Mengaku Dokter Bedah, Iming-imingi Korban Masuk PNS RSUD Sukoharjo

Penipuan-cpns-sukoharjo

*Dokter Gadungan Diringkus Jajaran Reskrim Polres Sukoharjo

SUKOHARJO,newsreal.id – Meski sudah mencicipi hotel prodeo Priyo Broto Atmojo (47), harus kembali lagi kesana. Ia ditangkap lagi untuk kasus yang sama yakni penipuan CPNS.

Priyo warga Karangmalang Sragen dan Kalasan Jogja ini ditangkap Satreskrim Polres Sukoharjo karena dilaporkan Aditya, warga Bulakan Sukoharjo, yang dijanjikan menjadi PNS di RSUD Sukoharjo dengan membayar sejumlah uang.

Baca : State of Emergency, 140 WNI yang Ada di Kazakhstan dalam Kondisi Aman

“Pelaku mengaku sebagai dokter bedah dan kandungan di Jebres Solo, lalu menjanjikan bisa memasukkan korban menjadi PNS RSUD Sukoharjo dengan meminta sejumlah uang,” kata Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho, saat rilis di Mapolres Sukoharjo, Selasa (11/1/2022) seperti dikutip dari Rmol Jateng.

Kasus tersebut bermula dari perkenalan Pelaku dengan korban di bulan Oktober 2021, saat itu korban mengaku sebagai dokter bedah. Berawal dari perkenalan tersebut, pelaku menjadi akrab dan menawarkan pekerjaan pada Aditya untuk menjadi PNS di lingkup RSUD Sukoharjo. 

Korban yang mendengar tawaran tersebut tertarik dan pelaku menyampaikan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pelaku juga sempat menyebutkan bahwa biaya untuk itu sebesar Rp 75 juta.

“Tetapi pelaku tidak meminta semuanya. Dia hanya minta korban membayar administrasi yang kecil-kecil dulu. Mulai dari Rp 250 ribu, Rp 350 ribu dan ditotal semuanya mencapai Rp 5 jutaan,” jelas Kapolres.

Baca : Simpang Joglo Solo Dibangun Flyover, Headway Kurang dari 15 menit

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, bahkan guna meyakinkan korban, pelaku juga sempat menyerahkan kain kepada korban yang nantinya akan digunakan sebagai seragam saat dinas di RSUD. 

Aksi tipu pelaku mulai terkuak saat korban menjahitkan baju di seorang penjahit di Daleman Baki, yang kemudian diberitahu bahwa pelaku bukanlah seorang dokter. Mendengar hal itu, korban lalu minta agar pelaku datang kerumahnya

“Saat di rumah korban, pelaku ditanya mengenai kebenaran profesinya itu dan ternyata memang benar, bukan dokter. Dari hal itu korban merasa tertipu dan  membuat laporan polisi,” Kata Kapolres.

Baca : Megawati: Turun ke Bawah adalah Jalan Efektif Memenangkan Pemilu 2024

Dari laporan tersebut, kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. Bersama pelaku petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya kuitansi pemberian uang, kain seragam, topi bedah dan motor.

“Pelaku ini pengangguran dan residivis kasus tipu gelap dengan modus sama. Dari pengembangan kasus ini, ternyata total sudah ada tiga korban. Hanya saja baru ada satu yang melapor, yaitu Aditya,” terang Kapolres.

Diketahui pelaku merupakan residivis pelaku yang sama, yakni mengaku dokter dan menipu sejumlah warga untuk dijadikan CPNS, di tahun 2017.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 372 dan pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Red)

Tinggalkan Pesan