Humaniora

GRIB Jaya dan Hercules di Mata Diwa: Jangan Lihat GRIB Jaya dari Kulitnya Saja

Tim Redaksi, newsreal.id
Rabu, 2 September 2026 09:12 WIB
GRIB Jaya dan Hercules di Mata Diwa: Jangan Lihat GRIB Jaya dari Kulitnya Saja
NEWSREAL.ID - Foto Dok

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Di tengah derasnya sorotan terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas), keberadaan GRIB Jaya kembali menjadi perbincangan publik. Nama organisasi yang dipimpin Rosario de Marshall atau  Hercules itu belakangan tak lepas dari berbagai sentimen, termasuk tudingan yang mengaitkannya dengan kericuhan dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.

Namun, pandangan berbeda datang dari Diah Warih Anjari, Ketua Umum G-Nesia yang akrab disapa Diwa. Ia melihat GRIB Jaya dari perspektif yang berbeda—bukan sekadar dari pemberitaan atau stigma yang berkembang, melainkan dari kedekatannya dengan jajaran pimpinan dan anggota organisasi tersebut.

Diwa menilai terdapat transformasi di tubuh GRIB Jaya yang menurutnya patut mendapat perhatian. Ia melihat kepemimpinan GRIB kini berupaya menonjolkan semangat patriotisme, nasionalisme, serta kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Semestinya ormas di Indonesia memiliki karakter yang menonjol seperti ini. Mendukung program kerja positif pemerintah yang ingin menyejahterakan dan memajukan bangsa,” ujar Diwa.

Menurut dia, keberadaan ormas seharusnya menjadi kekuatan sosial yang konstruktif. Kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan dalam demokrasi, tetapi tidak semestinya berkembang menjadi narasi yang menyerang atau mendiskreditkan kelompok masyarakat tanpa melihat persoalan secara utuh.

“Jangan malah menyerang pemerintah yang sudah baik ini dengan narasi-narasi yang tendensius dan mendiskreditkan ormas, seperti GRIB ini dengan premanisme. Salah besar itu,” katanya.

Dekat dengan Hercules, Diwa Melihat Sisi Lain GRIB Jaya

Penilaian Diwa bukan tanpa pengalaman langsung. Ia mengaku memiliki kedekatan dengan Hercules serta jajaran pimpinan DPP GRIB. Kedekatan tersebut membuatnya beberapa kali hadir dalam kegiatan organisasi maupun aktivitas sosial yang digelar GRIB.

Diwa bahkan mengaku pernah diundang datang ke kantor GRIB dan mengikuti sejumlah agenda organisasi besar dan kecil.

Dari berbagai pertemuan tersebut, ia mengaku memperoleh kesan yang berbeda dari stigma yang selama ini berkembang di ruang publik.

“Saya melihat dengan mata kepala sendiri, pengurus dan anggota ormas itu santun dan penuh kekeluargaan,” tutur Diwa.

Bagi Diwa, mengenal sebuah organisasi secara langsung menjadi kunci untuk memahami karakter dan tujuan sebenarnya. Ia menilai GRIB Jaya tidak bisa hanya dilihat dari potongan peristiwa ataupun label yang berkembang di masyarakat.

“Kalau Anda tidak kenal, tidak akan sayang. Dan Anda tidak bisa menyelami GRIB ini sesungguhnya dan tujuan apa dibentuk,” ucap founder Diwa Foundation tersebut.

Jangan Terjebak Stigma

Diwa berpandangan bahwa dinamika yang terjadi di sekitar GRIB Jaya perlu dilihat secara proporsional. Sebagai organisasi yang memiliki basis anggota cukup besar, menurutnya, GRIB juga mempunyai tanggung jawab untuk terus memperkuat kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai wajah organisasi kemasyarakatan semestinya dibangun melalui kerja nyata: kegiatan sosial, kepedulian terhadap masyarakat, semangat kebangsaan, serta kontribusi terhadap agenda pembangunan nasional.

Karena itu, Diwa mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan stigma.

“Jangan melihat GRIB hanya dari kulitnya saja atau labelnya. Lihat apa yang dikerjakan, siapa yang terlibat, dan bagaimana mereka hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sorotan terhadap GRIB Jaya memang menjadi bagian dari dinamika kehidupan organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Termasuk tudingan di media sosial maupun ruang publik yang mengaitkan organisasi tersebut dengan kerusuhan dalam demonstrasi 27 Agustus 2026.

Namun, tudingan tersebut perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi. Di tengah derasnya arus informasi, publik tetap membutuhkan proses klarifikasi dan pembuktian agar sebuah organisasi tidak serta-merta mendapatkan stigma hanya berdasarkan persepsi.

