Regional

Luthfi Larang Jual Beli Jabatan

Tim Redaksi, Admin
Selasa, 8 April 2025 16:39 WIB
Luthfi Larang Jual Beli Jabatan
NEWSREAL.ID - HALALBIHALAL PEMPROV: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyalami sejumlah pegawai dalam acara Halalbihalal bersama pegawai Pemprov di halaman Kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan, Semarang, Selasa (8/4). (Dok: Humas Pemprov)
  • Pemprov Gelar Halalbihalal

SEMARANG– Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng menjauhi praktik jual beli jabatan. Sebagai aparatur negara, dia juga berharap seluruh ASN bekerja secara profesional melayani masyarakat.

Menurut Luthfi, ASN yang kasak-kusuk mencari-cari jabatan, dianggapnya bertindak tidak profesional. Hal itu justru menyalahi peran ASN sebagai pelayan masyarakat. “Jabatan itu amanah. Kami akan pelototi siapa yang profesional dan tidak,” tegas Gubernur saat memberikan arahan pada ASN pada acara Apel Pagi dan Halalbihalal bersama pegawai Pemprov Jateng di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (8/4).

Mantan Kapolda Jateng mengaku tak mempersoalkan latar belakang ASN yang ada saat ini. Siapapun orangnya, latar belakangnya, hingga bagaimana proses masuknya yang dilihat hanya melihat profesionalisme kerja. Jika seorang ASN bekerja secara profesional, sepenuh hati, ikhlas, dan mau melayani masyarakat, maka akan mendapat jabatan yang lebih tinggi.

“Saya tidak melihat bapak ibu siapa, dari mana, nggendong siapa, tidak dilihat. Saat ini yang dilihat adalah kinerja. Siapa yang profesional, nanti yang akan dapat jabatan. Mempersulit pelayanan pada masyarakat, adalah pantangan birokrasi kita,” tandasnya.

Ditambahkan, birokrasi ibarat sebuah kendaraan, sedangkan ASN bak bahan bakarnya. Agar pelayanan birokrasi kepada masyarakat itu baik, maka butuh bahan bakar yang baik pula. Karenanya, Luthfi menyatakan, ASN adalah pelayan masyarakat, bukan sebagai tuan. Dalam menjalankan tugas, harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku.

Ngopeni Nglakoni

Pada momentum halalbihalal ini, Luthfi juga meminta maaf kepada semua pihak atas kesalahan-kesalahan selama menjabat sebagai Gubernur yang telah berjalan kurang lebih dua bulan ini. Apalagi, dia memiliki program Ngopeni Nglakoni yang harus berkeliling 35 kabupaten dan kota di Jateng, sehingga belum banyak bertemu dengan semua ASN.

“Mungkin ada tutur kata dan tingkah laku kemarin-kemarin selama dua bulan, kalau ada kesalahan, kami mohon maaf,” ujar Luthfi. Dia menyakini, ASN Pemprov Jateng sudah semakin profesional. Pada momen Idulfitri kali ini, usai bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan saudara, diharapkan bisa lebih meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.  (tb)

Share:

Berita Terbaru

Demo 26-27 Agustus, Gubernur DKI : Silahkan Demo, tetapi tidak Boleh Anarkis

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Aksi unjuk rasa yang akan dilakukan sekelompok orang di Jakarta, 26–27 Agustus 2026 mendatang mendapat tanggapan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Orang nomor...

Pengungsi Bencana di NTT Dapat 954 Ton Bantuan Logistik, Disalurkan BNPB

JAKARTA,NEWSREAL.ID— Sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mendistribusikan 954 ton bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di...

Mengejutkan ! Data Pemkab Bandung 1.066 ASN Terindikasi Judi Daring

BANDUNG,NEWSREAL.ID – Ancaman perjudian kian hari kian memprihatinkan. Dikutip dari Antara, sebanyak 1.066 aparatur sipil negara (ASN) terverifikasi data bermain judi daring. Kendati data tersebut...

GKR Hemas Terkesan Kegiatan Diwa Foundation di Yogyakarta, Angkat Inklusivitas dan Kesetaraan

YOGYAKARTA, NEWSREAL.ID— Ketua Pelaksana Suara Inklusi untuk Semua 2026, Diah Warih Anjari bertemu dengan GKR Hemas di Gedung DPD RI, Kamis (20/8/2026) untuk menyampaikan laporan...

Warga Bibis Baru Solo Desak STOP Operasional Tower BTS, Diwa : Nyawa dan Keselamatan Warga Lebih Berharga

SOLO,NEWSREAL.id — Kantor Satpol Kota Solo, Jawa Tengah di geruduk belasan warga dari Kampung Bibis Baru, Nusukan RT 01 dan RT 02, RW 24, Banjarsari,...

Soroti Kasus Pencuri Tewas Dikeroyok Massa, Diwa Foundation: Tegakkan Hukum dan Keadilan

DiwaJAKARTA, NEWSREAL.com– Di balik peristiwa yang kini menjadi perhatian publik, tangis seorang anak menjadi pengingat bahwa setiap tindak kekerasan meninggalkan dampak panjang bagi keluarga yang...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

Gubernur Jateng Tunjuk Eko Sapto Purnomo Jadi Plt Bupati Sukoharjo

SEMARANG, NEWSREAL.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal setelah Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditetapkan sebagai...

Cegah “Bullying”, Mendikdasmen Imbau Identitas Terduga Pelaku Teror Bom SDN Jaksel Tak Diumbar

JAKARTA,NEWSREAL.id-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta seluruh pihak menjaga kerahasiaan identitas terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta...

Dorong Keadilan Korektif, LOGIS 08 Minta Penanganan Dugaan Korupsi Utamakan Pemulihan Kerugian Negara

JAKARTA,NEWSREAL.id – Organisasi LOGIS 08 mendorong aparat penegak hukum mengedepankan pendekatan keadilan korektif (corrective justice) dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Pendekatan tersebut dinilai tidak...

Soal Perlindungan Lahan Pertanian dan Penanganan Sampah, Pemprov Jateng Targetkan 26 Daerah Ini

SEMARANG,NEWSREAL.id-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat upaya penyelesaian dua persoalan lingkungan yang dinilai semakin mendesak, yakni alih fungsi lahan pertanian dan pengelolaan sampah, terutama di kawasan...

Kronologi dan Fakta Lengkap Kecelakaan Maut di Indramayu, 13 Tewas

INDRAMAYU, NEWSREAL.id – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, setelah kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil pikap pengangkut rombongan pengantar pengantin dan truk tronton...

Leave a comment