Hukum Kriminal

Kasus Korupsi Digitalisasi Pendidikan, Kejagung Jemput Paksa Konsultan

Tim Redaksi, Admin
Selasa, 15 Juli 2025 17:29 WIB
Kasus Korupsi Digitalisasi Pendidikan, Kejagung Jemput Paksa Konsultan
NEWSREAL.ID - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kejaksaan Agung (Kejagung) menjemput paksa Ibrahim Arief, konsultan program digitalisasi pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode Maret-September 2020.

Penjemputan dilakukan sebagai bagian dari pendalaman kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang berlangsung pada 2019-2022. Ibrahim tiba di Gedung Bundar Kejagung pada Selasa (15/7) sekitar pukul 14.35 WIB.

Dengan mengenakan pakaian hitam, ia tampak digiring penyidik ke dalam gedung untuk menjalani pemeriksaan ketiganya dalam kasus tersebut. “Iya, benar dijemput paksa,” ujar kuasa hukum Ibrahim, Indra Haposan Sihombing, membenarkan tindakan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Pada hari yang sama, mantan Mendikbud Nadiem Makarim juga menjalani pemeriksaan kedua di Kejagung, didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea. Nadiem tiba di lokasi sekitar pukul 08.58 WIB.

Barang Bukti

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, menjelaskan bahwa penyidik tengah mendalami berbagai materi penting, termasuk hasil penggeledahan di Kantor GoTo yang dilakukan pada 8 Juli lalu. Dalam operasi itu, sejumlah barang bukti, termasuk dokumen dan data elektronik, telah disita.

“Semua bukti dan dokumen yang diperoleh dari penyitaan dan penggeledahan akan dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk dugaan peran masing-masing,” ujar Harli.

Kejagung menduga ada pemufakatan jahat dalam pelaksanaan proyek pengadaan laptop untuk sekolah, yang disamarkan melalui kajian teknis seolah-olah ada kebutuhan mendesak terhadap perangkat Chromebook.

Padahal, hasil uji coba pada 2019 menyatakan penggunaan Chromebook tidak efektif sebagai sarana pembelajaran. “Indikasinya, ada pengarahan agar tim teknis menyusun kajian pengadaan secara khusus, padahal hasil uji sebelumnya sudah menunjukkan kelemahan perangkat tersebut,” ungkap Harli.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut pengadaan sarana pendidikan dengan nilai besar dan menyasar sektor strategis. Kejagung terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap berbagai pihak untuk mengungkap skema korupsi dalam proyek yang semestinya ditujukan untuk mendukung kemajuan teknologi pendidikan nasional. (ct)

Berita Terbaru

Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...

Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...

243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....

Leave a comment