Bagi Diwa, pengalaman berinteraksi langsung dengan Hercules dan jajaran pengurus GRIB Jaya justru memperlihatkan sisi lain yang jarang terlihat: sebuah organisasi yang, menurut pengamatannya, sedang berusaha membangun identitas melalui nasionalisme, patriotisme, kekeluargaan, dan kegiatan sosial.

Pada akhirnya, GRIB Jaya tidak hanya berbicara soal nama besar atau sosok Hercules. Lebih dari itu, tantangannya adalah membuktikan bahwa kekuatan massa dan organisasi dapat diarahkan menjadi energi sosial yang positif—serta ikut mengambil bagian dalam upaya membangun Indonesia. (Bun)

Berita Terbaru

Peringatan Maulid Nabi 2026, Menag : Teladani Nabi dan Kembangkan Potensi Diri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan, bahwa peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada seremoni. Momentum tersebut perlu menjadi kesempatan untuk mengenali dan mengembangkan berbagai...

Doa Lintas Agama Perkuat Semangat Persatuan Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI

JAKARTA,NEWSREAL.id – Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada...

Kunjungi Umat Buddha di Lampung, Staf Khusus Menag RI Tegaskan Kerukunan Jadi Fondasi Visi Presiden Prabowo

LAMPUNG,NEWSREAL.id – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Gugun Gumilar melakukan kunjungan silaturahmi ke Amurwa Bhumi Graha Temple, Lampung. Kunjungan ini sebagai bagian dari penguatan...

Gugun Gumilar Dukung Pendidikan Agama Hindu yang Inovatif dan Berakar pada Nilai Kerukunan

JAKARTA,NEWSREAL.id– Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menghadiri peluncuran Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu (PAH) STAH Dharma Nusantara Jakarta, Jumat (24/7). Kehadirannya menjadi...

Cerita Inspiratif, Pulih Usai Kecelakaan Maut, Diah Warih Tumbuhkan Harapan bagi Penyandang Disabilitas

YOGYAKARTA, NEWSREAL.id – Pendiri DIWA Foundation, Diah Warih Anjari (46), menceritakan, sebuah kecelakaan maut sempat mengubah arah hidupnya. Kecelakaan itu bahkan nyaris membuat Diwa, sapaan...

Gugun Gumilar Tekankan Kebebasan Beragama dan Beribadah sebagai Hak Konstitusional

BANDUNG,NEWSREAL.id – Stafsus Bidang Kerjasama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama, dan Pengawasan Menteri Agama, Gugun Gumilar menggelar pertemuan dengan Jemaat Rumah Doa Methodis Injili Jemaat...

Stafsus Menag terima Patriot Garda Indonesia Hibahkan Koleksi Buku Kristen ke Perpustakaan Masjid Istiqlal

JAKARTA,NEWSREAL.id-Dalam upaya mempererat tali silaturahmi antarumat beragama dan memperkaya khazanah literasi lintas iman, PGI (Patriot Garda Indonesia) secara resmi menyerahkan bantuan hibah berupa 181 eksemplar...

Stafsus Menteri Agama : Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global

JAKARTA, NEWSREAL.id – Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk memperkuat semangat perubahan, memperluas wawasan, serta menghadirkan kontribusi...

Kunjungi Solo, Ini yang disampaikan Gugun Gumilar

SOLO, NEWSREAL.id – Stafsus Menang Gugun Gumilar mengunjungi Kota Solo, Jumat sore. Tujuan kehadiran Gugun untuk mendengar langsung kondisi lapangan. “Sore hari ini saya tiba...

Kemenag Perkenalkan Reconnect, Pendekatan Keagamaan untuk Rehabilitasi Mantan Napiter

JAKARTA,NEWSREAL.id – Tantangan utama dalam proses kembalinya mantan napiter menjadi warga negara karena minimnya pendekatan berbasis keagamaan yang menyentuh akar rumput. Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng...

Perbedaan Sunni – Syiah Bagian Fitrah, Gugun Gumilar : We are brother and sister in Islam. We are Muslim !

JAKARTA,NEWSREAL.id – Staf Khusus Bidang Kerjasama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama, dan Pengawasan Menteri Agama, Gugun Gumilar menghadiri Seminar “Al-Qur’an: Kitab Suci Yang Abadi” di...

Stafsus Menag Gugun Gumilar Hadir di GKA Solo, Ajak Umat beragama kompak Jaga Persatuan

SOLO,NEWSREAL.id – Seluruh umat beragama di Indonesia diajak terus mempererat kekompakan untuk merawat dan menjaga persatuan kesatuan bangsa. Salah satu upaya yang bisa dilakukan secara...

Leave a comment