai terkuak. Putra mendiang Ali Khamenei ini dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan...

Iran Tegas Tolak Usulan Gencatan Senjata dengan AS-Israel

NEWSREAL, Teheran – Pemerintah Iran menolak usulan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini seperti yang diwartakan media pemerintah Iran pada hari Senin...

Desakan BoP ke Hamas Soal Rencana Demiliterisasi Gaza

NEWSREAL, Washington – Hamas didesak agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini. Desakan ini disampaikan langsung oleh perwakilan Dewan...

Tentara Israel Hancurkan Kamera UNIFIL di Lebanon

NEWSREAL,ID, BEIRUT- Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera pengawas yang mengarah ke markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon selatan. Tindakan tersebut...

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global 2,4 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan harga pangan global mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen pada Maret 2026. Lonjakan ini dipicu meningkatnya biaya energi akibat...

Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam Usulan AS, Konflik Kian Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran dilaporkan menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur...

Macron Ajak Negara Dunia Kurangi Ketergantungan pada AS

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan sejumlah negara untuk bersatu dan membangun kemandirian global tanpa bergantung pada Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan saat ia...

Lagi, Tiga Prajurit TNI Terluka Kena Ledakan di Lebanon

NEWSREAL.ID, BEIRUT- Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan...

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Penolakan ini didasarkan pada prinsip netralitas militer yang...

Pemerintah: Pemulangan Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Berjalan Lancar

NEWSREAL.ID, BEIRUT- Pemerintah Indonesia memastikan proses pemulangan tiga penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur dalam misi di Lebanon dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Berdasarkan...