Regional

Bantuan Budidaya Rumput Laut Rp 9 M Siap Dongkrak Ekonomi Masyarakat Pesisir Karimunjawa

Tim Redaksi, Wildan Abdul Rahman
Rabu, 8 Juli 2026 11:12 WIB
Bantuan Budidaya Rumput Laut Rp 9 M Siap Dongkrak Ekonomi Masyarakat Pesisir Karimunjawa
NEWSREAL.ID - bantuan tahap pertama dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, untuk pengembangan kawasan budidaya rumput laut di Karimunjawa. DOK Jatengprov.go.id

JEPARA, NEWSREAL.id – Pemerintah terus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan budidaya rumput laut di Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bantuan tahap pertama mulai disalurkan sebagai upaya meningkatkan pendapatan nelayan dan pembudidaya sekaligus memperkuat ekonomi kawasan kepulauan.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, bantuan tahap awal tersebut mencakup pengembangan kawasan budidaya rumput laut seluas 47 hektare yang berada di kawasan konservasi Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNK).

“Alhamdulillah, kita mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tahap pertama ini 47 hektare masuk wilayah konservasi Balai Taman Nasional. Kemungkinan dua minggu ini dikerjakan dan sebulan selesai. Itu berupa lahan produksi rumput laut kurang lebih 45 hektare, kemudian sisanya kebun bibit,” ujar Witiarso, Senin (6/7/2026), dilansir dari situs resmi Jatengprov.go.id.

Menurut Bupati yang akrab disapa Wiwit itu, keberadaan kebun bibit menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan budidaya rumput laut. Selain menyediakan bibit berkualitas, pemerintah juga akan memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat agar hasil produksi terus meningkat.

Tidak hanya itu, kelompok pembudidaya juga akan memperoleh berbagai sarana pendukung, di antaranya lima unit perahu panen serta perahu khusus untuk perawatan kawasan budidaya.

Program tersebut, kata Wiwit, baru merupakan tahap awal. Pemerintah pusat telah menyiapkan pengembangan tahap kedua dengan cakupan yang jauh lebih luas.

“Yang tahap kedua kurang lebih hampir 190 hektare. Anggarannya sudah siap. Tinggal menunggu tanda tangan sama Balai Taman Nasional. Nanti dikasih fasilitas benih, alat menanam, alat untuk panen. Mudah-mudahan tahun ini selesai,” katanya.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, luas kawasan budidaya rumput laut di Karimunjawa akan berkembang menjadi lebih dari 200 hektare. Total nilai bantuan dari pemerintah pusat diperkirakan mencapai sekitar Rp9 miliar.

Program tersebut diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pesisir Karimunjawa. Sedikitnya 10 hingga 11 kelompok pembudidaya rumput laut akan menerima manfaat langsung dari bantuan tersebut.

“Efeknya sangat bagus. Kelompoknya kurang lebih ada 10 sampai 11 kelompok yang mendapatkan bantuan rumput laut, semua di Karimunjawa,” ujar Wiwit.

Pemerintah Kabupaten Jepara berharap pengembangan budidaya ini mampu menjadikan Karimunjawa sebagai salah satu sentra produksi rumput laut nasional. Namun, karena lokasi budidaya berada di kawasan konservasi, seluruh proses pengembangan tetap harus mengikuti regulasi yang berlaku dari Balai Taman Nasional Karimunjawa.

“Harapan kami seperti itu. Karena ini wilayahnya menyangkut wilayah lembaga lain, yaitu BTN, jadi saya sangat berhati-hati. Ketika nanti benturan sama BTN, regulasinya agak ketat, sehingga memang kami tidak berani terlalu muluk-muluk,” jelasnya.

Meski demikian, peluang pengembangan dinilai masih sangat besar. Salah satu kebutuhan yang kini menjadi perhatian adalah penyediaan fasilitas penjemuran rumput laut agar kualitas hasil panen semakin baik dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Tadi Pak Direktur menyampaikan, yang di sini itu belum cukup alat penjemurnya. Jadi tahun depan akan diagendakan alat jemur, sehingga proses pengeringan tidak terlalu tebal dan kualitasnya lebih bagus,” ungkap Witiarso.

Saat ini, Desa Kemujan disebut sebagai wilayah dengan potensi terbesar untuk pengembangan budidaya rumput laut. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jepara juga telah mengusulkan bantuan serupa bagi wilayah Desa Bondo, meski proses verifikasi sebelumnya belum dapat diselesaikan tepat waktu.

