Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

RI Berisiko Kehilangan Rp6,1 Triliun dari Kebijakan Bebas Bea Produk AS

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 25 Juli 2025 11:09 WIB
RI Berisiko Kehilangan Rp6,1 Triliun dari Kebijakan Bebas Bea Produk AS
NEWSREAL.ID - DISKUSI EKONOMI: Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal dan Moneter CORE Akhmad Akbar Susamto (ketiga kanan) dalam diskusi yang digelar CORE di Jakarta, Kamis (24/7). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kebijakan perdagangan bebas tarif yang baru disepakati antara Indonesia dan Amerika Serikat berpotensi menimbulkan kerugian fiskal yang signifikan. Centre of Reform on Economics (CORE) mencatat, Indonesia berisiko kehilangan Rp6,16 triliun dalam bentuk penerimaan negara akibat pembebasan bea masuk terhadap produk asal AS.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh Direktur Riset Makroekonomi, Kebijakan Fiskal dan Moneter CORE, Akhmad Akbar Susamto, dalam diskusi publik di Jakarta, Kamis (24/7). Menurutnya, nilai kehilangan tersebut dihitung berdasarkan data 2024, di mana tarif rata-rata impor barang dari AS ke Indonesia tercatat sebesar 9,2 persen.

“Dengan kebijakan bea masuk nol persen, estimasi bea yang hilang mencapai sekitar 398 juta dolar AS atau Rp6,16 triliun, menggunakan asumsi nilai tukar Rp15.838 per dolar AS pada 2024,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi penerimaan bea masuk, Akbar juga mengingatkan tentang potensi penurunan ekspor Indonesia ke AS akibat tarif proteksionis sebesar 19 persen yang diberlakukan pemerintah AS. Dampak ini dinilai dapat melemahkan kinerja industri dalam negeri dan berujung pada penurunan pendapatan pajak.

Ia menyebut bahwa komoditas ekspor utama Indonesia saat ini terdiri atas energi, pangan, bahan baku industri, serta produk teknologi dan kesehatan.

Kesepakatan Dagang

Kebijakan bebas tarif impor untuk produk-produk AS merupakan bagian dari perjanjian dagang bilateral yang disepakati kedua negara. Indonesia berhasil menurunkan tarif AS untuk produk-produknya dari 32 persen menjadi 19 persen—lebih rendah dari tarif yang dikenakan kepada negara Asia Tenggara lain seperti Thailand (36 persen), Laos (40 persen), Malaysia (25 persen), dan Vietnam (20 persen).

Sebagai timbal balik, Indonesia akan menghapus lebih dari 99 persen tarif untuk produk-produk AS yang masuk ke pasar domestik, termasuk sektor industri, makanan, dan pertanian.

Meski berisiko menurunkan penerimaan negara, pemerintah menilai kebijakan ini bisa menarik investasi asing dan mendukung relokasi industri ke Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, yang menekankan pentingnya melihat manfaat jangka panjang dari kesepakatan tersebut.

“Tarif impor nol persen untuk produk AS saya kira tidak perlu terlalu dikhawatirkan, terlebih jika produknya tidak bersaing langsung dengan produksi dalam negeri,” ujar Susiwijono, Selasa (22/7).

Menurutnya, kebijakan ini dapat menciptakan peluang baru dalam bentuk lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di tengah ketidakpastian global. (tb)

Berita Terbaru

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Leave a comment