Hukum Kriminal

72 Mobil Disita dari Sritex, Termasuk Alphard & Mercy

Tim Redaksi, Admin
Rabu, 9 Juli 2025 11:30 WIB
72 Mobil Disita dari Sritex, Termasuk Alphard & Mercy
NEWSREAL.ID - DISITA KEJAKSAAN: Sejumlah mobil milik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Gedung Sritex 2, Sukoharjo yang disita Kejaksaan Agung. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Skandal kredit bermasalah di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memasuki babak baru. Tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menyita 72 mobil dari Gedung Sritex 2 di Sukoharjo, Jateng, termasuk mobil mewah seperti Toyota Alphard, Lexus, dan Mercedes-Benz.

“Penyitaan dilakukan karena kendaraan-kendaraan itu diduga merupakan alat atau hasil dari tindak pidana,” kata Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar, Rabu (9/7). Dari total 72 unit mobil, sebanyak 10 unit mobil mewah telah diamankan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Jakarta.

Sementara 62 kendaraan lainnya masih dititipkan di lokasi penyitaan, dengan penjagaan 10 personel TNI dan petugas Kejari Sukoharjo.

Penyitaan kendaraan ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pemberian kredit dari Bank DKI dan Bank BJB kepada Sritex senilai total lebih dari Rp1 triliun, menurut sumber internal penegak hukum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bank DKI mengucurkan kredit senilai sekitar Rp500 miliar dan Bank BJB diduga memberikan kredit hingga Rp600 miliar.

Namun, kredit itu diduga disalurkan tanpa melalui analisis kelayakan dan prosedur perbankan yang semestinya. Audit internal mengindikasikan bahwa kredit digunakan untuk membayar utang lama, membeli aset non-produktif seperti kendaraan dan properti, serta tidak digunakan untuk modal kerja sebagaimana tujuan awal.

Tiga Tersangka

Penyidikan kasus ini telah menyeret tiga nama penting sebagai tersangka yakni Iwan Setiawan Lukminto, mantan Direktur Utama Sritex, Dicky Syahbandinata, mantan pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB tahun 2020 serta Zainuddin Mappa, mantan Direktur Utama Bank DKI tahun 2020.

Menurut Kejagung, para tersangka diduga bekerja sama dalam memuluskan pencairan kredit tanpa memenuhi syarat perbankan, yang menyebabkan potensi kerugian negara dalam jumlah besar.

Nilai kerugian masih dihitung oleh auditor, namun diperkirakan bisa melampaui Rp500 miliar. Penyitaan aset, termasuk mobil-mobil tersebut, dilakukan sebagai bagian dari strategi pemulihan kerugian negara serta pelacakan aset hasil kejahatan keuangan. (ct)

Berita Terbaru

Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...

Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...

243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....

Leave a comment