Regional

Di Semarang, 18 Mahasiswa Ditangkap Saat May Day

Tim Redaksi, Admin
Jumat, 2 Mei 2025 15:06 WIB
Di Semarang, 18 Mahasiswa Ditangkap Saat May Day
NEWSREAL.ID - AKSI PEKERJA MEDIA: Pekerja media yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen Kota Semarang melakukan aksi unjuk rasa pada Hari Buruh di depan Kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan, Semarang, Kamis (1/5). (Foto: Ist)

SEMARANG- Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyebut polisi melakukan aksi brutalitas dan represivitas saat menghadapi aksi unjuk rasa Hari Buruh atau May Day di Semarang, Jawa Tengah.

YLBHI mengatakan polisi menembak gas air mata dan meriam air (water cannon) sekitar 17.30 WIB, Kamis (1/5). Massa yang terdiri dari mahasiswa dan buruh mengalami sesak napas.

“Brutalitas dan represivitas yang dilakukan aparat kepolisian dengan menembakkan gas air mata, water canon, hingga melakukan pemukulan terhadap massa aksi dengan melakukan pengejaran hingga di dalam kampus Undip Pleburan,” kata YLBHI dalam keterangan tertulis, Kamis (1/5).

YLBHI mencatat 18 orang mahasiswa ditangkap dan dibawa ke Markas Polrestabes Semarang. Mereka disebut juga mengalami pemukulan. Selain itu, banyak mahasiswa yang dilarikan ke rumah sakit. YLBHI juga mendapatkan laporan motor-motor massa aksi May Day Semarang hilang.

YLBHI menyebut polisi dan ratusan preman mengepung kampus Undip Pleburan pada Kamis (1/5) malam. Mereka memperkirakan ada sekitar 400 orang mahasiswa yang sedang mengamankan diri di dalam kampus.

Agar Tertib

“Kami menuntut dan mendesak agar segera bebaskan kawan-kawan kami yang saat ini ditangkap dan kawan-kawan yang disandera di dalam kampus,” ujar YLBHI.  “Hentikan brutalisas aparat dan pecat Kapolrestabes Semarang. Kapolrestabes segera menarik preman dan polisi yang melakukan pengepungan terhadap massa aksi,” imbuh mereka.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengakui pihaknya telah mengamankan belasan orang. Menurutnya hal itu terpaksa dilakukan agar perayaan Hari Buruh tetap tertib.

“Serikat buruh dan buruh telah menyampaikan aspirasinya dan telah diterima oleh Gubernur, alhamdulillah berjalan lancar. Namun, di balik ini semua ternyata ada satu kelompok lagi, yaitu kelompok anarko yang bergabung dengan kelompok mahasiswa lainnya yang melakukan aksi unjuk rasa anarkis,” kata Artanto.

Menurut dia kelompok itu melakukan pembakaran, pelemparan terhadap petugas, sehingga dibubarkan dengan cara didorong. Ia menyebut hal itu sudah sesuai dengan SOP kepolisian. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

Demo 26-27 Agustus, Gubernur DKI : Silahkan Demo, tetapi tidak Boleh Anarkis

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Aksi unjuk rasa yang akan dilakukan sekelompok orang di Jakarta, 26–27 Agustus 2026 mendatang mendapat tanggapan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Orang nomor...

Pengungsi Bencana di NTT Dapat 954 Ton Bantuan Logistik, Disalurkan BNPB

JAKARTA,NEWSREAL.ID— Sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mendistribusikan 954 ton bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di...

Mengejutkan ! Data Pemkab Bandung 1.066 ASN Terindikasi Judi Daring

BANDUNG,NEWSREAL.ID – Ancaman perjudian kian hari kian memprihatinkan. Dikutip dari Antara, sebanyak 1.066 aparatur sipil negara (ASN) terverifikasi data bermain judi daring. Kendati data tersebut...

GKR Hemas Terkesan Kegiatan Diwa Foundation di Yogyakarta, Angkat Inklusivitas dan Kesetaraan

YOGYAKARTA, NEWSREAL.ID— Ketua Pelaksana Suara Inklusi untuk Semua 2026, Diah Warih Anjari bertemu dengan GKR Hemas di Gedung DPD RI, Kamis (20/8/2026) untuk menyampaikan laporan...

Warga Bibis Baru Solo Desak STOP Operasional Tower BTS, Diwa : Nyawa dan Keselamatan Warga Lebih Berharga

SOLO,NEWSREAL.id — Kantor Satpol Kota Solo, Jawa Tengah di geruduk belasan warga dari Kampung Bibis Baru, Nusukan RT 01 dan RT 02, RW 24, Banjarsari,...

Soroti Kasus Pencuri Tewas Dikeroyok Massa, Diwa Foundation: Tegakkan Hukum dan Keadilan

DiwaJAKARTA, NEWSREAL.com– Di balik peristiwa yang kini menjadi perhatian publik, tangis seorang anak menjadi pengingat bahwa setiap tindak kekerasan meninggalkan dampak panjang bagi keluarga yang...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

Gubernur Jateng Tunjuk Eko Sapto Purnomo Jadi Plt Bupati Sukoharjo

SEMARANG, NEWSREAL.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal setelah Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditetapkan sebagai...

Cegah “Bullying”, Mendikdasmen Imbau Identitas Terduga Pelaku Teror Bom SDN Jaksel Tak Diumbar

JAKARTA,NEWSREAL.id-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta seluruh pihak menjaga kerahasiaan identitas terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta...

Dorong Keadilan Korektif, LOGIS 08 Minta Penanganan Dugaan Korupsi Utamakan Pemulihan Kerugian Negara

JAKARTA,NEWSREAL.id – Organisasi LOGIS 08 mendorong aparat penegak hukum mengedepankan pendekatan keadilan korektif (corrective justice) dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Pendekatan tersebut dinilai tidak...

Soal Perlindungan Lahan Pertanian dan Penanganan Sampah, Pemprov Jateng Targetkan 26 Daerah Ini

SEMARANG,NEWSREAL.id-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat upaya penyelesaian dua persoalan lingkungan yang dinilai semakin mendesak, yakni alih fungsi lahan pertanian dan pengelolaan sampah, terutama di kawasan...

Kronologi dan Fakta Lengkap Kecelakaan Maut di Indramayu, 13 Tewas

INDRAMAYU, NEWSREAL.id – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, setelah kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil pikap pengangkut rombongan pengantar pengantin dan truk tronton...

Leave a comment