Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

PKB Kutuk Serangan ke Khamenei: Dunia Jangan Diam Saat Hukum Dikesampingkan

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 1 Maret 2026 15:55 WIB
PKB Kutuk Serangan ke Khamenei: Dunia Jangan Diam Saat Hukum Dikesampingkan
NEWSREAL.ID - Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengecam keras tindakan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah, menyebut serangan militer terhadap pemimpin negara berdaulat sebagai bentuk pembunuhan politik yang tak bisa dibenarkan.

“Kami mengutuk keras tindakan pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat,” ujar Luluk dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3/2026). Menurutnya, aksi tersebut melanggar hukum internasional, bertentangan dengan norma kemanusiaan, dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas global.

Jika praktik semacam ini dibiarkan, kata dia, dunia bisa bergerak ke arah sistem internasional yang ditentukan oleh kekuatan militer, bukan hukum. “Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama,” tegasnya.

PKB juga menilai tindakan tersebut tak lepas dari minimnya sanksi tegas terhadap berbagai pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, termasuk konflik berkepanjangan Israel-Palestina. Ketika keadilan tak ditegakkan secara konsisten, konflik justru berpotensi makin meluas.

Desak Penyelidikan

Karena itu, PKB mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan AS-Israel ke Iran. Mereka juga meminta sanksi dijatuhkan tanpa standar ganda terhadap setiap pelanggaran hukum internasional.

Selain mendorong deeskalasi dan pembukaan jalur diplomasi, PKB menyerukan perlindungan maksimal bagi warga sipil di kawasan Timur Tengah yang terdampak eskalasi konflik. “Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, yang tumbuh bukan stabilitas, melainkan spiral konflik tanpa akhir,” ujar Luluk. PKB juga menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran agar diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi situasi sulit ini.

Di tengah memanasnya situasi, Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyebut Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran guna memfasilitasi dialog demi meredakan ketegangan.

Dengan konflik yang kian melebar, seruan agar hukum internasional ditegakkan tanpa pandang bulu kini kembali mengemuka, sebab ketika hukum dikesampingkan, yang tersisa hanyalah kekuatan dan balas dendam. (tb)

Berita Terbaru

Diminta Tak Kejar Profit, Diah Warih: MBG adalah Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program makan bergizi bagi anak-anak Indonesia dinilai bukan sekadar agenda sosial jangka pendek, melainkan investasi strategis untuk menyiapkan generasi unggul menuju visi besar...

Koalisi Sipil Desak Perintah Siaga 1 TNI Dicabut

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Instruksi siaga 1 dari Panglima TNI di tengah memanasnya konflik Timur Tengah menuai sorotan. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai langkah tersebut tidak memiliki...

Pemerintah Siapkan Benih Jagung Gratis untuk 1 Juta Hektare, Dorong Target Swasembada Pangan

NEWSREAL.ID, OGAN ILIR- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan benih jagung gratis untuk lahan seluas hingga 1 juta hektare sebagai upaya mempercepat peningkatan produksi jagung...

BGN Luruskan Isu Menu MBG: Program Ini Cuma Penuhi Sepertiga Kebutuhan Gizi Harian

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramai kritik soal porsi dan kandungan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), akhirnya dijawab pemerintah. Badan Gizi Nasional menegaskan program tersebut memang...

Lebaran, Mendagri Minta Kepala Daerah Siaga

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menjelang arus mudik dan libur panjang Idul Fitri, pemerintah pusat ingin memastikan daerah tetap terkendali. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh...

BGN: SPPG Jadi Wajah Program Makan Bergizi Gratis di Masyarakat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi garda terdepan dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis...

Hari Perempuan Internasional, Menteri PPPA Soroti Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret menjadi momentum bagi pemerintah untuk kembali menegaskan pentingnya perlindungan bagi pekerja rumah tangga (PRT)...

Jusuf Kalla Soal BoP: Kalau Hanya Bela AS-Israel, Indonesia Tak Perlu Jadi Anggota

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) harus benar-benar digunakan...

Reformasi Polri Mulai Difinalkan, Jimly Segera Serahkan Laporan ke Prabowo

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komite Percepatan Reformasi Polri (KPRP) memastikan rekomendasi perubahan besar di tubuh Kepolisian telah rampung. Laporan tersebut rencananya akan diserahkan kepada Presiden sebelum Lebaran...

Prabowo Siap Keluar dari BoP Jika Tak Bisa Perjuangkan Palestina

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto disebut siap mundur dari keanggotaan Board of Peace (BoP) jika forum tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan kemerdekaan...

Nusron Beberkan Sikap Prabowo soal BoP: Pilih Jalur Diplomasi, Belum Bicara Keluar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan Presiden Prabowo Subianto tetap membuka ruang terhadap kritik dan masukan terkait keanggotaan Indonesia dalam forum perdamaian internasional Board of Peace (BoP)....

Jusuf Kalla: Indonesia Jangan Netral, Harus Berpihak pada Negara yang Diserang

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menilai Indonesia tidak seharusnya bersikap netral dalam konflik internasional ketika ada negara yang diserang. Ia...