Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Regional

Jateng Jadi Barometer Nasional Keamanan Pangan Segar 2024

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 26 Juni 2025 11:06 WIB
Jateng Jadi Barometer Nasional Keamanan Pangan Segar 2024
NEWSREAL.ID - PENGHARGAAN BAPANAS: Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng, Dyah Lukisari menerima piagam penghargaan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Selasa (24/6). Penghargaan diberikan dalam peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia yang digelar di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. (Foto: Humas Pemprov)

NEWSREAL.ID, BOGOR- Konsistensi Jawa Tengah dalam menjamin keamanan pangan segar kembali mendapat pengakuan nasional. Provinsi ini dinobatkan sebagai salah satu daerah dengan indeks keamanan pangan terbaik di Indonesia, berdasarkan capaian Indeks Keamanan Pangan Segar (IKPS) 2024 yang dirilis Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

Dengan skor 73 poin, Jawa Tengah menempati posisi kedua secara nasional, tepat di bawah Jawa Timur dan mengungguli Jawa Barat di posisi ketiga. Capaian ini diumumkan dalam peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia yang digelar di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Selasa (24/6) malam.

Penghargaan diserahkan langsung kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng, Dyah Lukisari, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam menjaga mutu dan keamanan pangan segar di wilayahnya.

“Prestasi ini menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai barometer nasional dalam hal keamanan pangan. Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang kepercayaan publik atas apa yang dikonsumsi masyarakat setiap hari,” ungkap Dyah dalam keterangan tertulis, Rabu (25/6).

Indikator Strategis

Dyah menjelaskan bahwa IKPS merupakan skor komposit yang mencerminkan kondisi keamanan pangan segar, mencakup pangan asal tumbuhan, hewan, dan ikan. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator strategis, antara lain ketersediaan SDM, pelaksanaan penjaminan keamanan pangan, registrasi pangan, kesehatan masyarakat, serta kesadaran konsumen.

Untuk menjaga dan meningkatkan capaian ini, Pemprov Jateng mendorong pelaku usaha untuk mengurus sertifikasi legal seperti izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), Nomor Kontrol Veteriner (NKV), dan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Di sisi lain, edukasi masyarakat terus digalakkan melalui berbagai media.

“Kami aktif menyampaikan pesan keamanan pangan lewat media sosial, video pendek, siniar, infografis, hingga melibatkan tokoh lokal dan pemengaruh. Peran Tim Penggerak PKK juga sangat penting karena jangkauannya hingga ke level desa,” ujar Dyah.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi pengingat bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama: pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Jawa Tengah berkomitmen menjaga mutu pangan dari hulu ke hilir demi kesehatan publik dan ketahanan pangan nasional. (tb)

Berita Terbaru

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BMKG Minta Daerah Rawan Kekeringan Siaga

NEWSREAL.ID, CILACAP– BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan kekeringan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi...

Lapas Purwodadi Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Warga Binaan

NEWSREAL.ID, PURWODADI- Suasana haru dan hangat menyelimuti Aula Ajisaka Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Kamis (12/3). Puluhan warga binaan mendapat kesempatan berbuka puasa bersama...

Baru Sebulan Beroperasi, Toko Miras di Genuk Disegel Warga

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Keresahan warga di Kecamatan Genuk akhirnya memuncak. Sebuah toko penjual minuman keras yang baru beroperasi sekitar satu bulan di Jalan Raya Woltermongunsidi, Kelurahan...

Sahur di Pura: Agustina dan Sinta Nuriyah Rawat Toleransi Kota Semarang

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemkot Semarang kembali menegaskan komitmennya menjaga toleransi lewat sahur bersama lintas iman, Selasa (24/2/2026). Digelar di rumah ibadah umat Hindu, momentum ini bukan...

Sembilan Daerah Siap Jadi Mesin Baru Ekonomi Jateng

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memastikan kawasan industri masih menjadi tumpuan utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, ada sembilan kabupaten/kota di Jateng...

Soal Dana Hibah, PB XIV Purbaya: Kami Ikuti Arahan Pemerintah

NEWSREAL.ID, SURAKARTA- Pakoeboewono (PB) XIV Purbaya merespons pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang mengungkap dana hibah pemerintah untuk Keraton Surakarta selama ini masuk ke rekening...

Ratusan Siswa di Grobogan Diduga Keracunan MBG

NEWSREAL.ID, GROBOGAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Jateng, tengah menangani dugaan kejadian luar biasa keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG),...

Kanwil Kemenkum Jateng Fokus Perkuat Posbankum Desa Jelang 2026

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Jawa Tengah menargetkan penguatan peran Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di desa dan kelurahan di seluruh Jawa Tengah,...

Wagub Aceh Soal Insiden Bendera Bulan Bintang: Tolong Fokus Korban Banjir

NEWSREAL.ID, BANDA ACEH- Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah alias Dek Fadh angkat suara usai insiden ricuh pengibaran bendera bulan bintang di Aceh Utara. Ia menyayangkan kericuhan...

Gus Yahya-Rais Aam Sepakat, Kisruh PBNU Masuk Babak Damai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyepakati kesepakatan baru usai konflik internal...

UMP Jateng 2026 Naik 7,28 Persen, Jadi Rp2,32 Juta per Bulan

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah tahun 2026 naik sebesar 7,28 persen menjadi Rp2.327.386,07 per bulan. Kenaikan...

Laka Maut di Exit Tol Krapyak, DPR Desak Kemenhub Lakukan Evaluasi Menyeluruh

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Anggota Komisi V DPR RI Daniel Mutaqien Syafiuddin mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama pengelola jalan tol dan kepolisian untuk melakukan evaluasi total terhadap...

Leave a comment