Hukum Kriminal

Tom Lembong Banding, Keukeuh Tak Bersalah

Tim Redaksi, Admin
Senin, 21 Juli 2025 14:40 WIB
Tom Lembong Banding, Keukeuh Tak Bersalah
NEWSREAL.ID - VONIS TOM LEMBONG: Mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong usai menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait kasus dugaan korupsi izin impor gula. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong memutuskan untuk mengajukan banding atas vonis 4,5 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi izin impor gula.

Melalui kuasa hukumnya, Tom menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah dan menilai putusan majelis hakim sarat kejanggalan serta berpotensi menjadi preseden buruk bagi pengambilan kebijakan publik ke depan.

“Dihukum satu hari saja, Pak Tom tetap akan banding,” tegas Ari Yusuf Amir, kuasa hukum Tom, saat dikonfirmasi, Senin (21/7). Menurut Ari, banding diajukan dengan lima poin keberatan, mulai dari tidak adanya uraian jelas soal mens rea atau niat jahat, hingga pemakaian keterangan saksi yang tidak bersumber dari fakta persidangan. Ia menilai, vonis yang dijatuhkan bertentangan dengan asas in dubio pro reo, yang seharusnya menguntungkan terdakwa saat ada keraguan dalam pembuktian.

“Mens rea yang jadi dasar vonis justru hanya diambil dari BAP saksi, bukan fakta yang terungkap dalam persidangan. Ini jelas cacat secara hukum,” ujar Ari. Selain itu, pihak Tom juga mempersoalkan tanggung jawab atas evaluasi kebijakan dalam dua bulan pertama masa jabatan, yang menurutnya bukan merupakan pelanggaran hukum pidana.

Hakim Keliru

“Kalau logikanya begitu, Presiden baru pun bisa dihukum kalau tidak punya capaian dalam 100 hari pertama. Ini tidak masuk akal,” tambahnya. Ari juga menyoroti kesalahan dalam menafsirkan potensi kerugian negara. Ia menyebut majelis hakim keliru menjadikan potensi keuntungan BUMN sebagai indikator kerugian negara.

“Kerugian BUMN tidak otomatis sama dengan kerugian negara. Ini bertentangan dengan Pasal 4 UU BUMN,” tegasnya. Tak hanya itu, ia mengkritik pertimbangan hakim yang menyebut Tom mengedepankan sistem ekonomi kapitalis sebagai hal yang memberatkan. Ari menilai alasan itu tidak profesional karena tidak relevan secara hukum dan tidak disebutkan dalam dakwaan atau tuntutan.

Pihak Tom juga khawatir vonis ini menimbulkan ketakutan di kalangan pengambil kebijakan, baik di pemerintahan maupun swasta. “Jika ini jadi preseden, maka banyak pejabat akan ragu mengambil keputusan yang penting dan mendesak karena takut dipidana,” katanya.

Sementara itu, Kejaksaan Agung menyatakan akan menyiapkan kontra memori banding untuk menanggapi langkah hukum Tom. “Jaksa akan membuat memori banding dan kontra memori banding,” ujar Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna.

Majelis hakim sebelumnya menjatuhkan hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp750 juta subsider enam bulan kurungan kepada Tom. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni tujuh tahun penjara.

Dalam pertimbangannya, hakim menyebut Tom lalai dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Perdagangan, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi gula, serta memberikan izin impor kepada delapan perusahaan tanpa dasar yang kuat.

Namun, majelis hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang meringankan, seperti sikap kooperatif Tom selama persidangan, tidak menikmati hasil kejahatan, belum pernah dihukum, dan telah menitipkan sejumlah uang ke penyidik sebagai bentuk tanggung jawab. (tb)

Berita Terbaru

Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...

Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...

243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....

Leave a comment