NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah mulai mematangkan strategi menjaga kelancaran pasokan energi. Salah satu fokus utama adalah kesiapan elpiji 3 kg yang menjadi kebutuhan vital jutaan rumah tangga di seluruh Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Selasa, untuk membahas proyeksi pasokan elpiji serta kebutuhan tambahan kuota hingga akhir tahun.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan pembahasan meliputi evaluasi kecukupan elpiji 3 kg menjelang Nataru, sekaligus memutakhirkan prognosa penyaluran hingga Desember. “Kami bahas kesiapan elpiji untuk Nataru sampai akhir 2025 dan prognosa elpiji 3 kg masuk sampai akhir tahun,” ujar Dwi.
Kuota elpiji subsidi tahun 2025 ditetapkan 8,17 juta metrik ton, sedikit lebih rendah dibanding realisasi 2024. Namun berdasarkan prognosa, kebutuhan diperkirakan mencapai 8,5 juta metrik ton. “Ada penambahan kuota sekitar 0,37 juta metrik ton,” katanya.
Meski ada penyesuaian kuota, pemerintah memastikan tidak ada tambahan subsidi karena harga elpiji masih berada di bawah asumsi APBN. Usulan tersebut akan dibawa ke rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Adapun proyek penyaluran elpiji subsidi dalam APBN 2025 tercatat 8,17 juta metrik ton, sementara outlook hingga akhir 2025 diperkirakan 8,36 juta metrik ton. Pemerintah memastikan pasokan untuk Nataru dalam kondisi aman, dengan target subsidi LPG tahun ini mencapai Rp87,6 triliun.
Selain LPG, kesiapan pasokan BBM juga dibahas. Pertamina memastikan stok BBM aman bukan hanya untuk Nataru, tetapi juga untuk menghadapi Ramadhan dan Lebaran 2026 yang berdekatan. “Mereka mempersiapkan antisipasi sampai selesai Lebaran tahun depan,” ujar Dwi.
Pertemuan dua menteri tersebut turut dihadiri Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Menkeu Purbaya menyebut rapat berlangsung singkat, sekitar 30 menit, dengan fokus utama pada subsidi dan kuota LPG.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan tambahan kuota diperlukan untuk menjaga pasokan di masa puncak konsumsi akhir tahun. “Supaya menjelang hari raya Natal dan tahun baru aman,” ujarnya. (tb)


