JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menindaklanjuti dugaan kasus gratifikasi terkait penyelenggaraan pernikahan anak seorang pejabat di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Langkah awal yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian PU dalam waktu dekat.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai dugaan praktik gratifikasi yang dilakukan dengan modus permintaan dana dari seorang penyelenggara negara atau pegawai negeri kepada bawahan, untuk kepentingan pribadi.
“KPK mendapat informasi adanya dugaan gratifikasi di lingkungan Kementerian PU yang diduga digunakan untuk keperluan pribadi, dalam hal ini pernikahan anak seorang pejabat,” ujar Budi dalam pernyataan tertulis, Kamis (29/5).
Ia menjelaskan bahwa setelah koordinasi dilakukan, Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik di bawah Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK akan melakukan analisis terhadap hasil investigasi awal yang telah dikumpulkan oleh Kementerian PU.
Langkah Cepat
Budi juga mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Inspektorat Kementerian PU dalam menangani dugaan pelanggaran tersebut. “KPK terus mengingatkan para Penyelenggara Negara dan ASN agar tidak menerima atau memberikan gratifikasi dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, membenarkan adanya laporan mengenai kasus ini, yang berasal dari hasil audit sementara oleh Inspektorat Jenderal Kementerian PU. Dalam audit tersebut disebutkan adanya seorang kepala biro yang menggalang dana untuk acara pernikahan anak pejabat yang menjabat sebagai “Sekretaris”.
“Saya sudah menerima laporan dari Pak Irjen dan sudah memerintahkan agar ditindaklanjuti. Namun, saya belum mendapat laporan lanjutan,” kata Dody saat ditemui di kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (28/5). Ia menegaskan tidak akan ikut campur dalam proses pemeriksaan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Inspektorat Jenderal, Dadang Rukmana. (cnnind,tb)
MAKI Kecam KPK Soal Tahanan Rumah Yaqut, Beda Perlakuan dengan Lukas Enembe
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Masyarakat Antikorupsi Indonesia melontarkan kritik keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi atas keputusan mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan...
KPK Tegaskan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Bukan karena Sakit, Ini Alasannya
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa pengalihan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah tidak berkaitan dengan kondisi kesehatan. Juru...
157 Warga Binaan Lapas Purwodadi Dapat Remisi Lebaran, Tiga Langsung Bebas
NEWSREAL.ID, PURWODADI- Sebanyak 157 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi menerima Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026). Pemberian remisi ini menjadi...
155 Ribu Warga Binaan Dapat Remisi Lebaran, 1.162 Orang Langsung Bebas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sebanyak 155.908 warga binaan di seluruh Indonesia menerima remisi khusus Idul Fitri 1447 H/2026. Kebijakan ini ditegaskan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bentuk penghargaan...
KPK Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Sejak 19 Maret
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026) malam. Juru Bicara...
Empat Oknum TNI Ditahan, Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komandan Puspom TNI,...
KPK Bongkar Peran “Gus Alex” di Skandal Kuota Haji
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran penting Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex dalam kasus dugaan korupsi pengaturan kuota dan penyelenggaraan haji di...
BNN Musnahkan 34 Kg Narkoba, 147 Ribu Jiwa Disebut Terselamatkan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional memusnahkan sebanyak 34,21 kilogram barang bukti narkotika hasil pengungkapan sembilan kasus, yang disebut telah menyelamatkan sekitar 147.340 jiwa. Pelaksana Tugas...
Polisi Periksa Tujuh Saksi dan Analisis 86 CCTV Usut Teror Air Keras ke Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Polisi terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. Hingga kini,...
Aktivis Disiram Air Keras, Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus penyiraman diduga air keras terhadap seorang aktivis HAM memicu perhatian serius pemerintah. Presiden Prabowo Subianto disebut langsung memerintahkan kepolisian untuk mengusut tuntas...
KPK Curiga ‘THR Pejabat’ Tak Cuma di Cilacap, Kepala Daerah Lain Diminta Hentikan Praktik Ini
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus dugaan “THR pejabat” di Cilacap membuka kotak pandora baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik pemberian tunjangan hari raya dari kepala daerah...
Kunker Virtual, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Penegakan Hukum Proaktif
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menekankan pentingnya penegakan hukum yang proaktif, profesional, dan berintegritas kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia menjelang Hari Raya...


