Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Ditembak Saat Rebut Tepung, Gaza Dilanda Kelaparan dan Teror

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 21 Juli 2025 19:45 WIB
Ditembak Saat Rebut Tepung, Gaza Dilanda Kelaparan dan Teror
NEWSREAL.ID - KRISIS KELAPARAN: Sejumlah warga Palestina, mayoritas perempuan, berebut bantuan makanan dengan membawa panci dan baskom kosong di tengah krisis kemanusiaan yang parah di Gaza. Kekurangan pangan akut akibat pengepungan Israel memaksa ribuan warga bertahan hidup dengan segala cara. (Foto: AFP)

NEWSREAL.ID, GAZA- Gaza tak hanya kehilangan puluhan nyawa akibat peluru, tetapi juga karena perut kosong. Sebanyak 19 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat kelaparan, menyusul aksi brutal pasukan Israel yang menewaskan 92 orang lainnya saat mereka tengah mengantre bantuan pangan.

Penembakan terjadi di tiga lokasi distribusi bantuan di Gaza: Zikim, Rafah, dan Khan Younis, Minggu (20/7). Di Zikim, tempat konvoi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirim 25 truk bantuan, kerumunan warga yang berharap mendapat tepung justru disambut peluru oleh tank dan penembak jitu Israel. Setidaknya 79 orang tewas di lokasi itu saja.

“Tidak ada ambulans, tidak ada makanan, tidak ada kehidupan,” ujar Rizeq Betaar, warga Gaza yang membantu mengangkut korban dengan sepeda karena minimnya fasilitas medis.

Nasib serupa terjadi di Rafah dan Khan Younis. Sembilan orang terbunuh di Rafah, menyusul 36 korban jiwa sehari sebelumnya dan empat lainnya tewas di Khan Younis. Kementerian Kesehatan Gaza juga mencatat 19 kematian akibat kelaparan, menjadikan hari tersebut sebagai salah satu hari paling mematikan dalam krisis kemanusiaan yang terus memburuk.

Bantahan PBB

Militer Israel berdalih bahwa tembakan mereka hanya bersifat “peringatan”. Namun, pernyataan itu dibantah keras oleh Program Pangan Dunia (WFP) PBB. Mereka menyebut warga sipil yang tewas adalah mereka yang hanya ingin memberi makan keluarga mereka.

“Orang-orang ini berada di ambang kelaparan. Mereka terbunuh saat mencoba bertahan hidup,” tegas juru bicara WFP.

Krisis pangan di Gaza mencapai titik genting. WFP memperingatkan bahwa 90.000 perempuan dan anak-anak kini sangat membutuhkan perawatan gizi. Bahkan, hampir sepertiga populasi Gaza tidak makan selama beberapa hari berturut-turut.

Kementerian Kesehatan Gaza menambahkan, sejak perang dimulai pada 2023, setidaknya 71 anak meninggal karena kekurangan gizi, dan lebih dari 60.000 lainnya kini menunjukkan gejala malnutrisi akut. “Mereka bisa meninggal kapan saja,” kata juru bicara kementerian.

Meski komunitas internasional terus mendesak pembukaan akses bantuan kemanusiaan, kekejaman demi kekejaman terus terjadi. Di Gaza, kematian kini bukan hanya datang dari bom dan peluru, tapi juga dari rasa lapar yang dibiarkan berakar. (tb)

Berita Terbaru

Pesan Nowruz, Pemimpin Iran Klaim Musuh Mulai Dikalahkan

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pihak-pihak yang memusuhi negaranya mulai mengalami kekalahan di tengah konflik yang memanas di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam...

Rusia Akui Beri Informasi Intelijen ke Iran

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Rusia mengakui telah memberikan informasi intelijen kepada Iran di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Pengakuan ini mencuat dalam pertemuan pejabat tinggi kedua...

Israel Tutup Al-Aqsa Saat Idulfitri, Umat Muslim Dilarang Shalat Ied

NEWSREAL.ID, YERUSALEM– Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik regional. Sejumlah sumber...

Iran Minta Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Iran mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas militer bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan serangan. Juru bicara...

Rudal Iran Hujani Israel, Kilang Minyak Haifa Terdampak

NEWSREAL.ID, HAIFA– Serangan rudal bertubi-tubi dari Iran ke Israel terus berlanjut. Salah satu dampaknya, kilang minyak Bazan di Haifa dilaporkan mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil...

AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Iran Santai: “Belajar dari Kekalahan di Vietnam”

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan memanas setelah Amerika Serikat mengerahkan ribuan personel militernya ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi soal potensi operasi lanjutan, termasuk upaya...

Bos Kontraterorisme AS Mundur, Sebut Serangan ke Iran Dipicu Informasi Menyesatkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Pejabat tinggi kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, resmi mengundurkan diri di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengklaim serangan...

Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Drone Hantam Hanggar Pesawat

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali melancarkan serangan besar dalam gelombang ke-57 Operasi “Janji Sejati 4” dengan menyasar target strategis milik Amerika Serikat...

Iran Ancam Serang Perusahaan AS di Timur Tengah, Konflik Makin Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi di Sepah...

Eropa Kompak Tolak Ajakan AS Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

NEWSREAL.ID, BRUSSELS- Negara-negara Eropa menolak seruan Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Kepala Kebijakan Luar Negeri...

Luka Usai Serangan AS-Israel, Putin Disebut Kirim Pesawat Militer Bawa Mojtaba Khamenei ke Moskow

NEWSREAL.ID, MOSKOW- Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, disebut diam-diam diterbangkan ke Rusia menggunakan pesawat militer setelah mengalami luka serius akibat serangan yang diduga dilakukan...

Stok Pencegat Rudal Israel Menipis Dihantam Serangan Iran, Tel Aviv Minta Bantuan AS

  NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Perang Iran-Israel memasuki fase yang makin panas. Di tengah gempuran rudal yang terus berdatangan, Israel dilaporkan mulai kehabisan persediaan pencegat rudal...

Leave a comment