Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Curi Lagi Tanah Palestina, Israel Bangun Permukiman di Tepi Barat

Tim Redaksi, Admin
Jumat, 30 Mei 2025 14:41 WIB
Curi Lagi Tanah Palestina, Israel Bangun Permukiman di Tepi Barat
NEWSREAL.ID - BOCAH SELAMAT: Seorang bocah perempuan Palestina selamat dari serangan udara Israel, Senin (26/5) pagi yang menewaskan ibu serta dua saudara kandungnya beserta 33 orang lainnya di Tepi Barat, Palestina. (Foto: Al Jazeera)

GAZA CITY- Israel pekan ini menyetujui perluasan besar-besaran permukiman Yahudi di Tepi Barat, Palestina, yang diduduki. Langkah ini digambarkan sebagai kelanjutan aneksasi de facto wilayah tersebut.

Peace Now, sebuah organisasi non-pemerintah Israel yang memantau permukiman, menyatakan bahwa ini adalah ekspansi permukiman terbesar sejak penandatanganan Kesepakatan Oslo lebih dari 30 tahun lalu.

Menurut pernyataan bersama dari Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dari kelompok sayap kanan, Israel akan membangun 22 permukiman baru. Ini termasuk permukiman yang berada jauh di dalam Tepi Barat dan di area yang sebelumnya telah ditarik mundur oleh Israel sebagai bagian dari keputusan kabinet keamanan yang baru.

“Semua komunitas baru ini didirikan dengan visi strategis jangka panjang, bertujuan untuk memperkuat kendali Israel atas wilayah tersebut, mencegah pembentukan negara Palestina, dan mengamankan cadangan pembangunan untuk permukiman di dekade mendatang,” demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dilansir CNN.

Juru bicara Presiden Otoritas Palestina, Nabil Abu Rudeineh, menyebut pengumuman Israel sebagai “eskalasi berbahaya dan tantangan terhadap legitimasi dan hukum internasional.”
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan awal pekan ini setelah laporan tentang persetujuan permukiman itu muncul, Abu Rudeineh mengatakan langkah tersebut akan “melanggengkan kekerasan dan ketidakstabilan regional.”

Peace Now mengkritik keras pemerintah Israel karena membuat keputusan semacam itu di tengah perang. “Pemerintah (Israel) menjelaskan, lagi dan tanpa menahan diri, bahwa mereka lebih memilih memperdalam pendudukan dan memajukan aneksasi de facto daripada mengejar perdamaian,” kata organisasi tersebut.

“Pemerintah Israel tidak lagi berpura-pura sebaliknya: aneksasi Wilayah Pendudukan dan perluasan permukiman adalah tujuan utamanya.,” lanjut Peace Now.

Permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, serta di Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki, dianggap ilegal menurut hukum internasional. Kesepakatan Oslo, yang ditandatangani pada tahun 1993 antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dirancang untuk membuka jalan bagi pembentukan negara Palestina dan perwujudan solusi dua negara.

Penggusuran Warga

Selama berbulan-bulan, militer Israel telah melakukan operasi besar-besaran di Tepi Barat, mengerahkan tank ke wilayah tersebut untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade dan menggusur puluhan ribu warga Palestina.

Pada bulan Februari lalu, Katz memerintahkan militer Israel untuk “mempersiapkan kehadiran jangka panjang” saat militer mengevakuasi kamp-kamp pengungsi Palestina. Dalam beberapa minggu terakhir, pasukan Israel telah melakukan beberapa gelombang serangan dan penangkapan di seluruh Tepi Barat.

Peace Now mengatakan 12 dari permukiman baru ini akan menjadi legalisasi dari pos-pos terdepan ilegal. Pos-pos terdepan adalah permukiman yang didirikan secara ilegal oleh pemukim Yahudi tanpa persetujuan pemerintah dengan tujuan untuk mendorong pengakuan formal dan legalisasi. Sembilan permukiman lainnya akan sepenuhnya baru, sementara satu sisanya akan menjadi konversi lingkungan yang sudah ada menjadi permukiman independen, menurut Peace Now.

Bezalel Smotrich menyombongkan diri tentang permukiman baru itu, memperjelas tujuannya adalah aneksasi. “Langkah selanjutnya – kedaulatan! Kami tidak mengambil tanah asing, tetapi warisan leluhur kami,” kata Smotrich dalam sebuah pernyataan.

Awal bulan ini, kabinet keamanan Negeri Zionis itu menyetujui proses pendaftaran tanah untuk Area C Tepi Barat, yang berada di bawah kendali sipil dan keamanan Israel. Peace Now menyebut langkah itu sebagai “pencurian besar-besaran tanah Palestina.” (cnnind,tb)

Berita Terbaru

Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...

Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...

Israel Dituding Terapkan Lebanon Selatan Seperti Gaza

OVIEDO, NEWSREAL.id – Kebijakan Israel dalam menerapkan strategi di Lebanon Selatan dikritik habis oleh Pemerintahan Spanyol. Jika hal itu terus dilakukan Israel tidak bisa mempertahankan...

Kloter Pertama Jamaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

*Manfaatkan Fast Track MADINAH,newsreal.id — Persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh...

AS Cegat Kapal Iran Terobos Blokade di Teluk Oman

WASHINGTON, newsreal.id – Kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat oleh militer Amerika Serikat karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu...

Nasib Dua kapal Pertamina Terkini, Kabar Terakhir Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz

JAKARTA,newsreal.id – Dua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina...

Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Mentah Turun Tajam

JAKARTA,newsreal.id – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas komersial. Hal itu dikatakan Abbas Araghchi...

Blokade AS Aktif, Kapal Tanker Iran Diinformasikan Melenggang Teluk via Selat Hormuz

TEHERAN,newsreal.id – Meski dibawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS) berupa blokade laut, tersiar informasi kapal-kapal tanker Iran bebas melenggang memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz....

Ini Kabar Teranyar Nasib Dua Kapal Tanker RI Tertahan di Selat Hormuz

JAKARTA, newsreal.id– Upaya negosiasi tanpa pantang menyerah dan berani yang dilakukan diplomat-diplomat Indonesia untuk pembebasan dua kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz menunjukkan sinyal positip....

Ancam AS, Iran Targetkan Kapal Induk dan Perang

TEHERAN, newsreal.id – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menargetkan sejumlah kapal perang termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada di sekitar Selat Hormuz....

Seskab Teddy: Presiden Putin Apresiasi Ucapan Paskah Presiden Prabowo

*Simbol Toleransi dan Persahabatan Antarbangsa ADA momen hangat dan menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan 5 jam dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir...

Prabowo-Putin Sepakat Geber Kerjasama Ekonomi dan Energi

JAKARTA,newsreal.id – Presiden RI Prabowo Subianto langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pembantunya setibanya di Moscow. Dalam pertemuan itu Prabowo menyampaikan apresiasi...

Leave a comment