
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi membuka keran impor bahan baku industri pada tahun 2026 dengan total volume mencapai lebih dari 4 juta ton, sebagaimana ditetapkan dalam Neraca Komoditas 2026.
Kebijakan ini mencakup sejumlah komoditas strategis, mulai dari daging lembu, gula, hasil perikanan, hingga garam industri. Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, menegaskan bahwa kebijakan impor tersebut tidak ditujukan untuk konsumsi masyarakat, melainkan murni untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri nasional.
Untuk komoditas daging lembu, pemerintah menyetujui impor khusus industri sebesar 17.097,95 ton. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total alokasi daging industri yang ditetapkan sebesar 297.097,95 ton. “Daging lembu yang diputuskan untuk impor ini khusus kebutuhan industri, sebesar 17.097,95 ton,” kata Tatang dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Baca juga: Indonesia Stop Impor, Harga Beras Dunia Melunak
Sementara itu, pada komoditas gula, pemerintah menyepakati impor gula bahan baku industri dengan volume mencapai 3.124.394 ton. Selain itu, impor gula untuk skema Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan kawasan berikat (KB) ditetapkan sebesar 508.360 ton.
“Untuk gula bahan baku industri disepakati sebesar 3.124.394 ton. Ditambah untuk KITE dan kawasan berikat sebesar 508.360 ton. Gula konsumsi tidak ada impor,” ujar Tatang.
Dikelola KKP
Pada sektor hasil perikanan, impor bahan baku industri ditetapkan sebesar 23.576,515 ton, atau sekitar setengah dari usulan awal. Di luar kebutuhan industri, hasil perikanan dengan volume 29.225 ton akan dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Untuk hasil perikanan, diputuskan impor bahan baku industri sebesar 23.576,515 ton,” jelasnya. Adapun untuk komoditas garam, impor dibuka secara terbatas dan khusus untuk kebutuhan industri chlor-alkali plant (CAP), yakni sektor kimia berbasis klor dan alkali. Volume garam industri yang ditetapkan mencapai 1.188.147,005 ton.
“Komoditas garam ini khusus untuk industri CAP, dengan volume 1.188.147,005 ton,” kata Tatang. Dijelaskan, seluruh penetapan angka impor dalam Neraca Komoditas 2026 merupakan hasil proses berjenjang. Proses dimulai dari usulan pelaku usaha, diverifikasi oleh kementerian teknis seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan KKP, hingga dibahas dan diputuskan pada tingkat menteri.
Baca juga: Dorong Produksi Nasional, Peternak Dukung Penghapusan Kuota Impor Sapi Perah
“Semua yang diputuskan merupakan usulan pelaku usaha yang telah diverifikasi oleh kementerian dan lembaga teknis terkait,” ujarnya. Ia menegaskan, kebijakan impor bahan baku industri ini bertujuan menjaga kelangsungan produksi dan daya saing industri nasional, sementara untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, Indonesia dinilai telah berada pada kondisi hampir swasembada. (ct)
Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen
JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...
Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...
Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun dan Serap 700 Ribu Lebih Tenaga Kerja
JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, terkait capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam laporannya...
Reformasi Sektor Pertambangan Nasional, Bahlil Laporkan Penataan IUP ke Presiden
JAKARTA,newsreal.id – Langkah tegas pemerintah diambil pemerintah dalam penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan. Hal ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan...
Indonesia Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional
JAKARTA,newsreal.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pasokan...
Masyarakat Transportasi Soroti Krisis Energi, Saatnya Berubah ke Transportasi Massal
JAKARTA,newsreal.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat krisis energi global dijadikan momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. MTI mendorong program peralihan...
Diluncurkan 17 Oktober 2023, Whoosh Catat 15 Juta Perjalanan Penumpang
JAKARTA, newsreal.id -Diluncurkan pada 17 Oktober 2023 hingga Selasa (14/4), Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta perjalanan penumpang. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menandai pertumbuhan...
Peran Serta Masyarakat Bangun Dapur BGN Tinggi, Data Sebut Investasi Capai Rp54 triliun
BOGOR, newsreal.id – Partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat tinggi. Hal ini didasarkan pada data yang dicatat Badan...
Penggemar Wisata, Rangkaian New Generation Hadir di KA Bangunkarta dan Singasari
JAKARTA,newsreal.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berinovasi dalam layanan perkeretaapian. Mereka akan mengoperasikan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) yang...
Alarm bagi Pengusaha Rokok Indonesia, Menkeu Beri Tenggat Beralih Ilegal ke Legal
JAKARTA,newsreal.id – Informasi penting disampaikan pemerintah kepada para pengusaha rokok di Indonesia. Informasi ini disampaikan, agar para pengusaha rokok ini segera melengkapi diri izin usaha...
Bentuk Sistem Agroforestri Tradisional, Ini Modal yang Dimiliki Indonesia
NEWSREAL, Jakarta – Diskursus mengenai tanaman komoditas unggulan nasional dalam konteks perubahan iklim kerap terjebak pada simplifikasi sumber masalah atau bagian dari solusi. Dalam kenyataannya,...
KPK Ingatkan Kemenperin Waspadai Risiko Tata Kelola Investasi Rp6,74 Triliun
NEWSREAL.ID, JAKARTA- KPK mengingatkan Kementerian Perindustrian untuk mengantisipasi potensi risiko tata kelola dalam realisasi investasi sebesar Rp6,74 triliun di 175 kawasan industri sepanjang 2025. Kepala...

