Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Dorong Produksi Nasional, Peternak Dukung Penghapusan Kuota Impor Sapi Perah

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 26 Juni 2025 12:48 WIB
Dorong Produksi Nasional, Peternak Dukung Penghapusan Kuota Impor Sapi Perah
NEWSREAL.ID - MEMERAH SUSU: Peternak di Desa Wonoagung, Kesembon, Kabupaten Malang sedang memerah sapi miliknya. Kebijakan penghapusan kuota impor sapi hidup, khususnya sapi perah oleh pemerintah dinilai menjadi momentum memperkuat industri peternakan dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada produk susu impor. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Para peternak lokal melihat peluang besar untuk meningkatkan produksi susu nasional melalui kebijakan penghapusan kuota impor sapi hidup, khususnya sapi perah. Langkah ini dinilai bisa menjadi momentum penting dalam memperkuat industri peternakan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk susu impor.

Ketua Umum Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI), Agus Warsito, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, membuka pintu impor sapi indukan secara luas dapat membantu mempercepat peremajaan dan penambahan populasi sapi perah lokal.

“Kami peternak sangat mendukung. Hari ini kita masih bergantung 80 persen pada susu impor. Kalau ingin mandiri, maka solusinya mendatangkan indukan sapi sebanyak-banyaknya,” kata Agus di Jakarta, Kamis (26/6).

Namun, ia menekankan bahwa kebijakan ini perlu diimbangi dengan regulasi pendukung, terutama kemudahan akses pembiayaan bagi peternak. Ia mengungkapkan bahwa proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih terhambat birokrasi perbankan, meskipun izin impor dari Kementerian Pertanian sudah dikantongi.

“Proses di bank bisa makan waktu empat sampai lima bulan. Ini sangat menyulitkan peternak kecil untuk bisa cepat bergerak,” ujarnya.

Pembedaan Sapi

Di sisi lain, APSPI juga mendorong pemerintah agar membuat kebijakan impor yang membedakan antara sapi perah dan sapi potong. Menurut Agus, sapi potong sebaiknya tetap diatur ketat agar tidak memukul harga pasar dan merugikan peternak sapi potong lokal.

“Kita setuju impor sapi perah untuk produksi susu. Tapi untuk sapi potong harus lebih hati-hati karena bisa menekan harga daging dan menyulitkan peternak kita,” lanjutnya.

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan telah mengumumkan penghapusan kuota impor untuk semua jenis sapi hidup, termasuk sapi potong, bakalan, dan perah. Dalam lima tahun ke depan, Indonesia menargetkan impor hingga dua juta ekor sapi untuk menjawab kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan daging dan susu nasional, tetapi juga menjadi kesempatan strategis untuk memberdayakan peternak dalam negeri sebagai pilar utama ketahanan pangan Indonesia. (tb)

Berita Terbaru

Mudik Lebaran 2026, PT Pelni Beri Diskon Tiket 30 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik buat calon pemudik jalur laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama periode mudik Lebaran...

Malaysia Dukung RI Pimpin D-8, Titip Pesan: Jangan Lupa UMKM!

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Malaysia resmi kasih “lampu hijau plus dukungan penuh” buat Indonesia yang lagi pegang tongkat komando organisasi Developing Eight (D-8). Tapi ada satu catatan...

Airlangga Ingatkan Dampak Perang AS-Iran: Harga BBM Bisa Ikut Terkerek

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tak hanya berdampak pada geopolitik global, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Menteri...

Soal Moratorium Ritel Modern, Menkop: Itu Kewenangan Pemda, Bukan Pemerintah Pusat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan kebijakan moratorium atau penghentian sementara izin pembangunan ritel modern sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah (pemda), bukan ranah Kementerian...

Kemenaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Tetap Ada, Maksimal H-7 Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadan sudah berjalan sepekan, dan pertanyaan klasik menjelang Lebaran kembali muncul: kapan THR cair? Bagi pengemudi ojek online (ojol), kabar baiknya Bonus Hari...

APKLI Desak Penataan Ulang Ritel Modern

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Keberadaan warung kelontong kian terdesak. Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mencatat jumlah warung kelontong di Indonesia terus menyusut dalam hampir dua dekade...

103 Ribu Kursi Kereta Mudik Lebaran 2026 Masih Tersedia

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Buat kamu yang belum pegang tiket mudik Lebaran 2026, tenang dulu. Masih ada sekitar 103 ribu kursi kereta untuk periode pra-Lebaran 11-20 Maret...

Danantara Hidupkan Lagi Tambang Ombilin, Target Serap 1.000 Pekerja

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mendorong percepatan reaktivasi tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat. Jika kembali beroperasi, tambang legendaris ini diproyeksikan...

Ombudsman Buka Posko THR 2026, Soroti Ratusan Aduan yang Belum Tuntas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta sejumlah pemerintah daerah menyelenggarakan Posko THR Keagamaan 2026 menjelang pencairan tunjangan hari...

Satga Saber Pangan: Harga Bahan Pokok Masih Aman

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Memasuki Ramadan 2026, harga bahan pokok di Kota Semarang terpantau relatif stabil. Kepastian itu disampaikan Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga,...

MA AS Coret Tarif Trump, Prabowo: Kita Hormati Politik Mereka

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Prabowo Subianto merespons putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif global Presiden Donald Trump dengan nada tenang. Indonesia, kata dia,...

DPR Tegaskan THR Wajib Cair Dua Pekan Sebelum Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago menegaskan tunjangan hari raya (THR) wajib dibayarkan paling lambat dua minggu sebelum hari raya keagamaan....

Leave a comment