
NEWSREAL, SEMARANG– Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di provinsi ini mencapai 4,33 persen. Meski masuk kategori cukup ideal, angka tersebut masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
“Angka 4,33 persen itu secara teori sudah tergolong baik. Idealnya menurut para ahli berada di kisaran 3–5 persen,” ujar Kepala BPS Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih, dalam konferensi pers di Kantor BPS Jateng, Kamis (11/6).
Dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 4,39 persen, terjadi sedikit penurunan. Namun, Endang menilai penurunan ini belum signifikan karena pertambahan angkatan kerja tidak diimbangi ketersediaan lapangan kerja. “Tahun ini ada tambahan angkatan kerja sekitar 520 ribu orang, tapi lapangan kerja baru hanya tersedia untuk 510 ribu. Jadi belum seimbang,” jelasnya.
Tingkat Pendidikan
Berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan SMK menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 6,83 persen, disusul oleh lulusan perguruan tinggi (5,4 persen), SMP (4,6 persen), SMA (4,06 persen), SD (3,16 persen), dan diploma (1,23 persen).
Meski demikian, Endang mengungkapkan tren positif. Dalam empat tahun terakhir, angka pengangguran lulusan SMK mengalami penurunan drastis dari 12,36 persen pada 2021 menjadi 6,83 persen tahun ini. “Artinya ada perbaikan signifikan, tapi tantangan masih besar,” ujarnya.
Di sisi lain, sektor industri menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak di Jawa Tengah. Tercatat, penyerapan tenaga kerja di sektor ini meningkat sebesar 24,41 persen dibandingkan triwulan pertama tahun 2024.
“Kira-kira ada tambahan 97 ribu pekerja, dengan 31 ribu dari investasi dalam negeri (PMDN) dan sisanya dari penanaman modal asing (PMA),” tambah Endang.
Melihat ketidakseimbangan antara pasokan tenaga kerja dan permintaan, BPS mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Tujuannya agar lulusannya lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja di Jawa Tengah.
“Dengan potensi industri yang cukup besar, dunia pendidikan, khususnya SMK dan perguruan tinggi, harus bisa mencetak lulusan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” sarannya.
Endang juga menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Jawa Tengah mengalami penurunan, dari sebelumnya 10,40 persen menjadi 9,58 persen. Namun ia menekankan, upaya pengurangan kemiskinan tidak bisa lepas dari penyelesaian masalah pengangguran.
“Karena konsentrasi penduduk tinggi di Jawa, maka tantangannya juga besar. Tapi sejauh ini, Pemprov dan Pemda sudah cukup aktif. Kolaborasi harus terus diperkuat,” tutupnya. (tb)
Dukung Kopdar Bareng Mas Dar Jalan Terus, Ketum G-Nesia : Penolakan di UGM Dinamisasi, Next Ajak Mas Bahlil Ganteng
SOLO,NEWSREAL.id – Soal kericuhan yang terjadi di forum diskus “Kopdar Bareng Mas Dar” di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin...
Diwa Foundation Lirik Aksi Bedah Rumah Jogja, Siapkan Kolaborasi
YOGYAKARTA, NEWSREAL.id – Kegiatan gotong royong bedah rumah di Yogyakarta memberikan kesan tersendiri bagi Diwa Foundation. Pendiri sekaligus founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari berjanji...
Siswa Sekolah Rakyat di Tabanan Curhat Presiden, Ini Kisahnya
BALI,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto mendengarkan langsung aspirasi calon siswa dan orang tua saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu,...
Rusa Makan Sampah di Kota Solo Viral, Kenapa ?
SOLO,NEWSREAL.id– Kisah viral datang dari Kota Solo, Jawa Tengah. Tepatnya di pusat Kota Bengawan, dunia maya dihebohkan soal tingkah tidak alami sejumlah hewan tepatnya di...
Di Bali, Prabowo Ingin Sekolah Rakyat Ditambah
JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Minggu (7/6/2026). Di Pulau Dewata ini orang nomor satu di NKRI ini meminta fasilitas...
Hasil Ketahanan Pangan Laris Manis di CFD, Lapas Purwodadi Dorong Kemandirian Warga Binaan
PURWODADI,NEWSREAL.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui...
Kasus Penepiun Berkedok Investasi di Purwokerto agar Dilaporkan
JAKARTA,NEWSREAL.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau bagi korban dugaan penipuan berkedok investasi yang terjadi di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah agar berani melapor ke pihak...
Jaminan Keistimewaan dan Kesetaraan Hak Penyandang Disabilitas, Ini kata Peneliti UGM dan UNY
YOGYKARTA, NEWSREAL.id – Peneliti dua akademisi dari kampus bertetangga yakni Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta, masing-masing sepakat bila hak dan kewajiban penyandang disabilitas...
Ketua BPIP : Indonesia Krisis Implementasi Nilai Penyandang Disabilitas
YOGYKARTA, NEWSREAL.id – Meski Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah memberikan landasan hukum yang kuat, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Aksesibilitas fisik...
Wali Kota Jogja Berikan Sambutan Hangat Seminar Kebangsaan Digelar KND-Diwa Foundation
YOGYAKARTA,NEWSREAL.id – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan apresiasi atas terselenggaranya Seminar Kebangsaan dengan tema Kesetaraan Hak Memantapkan Ideologi Pancasila dan memperkuat Ketahanan Bangsa di...
Teror Pocong di Jateng Murni Ulah Content Creator, Polisi Jateng Siapkan Pembinaan
JAKARTA,newsreal.id – Polda Jateng menginstruksikan kepada jajaran untuk menindaklanjuti fenomena video teror pocong di sejumlah wilayah bikin heboh di media sosial. Fakta di lapangan menyebutkan...
Paulus Waterpauw : Jadikan Orang Asli Papua Pusat Utama Pembangunan
PAPUA, NEWSREAL.id – Upaya pemerintah pusat dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat asli Papua melalui berbagai program infrastruktur, ekonomi, dan penguatan sumber daya manusia terkadang disalahartikan....