
JEPARA, NEWSREAL.id – Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak di daerah tersebut tetap mendapatkan hak pendidikan, tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Berbagai skema bantuan, mulai dari beasiswa, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), disiapkan agar tidak ada anak yang putus sekolah.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat meninjau proyek peningkatan Jalan Bendanpete–Buaran, Senin (6/7/2026). Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan membiarkan anak-anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena tidak mampu membayar biaya pendidikan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wali murid di Jepara, apabila anaknya belum bisa masuk sekolah negeri dan orang tuanya tidak mampu membiayai sekolah swasta, segera menghubungi kepala desa, camat, maupun kepala dinas agar dapat diajukan. Anak-anak ini jangan sampai putus sekolah,” ujar Witiarso, dilansir dari Jatengprov.go.id.
Baca Juga: Harga Telur Anjlok dan Peternak Terancam Gulung Tikar, Pemerintah Ungkap Pemicunya
Bupati menegaskan, apabila kendala utama adalah persoalan biaya, pemerintah siap memberikan berbagai bentuk bantuan melalui program beasiswa, CSR perusahaan, maupun Baznas.
“Jangan sampai anak-anak kita, baik jenjang SMP maupun SMA, putus sekolah karena tidak mampu membayar biaya pendidikan. Kita akan berikan beasiswa dan bantuan melalui CSR maupun Baznas,” katanya.
Menurut Witiarso, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dengan memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak. Bahkan apabila seorang anak telah terlanjur putus sekolah, pemerintah tetap akan memfasilitasi melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) maupun program pendidikan kesetaraan agar mereka tetap memperoleh ijazah.
Selain memperluas akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten Jepara juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 12 Juli 2026.
Program tersebut akan membuka tiga rombongan belajar untuk masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas sekitar 30 siswa setiap kelas atau sekitar 90 peserta didik per jenjang.
Namun hingga pekan lalu, kuota jenjang SD baru terisi 66 calon siswa sehingga masih membutuhkan sekitar 24 peserta didik yang memenuhi persyaratan.
Bupati menjelaskan, program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan terendah.
“Syaratnya adalah masyarakat desil 1 dan desil 2. Sekolahnya bagus, fasilitasnya lengkap, dan semuanya gratis. Bahkan nantinya jenjang SMP hingga SMA juga gratis sehingga masyarakat tidak harus selalu berebut masuk sekolah negeri,” jelasnya.
Tak hanya itu, Jepara juga mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sekolah berasrama bagi siswa berprestasi yang konsepnya menyerupai Taruna Nusantara, namun tidak berbasis pendidikan militer.
Pada tahap awal akan dibuka dua rombongan belajar untuk tingkat SMP dan dua rombongan belajar untuk SMA, masing-masing berkapasitas 20 siswa. Selama pembangunan gedung permanen berlangsung, kegiatan belajar sementara akan menggunakan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK).
Pembangunan SNT dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026 di atas lahan seluas 10 hektare yang telah dihibahkan Pemerintah Kabupaten Jepara kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Proses seleksi peserta didik dilaksanakan langsung oleh kementerian sepanjang Juli dengan target pembelajaran dimulai sekitar Agustus.
“Ini seperti sekolah Taruna Nusantara, tetapi bukan sekolah militer,” ujar Witiarso.
Menurutnya, SNT tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar asal Jepara, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa berprestasi dari daerah sekitar seperti Kudus, Pati, dan Demak. Di Jawa Tengah, sekolah tersebut hanya dibangun di tiga daerah, yakni Jepara, Cilacap, dan Purbalingga.
Sementara itu, bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Jepara tetap difokuskan untuk membebaskan biaya sekolah siswa yang membutuhkan.
“Mengenai beasiswa dari Pemkab Jepara, pembayarannya langsung ke sekolah sehingga sekolah menjadi gratis bagi siswa. Yang terpenting anak-anak tetap bisa sekolah, urusan administrasi akan kami bantu,” tegas Bupati.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. (OBR).
Pengungsi Bencana di NTT Dapat 954 Ton Bantuan Logistik, Disalurkan BNPB
JAKARTA,NEWSREAL.ID— Sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mendistribusikan 954 ton bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di...
Mengejutkan ! Data Pemkab Bandung 1.066 ASN Terindikasi Judi Daring
BANDUNG,NEWSREAL.ID – Ancaman perjudian kian hari kian memprihatinkan. Dikutip dari Antara, sebanyak 1.066 aparatur sipil negara (ASN) terverifikasi data bermain judi daring. Kendati data tersebut...
GKR Hemas Terkesan Kegiatan Diwa Foundation di Yogyakarta, Angkat Inklusivitas dan Kesetaraan
YOGYAKARTA, NEWSREAL.ID— Ketua Pelaksana Suara Inklusi untuk Semua 2026, Diah Warih Anjari bertemu dengan GKR Hemas di Gedung DPD RI, Kamis (20/8/2026) untuk menyampaikan laporan...
Warga Bibis Baru Solo Desak STOP Operasional Tower BTS, Diwa : Nyawa dan Keselamatan Warga Lebih Berharga
SOLO,NEWSREAL.id — Kantor Satpol Kota Solo, Jawa Tengah di geruduk belasan warga dari Kampung Bibis Baru, Nusukan RT 01 dan RT 02, RW 24, Banjarsari,...
Soroti Kasus Pencuri Tewas Dikeroyok Massa, Diwa Foundation: Tegakkan Hukum dan Keadilan
DiwaJAKARTA, NEWSREAL.com– Di balik peristiwa yang kini menjadi perhatian publik, tangis seorang anak menjadi pengingat bahwa setiap tindak kekerasan meninggalkan dampak panjang bagi keluarga yang...
Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan
TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...
Gubernur Jateng Tunjuk Eko Sapto Purnomo Jadi Plt Bupati Sukoharjo
SEMARANG, NEWSREAL.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal setelah Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditetapkan sebagai...
Cegah “Bullying”, Mendikdasmen Imbau Identitas Terduga Pelaku Teror Bom SDN Jaksel Tak Diumbar
JAKARTA,NEWSREAL.id-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta seluruh pihak menjaga kerahasiaan identitas terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta...
Dorong Keadilan Korektif, LOGIS 08 Minta Penanganan Dugaan Korupsi Utamakan Pemulihan Kerugian Negara
JAKARTA,NEWSREAL.id – Organisasi LOGIS 08 mendorong aparat penegak hukum mengedepankan pendekatan keadilan korektif (corrective justice) dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Pendekatan tersebut dinilai tidak...
Soal Perlindungan Lahan Pertanian dan Penanganan Sampah, Pemprov Jateng Targetkan 26 Daerah Ini
SEMARANG,NEWSREAL.id-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat upaya penyelesaian dua persoalan lingkungan yang dinilai semakin mendesak, yakni alih fungsi lahan pertanian dan pengelolaan sampah, terutama di kawasan...
Kronologi dan Fakta Lengkap Kecelakaan Maut di Indramayu, 13 Tewas
INDRAMAYU, NEWSREAL.id – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, setelah kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil pikap pengangkut rombongan pengantar pengantin dan truk tronton...
Perkuat Pendidikan Inklusif, Pemerintah Percepat Revitalisasi SLB hingga Digitalisasi Pembelajaran
KENDAL, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pembangunan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus melalui revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kompetensi guru. Langkah tersebut menjadi bagian...