Hukum Kriminal

Alasan Hakim Tetap Jatuhkan Vonis kepada Tom Lembong

Tim Redaksi, Admin
Senin, 21 Juli 2025 16:00 WIB
Alasan Hakim Tetap Jatuhkan Vonis kepada Tom Lembong
NEWSREAL.ID - SIDANG PUTUSAN: Menteri Perdagangan periode 20152016 Thomas Trikasih Lembong dalam sidang pembacaan putusan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (18/7). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara kepada mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong pada Jumat (18/7).

Vonis ini dijatuhkan meskipun majelis hakim menyatakan Tom tidak menikmati hasil dari tindak pidana korupsi yang dilakukannya. Majelis hakim menilai Tom secara sadar menerbitkan izin impor gula rafinasi kepada delapan perusahaan swasta yang bertentangan dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 117 Tahun 2015.

Penerbitan izin tersebut dilakukan tanpa adanya rekomendasi dari Direktur Industri Agro Kementerian Perindustrian maupun koordinasi lintas kementerian sebagaimana diatur dalam aturan. “Fakta hukum menunjukkan, terdakwa sangat menyadari pelanggaran tersebut, namun tetap menerbitkan izin,” ujar hakim Dennie Arsan Fatrika saat membacakan amar putusan.

Hakim juga menyebut kebijakan Tom Lembong dalam mengizinkan impor gula kristal mentah (GKM) untuk diolah menjadi gula kristal putih (GKP) oleh perusahaan swasta merupakan bentuk ketidakcermatan, terlebih ketika stok gula nasional sedang terbatas dan harga melonjak.

Prinsip Kedilan

Selain menyalahi prosedur, hakim menyatakan kebijakan tersebut mengabaikan prinsip keadilan sosial. “Terdakwa terkesan lebih mementingkan sistem ekonomi kapitalis dibanding sistem ekonomi Pancasila,” lanjut hakim.

Dari tindakan tersebut, negara dinilai mengalami kerugian hingga Rp 194,7 miliar. Uang tersebut seharusnya menjadi keuntungan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI), BUMN yang ditunjuk pemerintah untuk menangani distribusi dan operasi pasar.

Kendati begitu, karena tidak terbukti menerima keuntungan pribadi dari tindakannya, Tom tidak dikenai kewajiban membayar uang pengganti. Hal ini menjadi salah satu poin yang meringankan, selain sikap sopan selama persidangan dan belum pernah dipidana sebelumnya.

Tom juga dijatuhi denda sebesar Rp 750 juta subsider enam bulan kurungan. Meski mengakui Tom tidak menikmati hasil korupsi, hakim menyatakan tidak ada alasan pemaaf ataupun pembenar bagi perbuatannya.

“Terdakwa tetap terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan pertama,” tegas hakim. Dengan vonis ini, Tom Lembong dinyatakan bersalah melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU Tipikor dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (tb)

Berita Terbaru

Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...

Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...

243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....

Leave a comment