
NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Puluhan ribu warga Amerika Serikat tumpah ruah ke jalan pada Kamis (17/7), dalam aksi protes nasional yang berlangsung serentak di lebih dari 1.600 titik di seluruh negeri.
Gelombang unjuk rasa ini memprotes keras kebijakan Presiden Donald Trump yang dianggap menindas kelompok rentan, merusak prinsip demokrasi, dan mencederai hak-hak sipil. Demonstrasi berlangsung di kota-kota besar seperti Chicago, Atlanta, Minneapolis, St. Louis, Oakland, hingga di jantung ibu kota Washington, D.C.
Massa aksi memadati jalan-jalan, gedung pengadilan, serta ruang publik, menyuarakan penolakan terhadap kebijakan deportasi migran dan pemangkasan program bantuan sosial seperti Medicaid dan SNAP (program bantuan pangan).
Aksi ini juga digelar untuk mengenang lima tahun wafatnya tokoh hak-hak sipil dan anggota Kongres, John Lewis. Pendeta Jonathan Jay Augustine, dalam orasinya di Atlanta, menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diperjuangkan Lewis kini sedang “diserang dan dikikis”.
“Kita menghormati warisan John Lewis yang berjuang demi inklusivitas. Hari ini kita hadapi tantangan terhadap warisan itu,” kata Augustine di hadapan ribuan massa yang berkumpul di Gereja Ebenezer Baptist, tempat Martin Luther King Jr. dulu berkhotbah.
Periode Tergelap
Presiden organisasi nirlaba Public Citizen, Lisa Gilbert, menyebut situasi politik saat ini sebagai salah satu periode tergelap dalam sejarah AS. “Kita sedang menghadapi meningkatnya otoritarianisme dan pelanggaran hukum dalam pemerintahan kita. Demokrasi kita sedang ditantang,” tegasnya dalam pernyataan tertulis.
Di Washington, sejumlah massa membawa spanduk bertuliskan “Fasisme Akan Runtuh” dan membandingkan pemerintahan Trump dengan rezim otoriter masa lalu. Mary Baird, demonstran dari Carolina Utara, mengatakan bahwa rakyat akan mengingat siapa saja yang berdiri di pihak yang salah. “Dan ketika fasisme runtuh, Anda akan dimintai pertanggungjawaban,” katanya lantang.
Menurut penyelenggara, demo ini merupakan lanjutan dari aksi bertajuk “No Kings” yang terjadi bulan lalu. Aksi kali ini membawa tuntutan utama: hentikan deportasi massal, lindungi hak-hak warga kulit hitam, imigran, dan komunitas trans, serta kembalikan anggaran jaminan sosial yang dipangkas pemerintahan Trump.
Daryl Jones dari Transformative Justice Coalition mengutip pesan moral dari John Lewis: “Jika Anda melihat sesuatu yang salah, Anda berkewajiban untuk bersuara, mengatakan sesuatu, dan melakukan sesuatu.”
Dengan skala dan sebaran yang luas, unjuk rasa ini menjadi simbol nyata bahwa perlawanan sipil terhadap kebijakan Trump terus menguat menjelang pemilu mendatang. (tb)
Pesan Nowruz, Pemimpin Iran Klaim Musuh Mulai Dikalahkan
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pihak-pihak yang memusuhi negaranya mulai mengalami kekalahan di tengah konflik yang memanas di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam...
Rusia Akui Beri Informasi Intelijen ke Iran
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Rusia mengakui telah memberikan informasi intelijen kepada Iran di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Pengakuan ini mencuat dalam pertemuan pejabat tinggi kedua...
Israel Tutup Al-Aqsa Saat Idulfitri, Umat Muslim Dilarang Shalat Ied
NEWSREAL.ID, YERUSALEM– Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik regional. Sejumlah sumber...
Iran Minta Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel
NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Iran mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas militer bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan serangan. Juru bicara...
Rudal Iran Hujani Israel, Kilang Minyak Haifa Terdampak
NEWSREAL.ID, HAIFA– Serangan rudal bertubi-tubi dari Iran ke Israel terus berlanjut. Salah satu dampaknya, kilang minyak Bazan di Haifa dilaporkan mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil...
AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Iran Santai: “Belajar dari Kekalahan di Vietnam”
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan memanas setelah Amerika Serikat mengerahkan ribuan personel militernya ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi soal potensi operasi lanjutan, termasuk upaya...
Bos Kontraterorisme AS Mundur, Sebut Serangan ke Iran Dipicu Informasi Menyesatkan
NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Pejabat tinggi kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, resmi mengundurkan diri di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengklaim serangan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Drone Hantam Hanggar Pesawat
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali melancarkan serangan besar dalam gelombang ke-57 Operasi “Janji Sejati 4” dengan menyasar target strategis milik Amerika Serikat...
Iran Ancam Serang Perusahaan AS di Timur Tengah, Konflik Makin Memanas
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi di Sepah...
Eropa Kompak Tolak Ajakan AS Kirim Pasukan ke Selat Hormuz
NEWSREAL.ID, BRUSSELS- Negara-negara Eropa menolak seruan Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Kepala Kebijakan Luar Negeri...
Luka Usai Serangan AS-Israel, Putin Disebut Kirim Pesawat Militer Bawa Mojtaba Khamenei ke Moskow
NEWSREAL.ID, MOSKOW- Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, disebut diam-diam diterbangkan ke Rusia menggunakan pesawat militer setelah mengalami luka serius akibat serangan yang diduga dilakukan...
Stok Pencegat Rudal Israel Menipis Dihantam Serangan Iran, Tel Aviv Minta Bantuan AS
NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Perang Iran-Israel memasuki fase yang makin panas. Di tengah gempuran rudal yang terus berdatangan, Israel dilaporkan mulai kehabisan persediaan pencegat rudal...

