
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah persoalan serius dalam pengelolaan dana otonomi khusus (otsus) Papua. Hasil kajian bersama lembaga kerja sama Pemerintah Jerman, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), mengungkap adanya tiga bentuk kebocoran yang dinilai rawan memicu praktik korupsi.
Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK mencatat kebocoran dana otsus Papua meliputi penyalahgunaan peruntukan anggaran, penggunaan dana untuk pembiayaan pemekaran wilayah, serta ketidaktepatan data penerima manfaat orang asli Papua (OAP).
Kepala Satuan Tugas Korsup Wilayah V KPK Dian Patria menegaskan, pemerintah perlu segera membenahi persoalan tersebut agar dana otsus benar-benar berdampak bagi masyarakat Papua.
Baca juga: Kepala Daerah Dituntut Inovatif
“Pencegahan korupsi dana otsus harus dimulai dari hulu, dengan memastikan perencanaan tidak bisa dinegosiasikan dan anggaran tidak mudah berubah di tengah jalan,” ujar Dian dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, (19/12/2025).
Ia menilai pengawasan yang kuat sejak tahap awal sangat penting untuk mencegah penyimpangan. Menurutnya, pengendalian yang konsisten dapat menjaga agar penggunaan anggaran tetap sesuai peruntukan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Otsus lahir bukan untuk memperkaya birokrasi, melainkan untuk memastikan OAP hidup bermartabat di tanahnya sendiri serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” kata Dian.
Peran Strategis
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pencegahan korupsi menjadi krusial mengingat peran strategis dana otsus Papua dalam memperkuat layanan dasar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan. Sejak 2022, total dana otsus yang telah dikucurkan ke Papua tercatat mencapai sekitar Rp200 triliun.
Dian menambahkan, pengelolaan dan pengawasan dana otsus membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah daerah, aparat pengawasan, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga: Mendagri Minta Presiden Prabowo Bimbing Kepala Daerah Minim Pengalaman
Menurutnya, persoalan dana otsus tidak hanya bersifat teknis administrasi, tetapi juga dipengaruhi faktor nonteknis, seperti intervensi kepentingan di luar dokumen perencanaan resmi.
“Kondisi ini mirip dengan persoalan pokok-pokok pikiran anggota legislatif yang sebelumnya juga menjadi perhatian KPK,” ujarnya.
KPK berharap perbaikan tata kelola dana otsus Papua dapat segera dilakukan agar tujuan utama pemberian otonomi khusus, yakni meningkatkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Papua, benar-benar terwujud. (tb)
Pimpin Ratas, Prabowo Bahas Aspirasi Pekerja hingga Peran Kampus untuk Bangun Daerah
JAKARTA, NEWSREAL id -Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten, Jawa Barat, pada Sabtu, 2...
Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Diusut Kepolisian
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kepolisian mengusut kecelakaan tragis yang melibatkan taksi Green SM, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Kota Bekasi. Peristiwa pilu kecelakaan...
Bertemu Sultan HB X, Diwa Foundation Paparkan Rencana Kegiatan Kebangsaan Bersama KND RI
YOGYAKARTA,NEWSREAL.id – Kota Yogyakarta dipilih Komisi Nasional Disabilitas RI bersama Diwa Foundation dalam menggelar berbagai kegiatan akbar dan sosial menjelang Peringatan Hari Lahir Pancasila dan...
Dikecam, Pemasangan Spanduk “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia Gaza
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit Gaza Palestina. Dalam siaran persnya, Kemlu menyatakan prihatin...
Keberangkatan Perdana, Menhaj Lepas 391 Jamaah Embarkasi Jakarta-Pondok Gede
JAKARTA,NEWSREAL.id — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama calon jamaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M...
Kemenhaj dan Polri Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah
JAKARTA, NEWSREAL.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk meningkatkan pengawasan serta menekan praktik haji nonprosedural yang kerap merugikan...
Diluncurkan Kemendes, CSR ISSF Peningkatan Ekonomi Desa
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kemampuan ekonomi pedesaan diharapkan terus meningkat. Hal ini menjadi salah satu program yang ditelurkan Kementerian Desa (Kemendes). Seperti yang diluncurkan baru-baru ini yakni...
Kapal Gamsunoro Disewa Pihak Ketiga, Pertamina Kompetitif 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung
JAKARTA, NEWSREAL.id – PT Pertamina (Persero) memberikan pernyataan terkait informasi yang menyebar di media massa terkait kapal tanker GMT Gamsunoro yang diawaki bukan warga negara...
Bikin Begidik ! 7 Ton Ikan Sapu-sapu Ditangkap Lalu Dikubur di Jakarta, Kenapa ?
JAKARTA,newsreal.id – Merinding bila mendengar atau melihat langsung, ikan sekitar 6,98 ton jenis ikan sapu-sapu ditangkap di berbagai lokasi di Jakarta. Lalu dikumpulkan hampir secara...
Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia, Presiden Prabowo : Kita semua di tenda ini adalah patriot
MAGELANG,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang digelar di...
Olahraga Renang Jadi Favorit Presiden Prabowo Sebelum Kunjungan Kerja ke Magelang
JAKARAT,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto memulai aktivitasnya pada Sabtu pagi, 18 April 2026, dengan menjalankan rutinitas olahraga di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat. Kegiatan...
Dharma Santi 2026, Presiden Prabowo Tekankan Nilai Persaudaraan dan Toleransi
JAKARTA,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat merayakan Dharma Santi Tahun 2026 kepada seluruh umat Hindu di Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan dalam video yang...

