Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Regional

BPS: Pengangguran Terbuka di Jateng Didominasi Lulusan SMK

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 12 Juni 2025 15:35 WIB
BPS: Pengangguran Terbuka di Jateng Didominasi Lulusan SMK
NEWSREAL.ID - KONFRENSI PERS: Kepala BPS Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih (tengah) dalam konferensi pers di Kantor BPS Jateng, Kamis (11/6). (Foto: Ist)

NEWSREAL, SEMARANG Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di provinsi ini mencapai 4,33 persen. Meski masuk kategori cukup ideal, angka tersebut masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Angka 4,33 persen itu secara teori sudah tergolong baik. Idealnya menurut para ahli berada di kisaran 3–5 persen,” ujar Kepala BPS Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih, dalam konferensi pers di Kantor BPS Jateng, Kamis (11/6).

Dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 4,39 persen, terjadi sedikit penurunan. Namun, Endang menilai penurunan ini belum signifikan karena pertambahan angkatan kerja tidak diimbangi ketersediaan lapangan kerja. “Tahun ini ada tambahan angkatan kerja sekitar 520 ribu orang, tapi lapangan kerja baru hanya tersedia untuk 510 ribu. Jadi belum seimbang,” jelasnya.

Tingkat Pendidikan

Berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan SMK menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 6,83 persen, disusul oleh lulusan perguruan tinggi (5,4 persen), SMP (4,6 persen), SMA (4,06 persen), SD (3,16 persen), dan diploma (1,23 persen).

Meski demikian, Endang mengungkapkan tren positif. Dalam empat tahun terakhir, angka pengangguran lulusan SMK mengalami penurunan drastis dari 12,36 persen pada 2021 menjadi 6,83 persen tahun ini. “Artinya ada perbaikan signifikan, tapi tantangan masih besar,” ujarnya.

Di sisi lain, sektor industri menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak di Jawa Tengah. Tercatat, penyerapan tenaga kerja di sektor ini meningkat sebesar 24,41 persen dibandingkan triwulan pertama tahun 2024.

“Kira-kira ada tambahan 97 ribu pekerja, dengan 31 ribu dari investasi dalam negeri (PMDN) dan sisanya dari penanaman modal asing (PMA),” tambah Endang.

Melihat ketidakseimbangan antara pasokan tenaga kerja dan permintaan, BPS mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Tujuannya agar lulusannya lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja di Jawa Tengah.

“Dengan potensi industri yang cukup besar, dunia pendidikan, khususnya SMK dan perguruan tinggi, harus bisa mencetak lulusan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” sarannya.

Endang juga menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Jawa Tengah mengalami penurunan, dari sebelumnya 10,40 persen menjadi 9,58 persen. Namun ia menekankan, upaya pengurangan kemiskinan tidak bisa lepas dari penyelesaian masalah pengangguran.

“Karena konsentrasi penduduk tinggi di Jawa, maka tantangannya juga besar. Tapi sejauh ini, Pemprov dan Pemda sudah cukup aktif. Kolaborasi harus terus diperkuat,” tutupnya. (tb)

Berita Terbaru

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BMKG Minta Daerah Rawan Kekeringan Siaga

NEWSREAL.ID, CILACAP– BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan kekeringan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi...

Lapas Purwodadi Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Warga Binaan

NEWSREAL.ID, PURWODADI- Suasana haru dan hangat menyelimuti Aula Ajisaka Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Kamis (12/3). Puluhan warga binaan mendapat kesempatan berbuka puasa bersama...

Baru Sebulan Beroperasi, Toko Miras di Genuk Disegel Warga

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Keresahan warga di Kecamatan Genuk akhirnya memuncak. Sebuah toko penjual minuman keras yang baru beroperasi sekitar satu bulan di Jalan Raya Woltermongunsidi, Kelurahan...

Sahur di Pura: Agustina dan Sinta Nuriyah Rawat Toleransi Kota Semarang

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemkot Semarang kembali menegaskan komitmennya menjaga toleransi lewat sahur bersama lintas iman, Selasa (24/2/2026). Digelar di rumah ibadah umat Hindu, momentum ini bukan...

Sembilan Daerah Siap Jadi Mesin Baru Ekonomi Jateng

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memastikan kawasan industri masih menjadi tumpuan utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, ada sembilan kabupaten/kota di Jateng...

Soal Dana Hibah, PB XIV Purbaya: Kami Ikuti Arahan Pemerintah

NEWSREAL.ID, SURAKARTA- Pakoeboewono (PB) XIV Purbaya merespons pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang mengungkap dana hibah pemerintah untuk Keraton Surakarta selama ini masuk ke rekening...

Ratusan Siswa di Grobogan Diduga Keracunan MBG

NEWSREAL.ID, GROBOGAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Jateng, tengah menangani dugaan kejadian luar biasa keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG),...

Kanwil Kemenkum Jateng Fokus Perkuat Posbankum Desa Jelang 2026

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Jawa Tengah menargetkan penguatan peran Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di desa dan kelurahan di seluruh Jawa Tengah,...

Wagub Aceh Soal Insiden Bendera Bulan Bintang: Tolong Fokus Korban Banjir

NEWSREAL.ID, BANDA ACEH- Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah alias Dek Fadh angkat suara usai insiden ricuh pengibaran bendera bulan bintang di Aceh Utara. Ia menyayangkan kericuhan...

Gus Yahya-Rais Aam Sepakat, Kisruh PBNU Masuk Babak Damai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyepakati kesepakatan baru usai konflik internal...

UMP Jateng 2026 Naik 7,28 Persen, Jadi Rp2,32 Juta per Bulan

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah tahun 2026 naik sebesar 7,28 persen menjadi Rp2.327.386,07 per bulan. Kenaikan...

Laka Maut di Exit Tol Krapyak, DPR Desak Kemenhub Lakukan Evaluasi Menyeluruh

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Anggota Komisi V DPR RI Daniel Mutaqien Syafiuddin mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama pengelola jalan tol dan kepolisian untuk melakukan evaluasi total terhadap...

Leave a comment