
KENDAL, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pembangunan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus melalui revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kompetensi guru. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat melakukan kunjungan kerja di Jawa Tengah dengan meninjau pelaksanaan revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB).
Dalam kunjungannya ke SLB M Surya Bangsa Kabupaten Kendal, Fajar melihat langsung pembangunan fasilitas pendidikan yang mendapat dukungan pemerintah berupa dua ruang kelas baru, satu perpustakaan, serta satu ruang keterampilan. Fasilitas tersebut akan menunjang proses belajar bagi 111 peserta didik berkebutuhan khusus.
Selain itu, pemerintah juga tengah membangun Unit Sekolah Baru (USB) di SLB Muhammadiyah Weleri sebagai bagian dari upaya memperluas layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Menurut Fajar, pembangunan infrastruktur sekolah harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik.
Karena itu, pemerintah memperluas program digitalisasi pembelajaran melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
“Tahun ini akan ada tambahan unit IFP yang akan dikirimkan ke masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan jumlah siswa atau rombongan belajarnya. Distribusi IFP yang akan ditambahkan lagi di tahun ini mencapai lebih dari 700 ribu unit untuk seluruh satuan pendidikan,” ujar Fajar saat Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran bagi guru SLB di Jawa Tengah.
Ia menegaskan, distribusi perangkat digital tersebut bukan sekadar program penyediaan fasilitas teknologi, melainkan bagian dari transformasi pendidikan yang berpihak kepada kebutuhan peserta didik.
“Itu bukan semata-mata proyek bagi-bagi IFP, tetapi sebenarnya punya makna yang lebih dalam untuk membantu akses anak-anak berkebutuhan khusus terhadap media belajar,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Papan Interaktif Digital membuka lebih banyak pilihan media pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing peserta didik.
“Kehadiran PID ini justru menjembatani mereka untuk bisa mengakses media-media ajar yang lebih variatif sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” lanjutnya.
Fajar juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan oleh sarana pembelajaran, tetapi juga kemampuan guru memahami kebutuhan setiap anak.
“Dalam pendidikan inklusif itu bukan anaknya yang diminta menyesuaikan kepada guru, tetapi bagaimana guru menyesuaikan dengan kemampuan anak dalam mencerna satu pembelajaran,” tegasnya.
Senada dengan itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu fondasi utama transformasi pendidikan inklusif.
“Bimbingan teknis ini hadir sebagai langkah strategis dari Direktorat PKPLK untuk memastikan transformasi pendidikan dalam konteks digital agar semakin inklusif, adaptif, dan sekaligus berdampak nyata bagi para peserta didik penyandang disabilitas,” ujarnya, dilansir dari situs resmi Kemendikdasmen.go.id.
Selama empat hari pelaksanaan bimbingan teknis, para guru mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan Papan Interaktif Digital, pembuatan video pembelajaran, pengembangan permainan edukatif, hingga penggunaan platform Rumah Pendidikan sebagai wadah berbagi praktik baik.
Setiap peserta juga diminta menghasilkan produk pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan di sekolah masing-masing sekaligus dibagikan kepada guru lain melalui komunitas belajar.
Sebelum menutup kunjungannya, Fajar mengingatkan bahwa para peserta memiliki tanggung jawab untuk menyebarluaskan ilmu yang diperoleh selama pelatihan.
“Peserta yang hadir adalah perwakilan yang dipilih untuk mendapatkan kesempatan mengikuti Bimtek ini. Oleh karena itu Bapak Ibu punya tanggung jawab moral yang besar untuk menularkan atau mengimbaskan apa yang sudah didapatkan kepada kolega-kolega yang lain,” katanya.
Melalui revitalisasi sekolah, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerintah berharap semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang layak, adaptif, dan bermutu. Ketiga langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif sekaligus memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik di Indonesia.(OBR).
4 Juta Anak Belum Sekolah, Kemensos Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat
JAKARTA, NEWSREAL.id – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah terus dipercepat. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan Presiden memberikan...
KPK Bergerak di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Terjaring OTT
SOLO,NEWSREAL.id– Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (9/7/2026). Namun demikian, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif dan belum...
Bupati Kendal Tegaskan Keterbukaan Informasi Wajib Jadi Budaya di Seluruh Sekolah Dasar
KENDAL, NEWSREAL.id – Pemerintah Kabupaten Kendal terus memperkuat tata kelola pendidikan yang transparan melalui penguatan budaya keterbukaan informasi di lingkungan sekolah dasar. Bupati Kendal Dyah...
AHY Siapkan Safari Politik, Demokrat Perkuat Komunikasi Lintas Partai Jelang HUT Ke-25
JAKARTA, NEWSREAL.id– Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyiapkan langkah politik melalui agenda safari ke berbagai tokoh nasional dan pimpinan partai politik di...
Pemkab Jepara Pastikan Anak Tak Putus Sekolah, Siapkan Beasiswa hingga Sekolah Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu
JEPARA, NEWSREAL.id – Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak di daerah tersebut tetap mendapatkan hak pendidikan, tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Berbagai...
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang Proyek Jalur Kereta Api
JAKARTA, NEWSREAL.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...
Komitmen Pemkab Kendal Lindungi Pekerja Rentan, Ribuan Warga Dapat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
KENDAL, NEWSREAL.id – Pemerintah Kabupaten Kendal terus memperkuat kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya pekerja rentan, melalui Program Perlindungan Masyarakat atau Pekerja Rentan (Permata). Program tersebut menjadi...
Bantuan Budidaya Rumput Laut Rp 9 M Siap Dongkrak Ekonomi Masyarakat Pesisir Karimunjawa
JEPARA, NEWSREAL.id – Pemerintah terus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan budidaya rumput laut di Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bantuan...
Harga Telur Anjlok dan Peternak Terancam Gulung Tikar, Pemerintah Ungkap Pemicunya
JAYAPURA, NEWSREAL.id– Aksi protes terkait harga telur yang terus merosot terjadi di sejumlah daerah, Selasa (7/7/2026). Para peternak mengaku kondisi tersebut akan mengancam usaha mereka...
Update Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Warga Diminta Tetap Waspada
JAKARTA, NEWSREAL.id – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunjukkan peningkatan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber...
Nobar Film “Langit Tetap Sama”, KPU Kendal Gaungkan Kesetaraan Disabilitas
KENDAL, NEWSREAL.id – Upaya membangun kesetaraan bagi penyandang disabilitas terus diperkuat di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Salah satunya melalui pemutaran film bertema inklusi Langit Tetap...
Kebutuhan Siswa Jadi Sorotan, DPRD Kendal Larang Sekolah Jual Seragam
KENDAL, NEWSREAL.id-Komisi D DPRD Kabupaten Kendal mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal segera menerbitkan surat edaran yang melarang praktik penjualan seragam di sekolah...