
NEWSREAL.ID, SEMARANG– Proses verifikasi tagihan kepailitan PT Sritex terus bergulir. Kamis (10/7), sebanyak 10.888 eks karyawan dari empat perusahaan grup Sritex menyampaikan tuntutan pembayaran pesangon dan tunjangan hari raya (THR) yang belum terbayarkan, dengan total nilai mencapai Rp 364 miliar.
Rapat verifikasi yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Semarang itu dihadiri langsung para kurator dan perwakilan buruh dari PT Sritex, PT Bitratex Industries, PT Sinar Pantja Djaja, dan PT Primayudha Mandirijaya. Seluruh peserta rapat hadir sebagai kreditor dalam proses kepailitan perusahaan.
“Totalnya 10.888 kreditor. Kami memverifikasi pesangon dan hak-hak karyawan yang belum terselesaikan. Nilai tagihannya sekitar Rp 300 miliar lebih,” ungkap kurator Denny Ardiansyah.
Denny menjelaskan, verifikasi ini merupakan tindak lanjut dari tahap pra-verifikasi. Ia juga menyebut proses pemberesan utang masih menunggu hasil penilaian aset dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), yang ditargetkan rampung akhir Juli.
“Hampir semua aset bergerak sudah dinilai, tinggal finalisasi aset bangunan,” ujarnya.
Namun, proses ini terkendala penyitaan sejumlah aset oleh Kejaksaan Agung, termasuk kendaraan. “Kami sudah sampaikan keberatan secara resmi, tapi tetap menghormati proses hukum,” imbuh Denny.
Dari total tagihan, porsi terbesar berasal dari eks karyawan PT Sritex. Perwakilan mereka, Mahasin dari DPD KSPSI Jawa Tengah, mencatat tagihan Rp 248 miliar dari 8.423 orang. “Tagihan mencakup pesangon dan THR. Harapan kami, hak-hak ini segera dibayarkan,” ujarnya.
Pelelangan Aset
Sementara itu, Nanang Setyono yang mewakili 1.057 mantan buruh PT Bitratex Industries menyampaikan nilai tagihan sebesar Rp 77 miliar. “Tagihan kami sudah masuk Daftar Piutang Tetap (DPT) dan disepakati kurator. Sekarang kami menunggu pelelangan aset,” katanya.
Wahono, kuasa hukum eks pekerja PT Primayudha Mandiri Djaja, membawa tagihan Rp 32 miliar dari 948 buruh. Adapun Slamet Kaswanto, kuasa dari PT Sinar Pantja Djaja dan sebagian Bitratex, mencatat Rp 7 miliar untuk 140 orang.
Dengan disepakatinya tagihan sebagai DPT, langkah berikutnya adalah pelelangan aset. Uang hasil lelang akan digunakan untuk membayar para buruh sesuai urutan preferensi dalam proses kepailitan.
“Begitu DPT keluar, itu artinya hak-hak kami diakui kurator dan hakim pengawas. Tinggal menunggu pencairan hasil lelang,” tutur Slamet.
Para buruh berharap proses pelelangan tidak molor, mengingat banyak dari mereka menggantungkan nasib pada pencairan hak yang tertunda bertahun-tahun. (ct)
Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...
Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...
Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...
Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...
Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...
Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...
ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...
Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...
Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...
Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...
Ombudsman Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor 150 Ribu Mobil Niaga dari India
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah mengimpor 150 ribu mobil niaga dari India untuk mendukung logistik Koperasi Desa menuai sorotan. Ombudsman RI menyarankan agar kebijakan tersebut dievaluasi...
Mudik Lebaran 2026, PT Pelni Beri Diskon Tiket 30 Persen
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik buat calon pemudik jalur laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama periode mudik Lebaran...

