
NEWSREAL, JAKARTA – Amerika Serikat kembali menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap resolusi yang menyerukan gencatan senjata dan akses kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.
Dalam pemungutan suara yang digelar pada Rabu (4/6), sebanyak 14 negara anggota mendukung rancangan resolusi tersebut, sementara AS menjadi satu-satunya pihak yang menentangnya. Resolusi itu didukung oleh sejumlah negara seperti Aljazair, Denmark, Yunani, Guyana, Pakistan, Panama, Korea Selatan, Sierra Leone, Slovenia, dan Somalia.
Duta Besar AS untuk PBB, Dorothy Shea, menyatakan bahwa Washington menolak resolusi tersebut karena dinilai tidak mengutuk kelompok Hamas dan tidak mencantumkan seruan agar Hamas melucuti senjata dan keluar dari Gaza.
“Kami tidak akan mendukung tindakan apa pun yang tidak mengecam Hamas atau tidak menuntut mereka untuk melucuti senjata serta meninggalkan Gaza,” tegas Shea.
Dalam isi draf, resolusi menyoroti krisis kemanusiaan akut yang terus memburuk di Gaza akibat blokade terhadap bantuan sejak Maret lalu, serta menyerukan pembebasan segera semua sandera yang masih ditahan oleh Hamas dan kelompok bersenjata lainnya. Selain itu, resolusi juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter dan hak asasi manusia.
Upaya Mediasi
Teks tersebut turut menyuarakan dukungan terhadap upaya mediasi yang sedang berlangsung oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat untuk menciptakan gencatan senjata bertahap. Upaya itu mencakup pembebasan sandera dan tahanan, pemulangan jenazah, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, serta peluncuran rencana rekonstruksi jangka panjang.
Sikap veto AS menuai kritik tajam dari sejumlah negara anggota DK PBB. Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menilai langkah AS sebagai bentuk perlindungan terhadap Israel yang terus melanggar hukum internasional.
“Karena perlindungan yang diberikan oleh satu negara, pelanggaran ini belum dihentikan, apalagi dipertanggungjawabkan,” ujar Fu, dikutip dari Al Jazeera.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk PBB, Barbara Woodward, juga mengecam kebijakan Israel yang memperluas operasi militer di Gaza dan membatasi akses bantuan kemanusiaan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “tidak dapat dibenarkan, tidak proporsional, dan kontraproduktif.”
Dalam pernyataannya, Dorothy Shea kembali menegaskan sikap AS: “Hamas dan kelompok bersenjata lain tidak boleh punya masa depan di Gaza. Seperti kata Menlu AS Marco Rubio, jika bara api masih ada, api itu akan menyala kembali.” (Ant,tb)
Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza
GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...
Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...
Israel Dituding Terapkan Lebanon Selatan Seperti Gaza
OVIEDO, NEWSREAL.id – Kebijakan Israel dalam menerapkan strategi di Lebanon Selatan dikritik habis oleh Pemerintahan Spanyol. Jika hal itu terus dilakukan Israel tidak bisa mempertahankan...
Kloter Pertama Jamaah Haji Mendarat di Madinah 22 April
*Manfaatkan Fast Track MADINAH,newsreal.id — Persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh...
AS Cegat Kapal Iran Terobos Blokade di Teluk Oman
WASHINGTON, newsreal.id – Kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat oleh militer Amerika Serikat karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu...
Nasib Dua kapal Pertamina Terkini, Kabar Terakhir Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz
JAKARTA,newsreal.id – Dua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina...
Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Mentah Turun Tajam
JAKARTA,newsreal.id – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas komersial. Hal itu dikatakan Abbas Araghchi...
Blokade AS Aktif, Kapal Tanker Iran Diinformasikan Melenggang Teluk via Selat Hormuz
TEHERAN,newsreal.id – Meski dibawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS) berupa blokade laut, tersiar informasi kapal-kapal tanker Iran bebas melenggang memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz....
Ini Kabar Teranyar Nasib Dua Kapal Tanker RI Tertahan di Selat Hormuz
JAKARTA, newsreal.id– Upaya negosiasi tanpa pantang menyerah dan berani yang dilakukan diplomat-diplomat Indonesia untuk pembebasan dua kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz menunjukkan sinyal positip....
Ancam AS, Iran Targetkan Kapal Induk dan Perang
TEHERAN, newsreal.id – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menargetkan sejumlah kapal perang termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada di sekitar Selat Hormuz....
Seskab Teddy: Presiden Putin Apresiasi Ucapan Paskah Presiden Prabowo
*Simbol Toleransi dan Persahabatan Antarbangsa ADA momen hangat dan menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan 5 jam dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir...
Prabowo-Putin Sepakat Geber Kerjasama Ekonomi dan Energi
JAKARTA,newsreal.id – Presiden RI Prabowo Subianto langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pembantunya setibanya di Moscow. Dalam pertemuan itu Prabowo menyampaikan apresiasi...