“Di Bondo kemarin kita sudah kasih. Tahun ini verifikasinya terlambat. Mungkin kita ajukan tahun ini atau tahun depan,” pungkasnya.

Melalui pengembangan kawasan budidaya rumput laut ini, pemerintah berharap masyarakat pesisir Karimunjawa tidak hanya memperoleh peningkatan pendapatan, tetapi juga memiliki usaha yang lebih berkelanjutan sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan mendukung pertumbuhan sektor kelautan di Jepara. (OBR).

Berita Terbaru

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang Proyek Jalur Kereta Api

JAKARTA, NEWSREAL.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Komitmen Pemkab Kendal Lindungi Pekerja Rentan, Ribuan Warga Dapat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

KENDAL, NEWSREAL.id – Pemerintah Kabupaten Kendal terus memperkuat kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya pekerja rentan, melalui Program Perlindungan Masyarakat atau Pekerja Rentan (Permata). Program tersebut menjadi...

Harga Telur Anjlok dan Peternak Terancam Gulung Tikar, Pemerintah Ungkap Pemicunya

JAYAPURA, NEWSREAL.id– Aksi protes terkait harga telur yang terus merosot terjadi di sejumlah daerah, Selasa (7/7/2026). Para peternak mengaku kondisi tersebut akan mengancam usaha mereka...

Update Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Warga Diminta Tetap Waspada

JAKARTA, NEWSREAL.id – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunjukkan peningkatan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber...

Nobar Film “Langit Tetap Sama”, KPU Kendal Gaungkan Kesetaraan Disabilitas

KENDAL, NEWSREAL.id – Upaya membangun kesetaraan bagi penyandang disabilitas terus diperkuat di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Salah satunya melalui pemutaran film bertema inklusi Langit Tetap...

Kebutuhan Siswa Jadi Sorotan, DPRD Kendal Larang Sekolah Jual Seragam

KENDAL, NEWSREAL.id-Komisi D DPRD Kabupaten Kendal mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal segera menerbitkan surat edaran yang melarang praktik penjualan seragam di sekolah...

Pemerhati Budaya: Merti Desa Bibis Kulon Bukti Nyata Pelestarian Tradisi di Tengah Arus Modernisasi

SOLO, NEWSREAL.id – Tradisi Merti Desa yang digelar warga Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Kota Solo, dinilai tidak sekadar menjadi agenda tahunan masyarakat, tetapi juga memiliki...

Merti Desa Bibis Kulon Solo, Upaya Gotong Royong Warga Lestarikan Budaya

SOLO,NEWSREAL.id-Upacara tradisional “merti desa” warga Bibis Kulon, Kota Solo, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Ratusan warga mendatangi kirab budaya untuk memeriahkan acara tersebut. Merti desa atau...

Cerita Inspiratif, Pulih Usai Kecelakaan Maut, Diah Warih Tumbuhkan Harapan bagi Penyandang Disabilitas

YOGYAKARTA, NEWSREAL.id – Pendiri DIWA Foundation, Diah Warih Anjari (46), menceritakan, sebuah kecelakaan maut sempat mengubah arah hidupnya. Kecelakaan itu bahkan nyaris membuat Diwa, sapaan...

Rusak Parah, Rumah ODGJ di Yogyakarta Terima Bantuan dari Diwa Foundation

YOGYAKARTA, NEWSREAL.id-Salah satu ppenerima manfaat aksi bedah rumah Diwa Foundation adalah Mursiti (59), warga Jetisharjo, Cokrodiningratan, RT 11 RW 357, Kota Yogyakarta. Perempuan setengah baya...

Dilaporkan soal Baliho Ultah Jokowi, Wali Kota Solo Hormati Proses Hukum

SOLO, NEWSREAL.id– Wali Kota Solo Respati Ardi dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo terkait pemasangan baliho ucapan ulang tahun ke-65 Presiden ke-7 RI Joko Widodo...

TNI Buru Kelompok Elkius, OPM yang Serang Pesawat PT AMA di Yahukimo

JAKARTA, NEWSREAL.id– Tentara Nasional Indonesia (TNI) buru kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM)  pimpinan Elkius Kobak. Kelompok Elkius disebut melakukan penyerangan terhadap...